Pulau Christmas, wilayah Australia di selatan Jawa Barat.

Jika anda beranggapan bahwa kota Kupang di Nusa Tenggara Timur adalah kota terdekat ke wilayah Australia (Darwin, Northern Territory) anda tidak sepenuhnya benar. Karena sebenarnya wilayah Indonesia yang paling dekat ke Australia adalah Jawa Barat (selain Pulau Rote terhadap Ashmore Islands).  Lho kok bisa? Ini karena Australia memiliki sebuah pulau di Samudera Indonesia tepatnya di sebelah selatan propinsi Jawa Barat.

Lokasi dan jarak pulau Christmas terhadap Pulau Jawa (sumber: wwwnc.cdc.gov)

Pulau tersebut adalah Pulau Christmas yang berjarak 200 mil laut (260 km)  dari pantai selatan Jawa Barat.  Jika demikian maka yang paling dekat dengan wilayah Australia bisa jadi adalah Ujung Genteng atau Pameungpeuk. Meski demikian untuk mencapai pulau tersebut hanya bisa dengan penerbangan carter dari Singapura atau Malaysia. Belum ada layanan penerbangan dari Jakarta ke Pulau tersebut.

Hal ini bisa dimaklumi karena secara historis ketiga negara tersebut memiliki hubungan sebagai sesama bekas jajahan Inggris. Selain itu penduduk yang mendiami Pulau Christmas sebagian besar dari etnis China dari Malaysia atau Singapura yang awalnya bekerja sebagai pekerja tambang fosfat (guano) di pulau tersebut.

Jarak ke Pulau Christmas (sumber: shire.gov.cx)

 

Citra satelit Pulau Christmas

35 responses to “Pulau Christmas, wilayah Australia di selatan Jawa Barat.

  1. sayang sekali pulau yg begitu dekat dg jawa barat indonesia, ternyata dimiliki australia..padahal bila kita sedang memandang laut lepas di pantai selatan ingin rasanya kita ke pulau tersebut yang berada di tengah samudera hindia yang sangat luas..

    • secara historis pulau ini memang dalam penguasaan Inggris yang kemudian diberikan kepada Australia. tidak ada hak kita di sana. tidak usah kita mengulangi kesalahan seperti ketika menganeksasi Timor Timur. kita jaga saja pulau2 kita yang jumlahnya 13.000 lebih :)

      • secara historis ? tidak juga. pulau ashmore reef adalah contoh nyata. pulau itu oleh penduduk Kupang disebut dengan pulau pasir. dan ada makam nenek moyang warga kupang di pulau ashmore reef. yang menjadi masalah adalah pemerintah kita tidak bisa menentukan batas laut yang benar. pulau sipadan ligitan sdh masuk batas laut negara indonesia. tetapi karena alasan historis. maka pulau2 tersebut menjadi milik malaysia. atas dasar keputusan mahkamah internasional di den haag belanda. ingat…. asutralia sampai dengan sekarang ini masih kolonial inggris. pemerintahannya masih dibawah gubernur jenderal.

      • orang Makassar sejak abad ke-17 sudah mencari teripang ke sana. akan tetapi dasar pembentukan negara kita adalah semua wilayah bekas jajahan Belanda. sedangkan pada masa penjajahan oleh Belanda, Kepulauan Pasir sudah masuk dalam penguasaan Inggris.

      • pulau pasir secara garis zona ekonomi ekslusif adalah wilayah Negara Republik Indonesia, pada zaman dahulu nenek moyang bangsa timor Kerajaan Kupang telah memasukkan kepulauan pasir kepada wilayah kekuasaan Kerajaan Kupang. Ada bukti otentik kuburan orang orang kerajaan kupang disana.
        Jadi tidak serta merta kalau pulau itu dahulu dibawah kolonial inggris kemudian otomatis menjadi bagian wilayah negara baru dari peninggalan kolonial inggris tsb. sipadan ligitan adalah contoh nyata. bagaimana wilayah yg sudah lama menjadi wilayah negara Indonesia akhirnya dapat digugat menjadi bagian negara malaysia. hukum internasional sangat berperan sekali.

      • sayangnya dasar pembentukan negara Indonesia adalah semua wilayah bekas jajahan Belanda, bukan wilyah bekas Kerajaan Kupang ataupun bekas wilayah Kerajaan Majapahit/Sriwijaya :)

    • dari sejarahnya pulau ini memang dalam penguasaan Inggris. jadi wajar jika kemudian diberikan ke Australia. pulau-pulau kita tidak kalah indah dengan pulau Christmas. bahkan pulau-pulau di kepualauan Raja Ampat jauh lebih indah :)

      yang disayangkan justru pulau Pasir (Ashmore) karena di pulau ini nelayan-nelayan Indonesia sejak jaman dahulu kala biasa mencari teripang tetapi kini menjadi milik Australia. makanya seringkali nelayan kita tertangkap mencari ikan di sana karena mereka mengikuti kebiasaan nenek moyangnya.

