Mas & Miss Merozoth, gay, lesbian dan liberalisme

Ketika aku membaca berita pengusiran penulis India kelahiran Uganda yang sedang melangsungkan bedah bukunya, tiba-tiba saja aku teringat dengan sebuah lagu rock dari tahun 1990.

Lagu berjudul Mas & Miss Merozoth ciptaan salah satu maestro musik rock Indonesia, Donny Fattah, dan dibawakan grup musik cadas dari Surabaya, Power Metal, tiba-tiba kembali menemukan konteksnya. Lagu yang menyoroti perilaku menyimpang dari laki-laki dan perempuan itu menjadi sangat kontekstual mengingat kampanye legalisasi hubungan, perkawinan dan pernikahan sesama jenis alias homoseksualitas begitu gencar saat ini.

Tidak hanya itu, ternyata lagu ini juga mengkritik mereka yang menggadaikan keimanannya demi ambisi (keduniaan). Anda tentu paham siapa yang dimaksud oleh “mereka yang menggadaikan keimanannya”. Salah satu rukun iman adalah meyakini Rasul-Rasul Allah. Yang manakah Rasul-Rasul itu? Tentu saja yang tersebut di dalam Al-Quran. Berdasarkan Al-Quran pula kita mengetahui bahwa tidak ada Rasul lagi setelah Muhammad saw.

Jika kini ada orang-orang yang justru menjadi pembela orang-orang yang hendak mengobrak-abrik rukun iman dengan membela orang-orang yang meyakini ada Rasul setelah Muhammad bukankah mereka telah menggadaikan keimanannya? Entah untuk menuruti keliaran pemikirannya, sekedar mencari popularitas, memperoleh label pendekar HAM atau bahkan sekedar ambisi material mengingat derasnya arus dana yang mengucur dalam proyek dekonstruksi bangunan Islam.

Power Metal

Mas & Miss Merozoth

Cipt. Donny Fattah

Bagai singa Mas menerkam milyaran

Menghujam taring ambisi peranan

Bagai ular Miss memagut jutawan

Membelit rayu Tuan Hartawan

Karna ambisi hilang kehormatan

Karna ambisi lupa keimanan

Hei… hei, Mas Merozoth

Sadarlah jangan jadi singa

Hei… hei, Mis Meloroth

Sadarlah jangan jadi ular

Bila singa atau ular jadi tuan

Jin siluman dijadikan sembahan

Jenis manut jadi dayang dan pelayan

Asap menyan tempat mohon peruntungan

Tiada guna seruan imbauan

Ayat Tuhan jadi olokan

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Hei… Hei, Mas… Merozoth

Sadarlah jangan jadi robot

Hei… Hei, Miss Meloroth

Sadarlah imanmu melorot

Reff:

Hei…, Miss ‘n’ Mas Merozoth

Ingatlah ke mana langkahmu

Hei…, Mas ‘n’ Miss Meloroth

Ingatlah ke mana arahmu

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Mas Merozoth o Miss Meloroth

Ke mana langkah arahmu????

Batavia Air jagonya telat

Setelah counter check in terlambat buka͵ kini keberangkatan pesawat juga terlambat. Sampai jam 6:39͵ Batavia Air nomer penerbangan Y6-343 (keberangkatan jam 06:00) belum bisa berangkat dengan alasan masih dilakukan pengecekan.

Alasan klasik dan terkesan mengada-ada. Bahkan jika benar demikian patut kita pertanyakan kinerja maskapai ini dalam mempersiapkan armadanya. Apalagi kini terjadi pada penerbangan shift pertama.

Jerih payah penumpang berangkat pagi2 dari rumah mestinya diganjar dengan keberangkatan tepat waktu.

Batavia Air terlambat membuka counter check in

Sudah hal biasa jika penumpang pesawat dminta datang ke bandara dua jam sebelum jam keberangkatan. Akan tetapi ketika penumpang memenuhi himbauan tersebut ternyata counter check in maskapai belum buka.

Hari ini 16 Mei 2012 sampai dengan jam 4:15 counter check in Batavia Air di terminal lC Bandara Sukarno-Hatta.

image

Batavia Air ternyata belum buka padahal penumpang sudah menumpuk.

Batavia Air harus malu dan segera berbenah.

Manifes penumpang|Jangan pernah menggunakan tiket atas nama orang lain

Aku pernah melakukan hal bodoh tersebut ketika awal-awal menggunakan pesawat terbang. Saat itu ada sebuah tiket Jakarta-Surabaya yang dicancel lalu sebuah travel menawarkan tiket tersebut kepadaku. Aku tahu bahwa saat check in tiket akan dicocokkan dengan kartu identitas akan tetapi mereka (travel) menjamin bahwa mereka mempunyai orang dalam di bandara yang bisa mengurus hal tersebut.

