Resensi The Geograpgy of Bliss|Kisah seorang penggerutu yang berkeliling dunia mencari negara paling membahagiakan

Apakah orang-orang di Swiss lebih bahagia karena negara mereka paling demokratis di dunia? Apakah penduduk Qatar menemukan kebahagiaan di tengah gelimang dolar dari minyak mereka? Apakah raja Bhutan seorang pengkhayal karena berinisiatif memakai indikator kebahagiaan rakyat yang disebut Gross National Happiness sebagai prioritas nasional? Kenapa penduduk di Islandia yang suhunya sangat dingin dan jauh dari mana-mana, termasuk negara yang warganya paling bahagia di dunia? Kenapa di India kebahagiaan dan kesengsaraan bisa hidup berdampingan?

Ditulis dengan wawasan yang dalam dan kocak, buku ini membawa pembaca ke tempat-tempat yang unik dan bertemu dengan orang-orang yang, anehnya, tampak akrab. Sebuah bacaan ringan yang sekaligus memancing intelektualitas pembaca.

=========================================================================

Semua hal yang ditulis di atas adalah benar kecuali satu hal yaitu “sebuah bacaan ringan”. Sebenarnya buku ini tidak benar-benar bacaan ringan kecuali bagi mereka yang selama ini berkutat di bidang ilmu sosial. Justru wawasan mendalam yang dimiliki oleh penulisnya membuat ia mampu menyajikan berbagai macam teori maupun konsep dari banyak pemikir besar untuk menerangkan ataupun mengupas fenomena yang banyak ia temui selama perjalanannya ke beberapa negara.

Yang pasti buku ini benar-benar mendorong intelektualitas kita. Buku ini mengajak kita untuk berhenti sejenak untuk memikirkan konsep kebahagiaan yang kita miliki lalu membandingkan dengan konsep-konsep kebhagiaan dari orang (negara) lain. Ataupun sekedar mentertawakan keanehan, ironi ataupun keabsurdan konsep kebahagiaan lain tanpa bermaksud merendahkan ataupun melecehkan.

Sebuah memoar perjalanan yang banyak berbicara tentang orang-orang dan pemikirannya dari tempat-tempat yang disinggahi penulisnya ternyata bisa sangat menarik dan (sekali lagi) memancing intelektualitas kita.

The Geography of Bl.iss

Ketika aku selesai membaca satu bab tentang Qatar, tiba-tiba saja aku teringat dengan lirik dari salah satu lagu Maher Zain, Awaken.

We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying
We gave charity to the poor ’cause
We couldn’t stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we’re just lying

We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn’t have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied

About these ads

3 responses to “Resensi The Geograpgy of Bliss|Kisah seorang penggerutu yang berkeliling dunia mencari negara paling membahagiakan

  1. Gross National Happiness adalah konsep yang benar2 dipelajari dan digunakan oleh institusi dunia seperti PBB. Coba, kira2 Indonesia ada peringkat keberapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s