      • itulah lemahnya pemerintah negara kita, terutama dalam hal penguasaan wilayah kelautan. secara sejarah pulau ashmore reef atau pulau pasir (orang kupang menyebutnya) adalah wilayah negara indonesia. karena ada makam nenek moyang bangsa Kupang ( NTT ) disana. australia sering mengakui suatu wilayah daratan yg jauh dari pusat pemerintahan suatu negara. sebagai basis pertahanan negaranya. biasanya dengan modus ‘pelestarian alam atau satwa. bekerja sama dengan wwf yg ketua nya pangerang charles dari inggris. pendek kata sebenarnya ini adalah bentuk aneksasi penjajahan yg berlanjut sejak dari jaman penjajahan Belanda / Inggris / Portugis dahulu.

      • Australia bukan mengakui tetapi mewarisi dari Inggris yang memang sejak lama menaruh minat dan eksis di pulau-pulau tersebut. Beda halnya dengan Belanda yang meskipun memiliki klaim yang sama tidak menunjukkan minat atau kehadiran secara fisik yang nyata. Sekali lagi saya tegaskan bahwa wilayah Indonesia mewarisi apa yang dulu disebut Hindia Belanda. tidak termasuk wilayah Inggris di Asia Tenggara ataupun Australia.

        Kehadiran secara fisik ini sangat penting sekali dan itu sudah terbukti saat kita kalah ketika bersengketa dengan Mlaysia soal pulau Sipadan dan Ligitan di perbatasan Kaltim – Sabah. Kalau anda jeli dan mengamati masalah-masalah sengketa wilayah terkini anda akan mendapati negara-negara yang bersengketa tersebut berlomba-lomba menghadirkan diri secara fisik di pulau yang mereka klaim. Mereka membangun pos militer, ptempat singgah nelayan dan mercusuar. Misalnya saja Kepulauan Spratly, Paracel, pulau Dokdo, Kepulauan Shenkaku lalu karang Okino-torishima, dll. Selain itu mereka juga memperkuatnya secara hukum dengan memasukkan pulau-pulau tersebut ke dalam peta resmi negara mereka.

        Indonesia yang pernah mendapatkan pengalaman pahit kalah dalam bersengketa tidak mau mengulangi kesalahan serupa. pulau-pulau terdepan kini sudah mulai dirawat. karena itu kita bersusah-payah membangun mercusuar di Karang Unarang adalah dalam rangka mempertegas dan memperkuat klaim kita atas Blok Ambalat.

        Akan halnya Kepulauan Pasir (Ashmore) yang sudah sejak lama dikunjungi nelayan-nelayan Indonesia, Inggris/Australia sudah terlebih dahulu memperkuat kehadiran fisik mereka di sana. Intinya mereka lebih cepat dan sigap. Bukti historis saja tidak cukup. Mereka mendapat jerih payah atas usahanya tersebut :)

      • kebiasaan nenek moyang seharusnya dapat menjadi ‘kepemilikkan’ sebagai contoh ; pulau singapura dahulu kala adalah negara bagian malaysia/melayu. tetapi dengan banyaknya etnis cina disana dan diadakanlan referendum untuk merdeka. maka pulau tsb lepas dan berdiri sendiri. lepas dari kesultanan melayu.

  2. pulau milik Indonesia sangat banyak,nggak perlu berselera lagi dengan p.crismas yang kecil dan non potensial .bahkan ada pulau lain yang direbut orang kita cuma bisa mewek.gitu kok repot amat

    • salah sendiri ditelantarkan. apalagi statusnya saat itu masih dalam sengketa. kehadiran secara fisik ternyata lebih dihargai oleh Mahkamah Internasional.

      karena itu kita tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dalam Blok Ambalat sehingga kita membangun mercusuar di Karang Unarang

  3. setelah ditelusuri lewat pencrian mbah google, pulau crismas ini bntuknya tidk byk tnda2 khidupan..yg tmpak hanya kepiting brwrna merah…

  4. aq 4 bulan di sana
    memang indah p. cristmas
    tapi sayang penduduknya sangat sedikit
    qu di sana ditahan karena mengantar orang afghanistan dan iran
    tapi imigrasi di sana sangat enak
    aq pun ingin ke sana lagi sehabis lebaran ini

  5. Jika dilihat dari jarak yang dekat dan penduduk yang menghuni Pulau Natal ini memang selayaknya menjadi bagian dari negara kesatuan RI,tapi jika kita mau merenungkan ;
    1. Apa untungnya jika masuk wilayah RI dengan biaya yang tidak sedikit untuk memperjuangkannya.
    2. Selagi kita punya pulau-pulau perbatasan yang banyak saja sudah sulit dan kuwalahan untuk memelihara dan sulit untuk memajukannya untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan negeri tetangga.
    Dari 2 point ini saja tak perlu bermimpi tuk memiliki P. Natal,cukuplah memperkuat pertahanan & membangun Pulau-pulau di perbatasan dengan lebih cepat tumbuh dan berkembang,demi NKRI.