Ternyata yang dijanjikan travel tersebut tidak terealisasi. Mereka tidak memiliki orang dalam di bandara yang bisa meloloskanku. Akhirnya rencana pulkam pun harus dibatalkan karena aku ditolak saat check in akibat nama pada kartu identitas dan yang tertera pada tiket berbeda. Setelah itu aku menyadari kebodohanku dan tidak pernah mau lagi ditawari tiket atas nama orang lain, bahkan untuk tiket kereta api.

Pentingnya kesesuaian identitas tiket dan pemegangnya  berguna saat pembayaran kompensasi keterlambatan. Maskapai akan memastikan bahwa kompensasi diterima oleh yang berhak. Tentunya dengan verifikasi kartu identitas. Jika tiket tersebut atas nama orang lain bisa jadi kita akan gigit jari.

Apalagi jika sampai terjadi musibah. Maka keseuaian antara data tiket dengan pemegangnya menjadi lebih penting lagi. Misal si A naik pesawat terbang dengan memegang tiket atas nama B. Saat terjadi musibah atau kecelakaan pihak maskapai dan kepolisian kemungkinan akan menghubungi keluarga B berdasarkan data manifes penumpang pesawat. Padahal si B tidak jadi terbang dan mengalihkan tiketnya ke A.

Lalu santunan asuransi pun diberikan berdasarkan data manifes penumpang yang merupakan salinan dari tiket. Bisa jadi si A tidak akan mendapatkan santunan dari asuransi karena tiket yang dia pegang bukan atas namanya dan datanya pun tidak terdapat pada manifes penumpang.

 

Medical Check Up gratis|Klinik Sabila Lippo Cikarang

Klinik Salsabila yang berlokasi di Ruko Melawai Blok A No.12,  Taman Lembah Hijau, Lippo Cikarang menawarkan paket Medical Check Up (MCU) gratis terbatas untuk 100 orang. Agar dapat mengikuti MCU ini anda harus mendapatkan kupon (mendaftar)  dari klinik ini. Paket MCU gratis yang ditawarkan meliputi Konsultasi Kesehatan, Pengukuran Tekanan Darah, dan Pengetesan Kadar Gula Darah.

Jika anda berminat mengikuti MCU ini silahkan menghubungi Klinik Salsabila: 021-70990164 atau dr. Nasrullah:0821 2235 7605.

 

Medical Check Up gratis – Klinik Salsabila

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2012 – Demo lagi, sweeping lagi, akankah macet lagi?

Forum Silaturahmi Serikat Pekerja MM2100 sudah mengeluarkan rilis bahwa mereka akan mengadakan aksi turun ke jalan (Bunderan HI dan Istana Merdeka) pada tanggal 1 Mei 2012 sekaligus akan melakukan sweeping terhadap perusahaan-perusahaan di MM2100 yang tidak meliburkan karyawannya.

Semoga saja aksi kali ini tidak lagi menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Demo buruh Cikarang 1 Mei 2012

Demo buruh Cikarang 1 Mei 2012

Cara mengecek usia dan mengorek sejarah pesawat yang kita tumpangi

Apakah pesawat yang kita tumpangi masih baru? Jika pesawat lama, maskapai mana saja yang pernah mengoperasikannya? Apakah pesawat tersebut benar-benar milik maskapai bersangkutan ataukah pesawat sewaan? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu pernah terlintas dalam benak kita. Berbeda dengan kendaraan pribadi dimana data-data kepemilikan dan tahun pengeluaran adalah rahasia, maka pada pesawat terbang data-data tersebut bisa diakses dengan mudah.

Salah satu kegemaranku ketika pulang kampung dengan pesawat adalah mencatat ataupun mengingat-ingat nomer registrasi pesawat yang baru saja kutumpangi. Kadang aku juga mencatat nomer registrasi pesawat-pesawat lain yang sedang parkir di terminal bandara. Begitu sampai rumah dan terhubung dengan internet maka mulailah petualanganku mengecek sejarah dan usia pesawat-pesawat tersebut.

Citilink dengan nomer registrasi PK-GLC

Sebagai contoh pesawat Citilink pada gambar di atas  memiliki nomer registrasi PK-GLC. Ketika kita masukkan nomer registrasi tersebut pada situs http://www.planespotters.net (masih banyak situs lain yang memuat database pesawat sipil) maka tampaklah sejarah kepemilikan dan tahun pembuatan pesawat tersebut.