  6. Wah salam kenal ya mas Irawan..artikelnya bagus banget mas, ditambah sama balasan2 komentarnya,jadi semakin bertambah pengetahuan yg saya dapat :)
    Dari SD saya sering memandangi pulau ini di peta. Persepsi saya pulau ini gak memiliki potensi apa2 dan merupakan pulau kosong tak berpenghuni. Karena pada peta ada garis zona ekonomi ekslusif, dengan otomatis (maklum pikiran anak kecil) menganggap wilayah tersebut jauh dari NKRI :)

    Memang apa yg dijelaskan mas Irawan dan beberapa komentator disini benar,bahwa jauh lebih baik adalah bertindak bagaimana caranya agar pulau2 yg sdh resmi menjadi bagian dari NKRI tetap berada dalam naungan NKRI. Kita tidak perlu meributkan sesuatu yg (mungkin saja) tidak mungkin. Misalnya menuntut Australia untuk menyerahkan pulau Natal kepada NKRI. Disini yg perlu saya ingatkan kembali bahwa salah satu kebijakan Mahkama Internasional adalah “Bahwa suatu negara boleh mengklaim wilayah tertentu apabila bukti fisik negara yg bersangkutan lebih mendominasi di wilayah tersebut dibandingkan negara2 lain” (lebih kurang bahsanya seperti itu).
    Artinya apabila kita merujuk pada aturan tersebut, Australia jelas adalah pemenangnya. Bukti fisik ada, berupa pembangunan,bahasa,kesejahteraan masyarakatnya,keeratan hubungan dgn pemerintah pusat (Canberra),dll. Sementara Indonesia??? Boleh dibilang aroma keringatnya saja tidak tercium di pulau ini.

    Kasus Sipadan dan Ligitan pun juga sama. Malaysia berhasil mengklaim dua pulau tersebut karena sdh memenuhi kebijakan diatas. Bayangkan saja, di mahkama Internasional, Indonesia hanya kalah ngomong dengan Malaysia,tidak lebih!
    Sipadan dan Likitan secara politis masuk dalam NKRI, tapi secara fisik jauh dari sentuhan Indonesia. Kuala Lumpur lebih dirasakan daripada Jakarta.

    Ngomong2 soal pulau Natal yg terpencil, yuk kita berkunjung ke pulau Miangas :)
    Sebuah pulau terdepan Indonesia bagian utara yg masuk dalam provinsi Sulawesi Utara namun lebih dekat dengan Filiphina. Secara historis sekitar abad 16 atau 17,pulau Miangas masuk dalam wilayah Hindia-Belanda. Pada abad 18 Filiphina mengklaim pulau ini. Belanda pun tak tinggal diam,Belanda menuntut pulau ini kembali ke Mahkama internasional. Hasilnya dimenangkan Belanda dan Filipina bisa menerima.
    Namun data2 yg banyak terkumpul sekarang, bahwa aroma Filipina sangat dirasakan di pulau ini. Mulai dari perkawinan Miangas-Filipina,bahasa yg digunakan,hingga mata uang yg dijakdikan alat transaksi. Bahkan google map/earth pun melakukan sebuah kesalahan dengan memasukkan pulau ini ke dalam wilayah Filipina.

    Lalu apa yg sdh dilakukan pemerintah Indonesia terhadap kasus tersebut???
    Ada yg mau memberitahu saya apa yg dilakukan pemerintah Indonesia untuk tetap mempertahankan pulau tersebut agar tidak lolos seperti sipadan ligitan? #(Beneran saya gak tau,heheh)

    Yang jelas,jika kita membiarkan masyarakat miangas nyaman dengan ke-Filipina-annya,sama artinya kita siap untuk menyapinya dari NKRI. Dan jika kita tetap diam tidak membuat teguran terhadap yg empunya google map,sama artinya kita menciptakan sebuah opini dan berteriak lantang terhadap dunia,bahwa Miangas bukan bagian dari NKRI, karena siapapun yg membuka situs tersebut otomatis akan tau bahwa Miangas bukan bagian dari NKRI.

  7. Menarik banget gan.. Aq telat tahunya. Gara2 tertarik sama banyaknya imigran gelap yang ke Pulau Chistmas aq jadi nyari2 di mana tuh pulau.. Tapi jadi malah nambah pengetahuan

    Aq juga heran, n ga tau awalnya kalo Pulau Mianggas itu masuk NKRI, coz di mbah google bilangnya masuk Filipina.

    tapi…He.. mau mempertahankan pulau atau malah mau klaim pulau lain? Timor-timur aja sekarang jadi Timor Leste.. Itu aja dulu,gan yang perlu kita renungi bersama.. (maaph kalo terdengar sinis)

    • seharusnya jika kita belajar geografi dengan benar sejak SD pun mestinya kita kenal dengan pulau ini karena posisinya berpotongan dengan Zona Ekonomi Ekzklusif Indonesia

  8. mungkin, seharusnya pulau ini harus mendirikan negara sendiri alias merdeka.
    Karena jarak dari australia ke pulau itu cukup jauh. Indonesia juga tidak mungkin bisa mengakuisisinya karena aroma indonesia tidak tercium di sana.

    • kekuatan militer yang kuat bukan untuk mencaplok wilayah kedaulatan negara lain. tetapi untuk menjaga kedaulatan dan keamanan kita sendiri dan untuk menggetarkan negara2 lain yang berusaha mengusiknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s