Ternyata pesawat tersebut pernah dipakai oleh maskapai di Kolumbia, Irlandia dan Hungaria sebelum dioperasikan oleh Citilink. Pesawat tersebut dibuat pada tahun 1998. Jadi kini usianya sudah 13 tahun lebih. Ternyata kursi pesawat yang kita duduki pernah dikentuti orang Hungaria :)

Sejarah dan usia pesawat Citilink dengan nomer registrasi PK-GLC

*gambar pesawat diunduh dari situs http://www.citilink.co.id/

Terbang murah bersama Citilink bisa memilih dan mengunci kursi sendiri

Pada masa awal merantau ke Tangerang sekitar tahun 2003-an aku sering memakai jasa Citilink untuk pulang kampung. Sebelum Lionair menggurita seperti sekarang, Citilink adalah pelopor penerbangan murah. Bahkan pernah harga tiketnya sama dengan harga tiket bus. Setelah menikah dan sering pulang kampung ke Sulawesi aku tidak pernah lagi memakai jasa Citilink karena ia tidak memiliki rute penerbangan langsung ke Sulsel.

Hari ini istriku memberitahu bahwa pembelian tiket Citilink secara online memiliki opsi pemilihan kursi dengan tambahan biaya 25.000 rupiah. Bahkan ketika harga tiket ditambah 25.000 total harganya masih lebih murah dibanding tiga maskapai lain yaitu Batavia, Sriwijaya dan Lionair untuk penerbangan Makassar – Surabaya.

Menurutku ini adalah salah satu terobosan besar yang dilakukan oleh Citilink. Fitur layanan pemilihan kursi sendiri amat sangat cocok bagi mereka yang terbang dalam rombongan besar lalu ingin duduk berdekatan. Sepengetahuanku belum ada maskapai domestik yang memiliki fitur layanan seperti ini dalam sistim online ticketing mereka. Apalagi hal ini ditunjang oleh kemudahan opsi pembayaran melalui jaringan ATM Bersama. Maka semakin lengkaplah keunggulan Citilink dibanding sesama low fare airlines yang lain.

Mengeluarkan biaya tambahan 25.000 sepadan dengan kenyamanan yang didapatkan oleh kursi barisan depan. Kursi bagian depan tidak perlu membuat kita mengantri terlalu lama di koridor pesawat karena terhalang  penumpang lain yang sibuk menaruh bagasi. Begitu juga saat mendarat kita bisa keluar lebih cepat. Selain itu kursi bagian depan relatif kurang bising dibanding kursi bagian belakang terutama kursi di samping sayap sampai ekor pesawat. Deru mesin turbojet terasa sekali bisingnya bahkan untuk pesawat terbaru Boeing 737-900ER sekalipun.

Inovasi dan persaingan bebas memang menguntungkan konsumen.

Citilink, Airbus A320-233

 

*gambar pesawat diunduh dari situs http://www.citilink.co.id/

Kampus Ukrida Cikarang|Pendidikan tinggi di Lippo Cikarang

Dibanding dengan tetangga-tetangganya (pesaing-pesaingnya) Lippo Cikarang agak tertinggal dalam hal menghadirkan, memfasilitasi ataupun membangun sarana pendidikan tinggi. Jababeka memiliki education park yang di dalamnya ada President University dan ATMI Cikarang. Sementara Delta Mas baru saja selesai membangun kampus ITSB yang megah. ITSB merupakan kerja sama antara ITB dan Sinar Mas Group.

Kampus UNJ yang dulu pernah akan dibangun di Lippo Cikarang tepatnya di samping klaster Taman Cibodas dan Taman Cibiru sampai kini masih mangkrak dan belum ada tanda-tanda akan segera dibangun. Jalan aspal di dalam calon kampus tersebut kini tertutup rumputan dan banyak yang terkelupas. Kampus UNJ kini menjadi tempat penggembalaan sapi-sapi.

Meski demikian beberapa bulan yang lalu hadir sebuah perguruan tinggi yang berlokasi di Ruko Robson Square. Universitas Kristen Krida Wacana kini membuka kampus di Lippo Cikarang. Program studi yang ditawarkan adalah Teknik Industri dengan konsentrasi Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) dan Sistem Manufaktur (Manufacturing System). Hadirnya kampus ini tentu menambah alternatif bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan S1 setelah sebelumnya juga berdiri sebuah kampus baru di Tegal Danas yang tidak seberapa jauh dari Lippo Cikarang yakni STT Pelita Bangsa.

Prospek pendidikan tinggi di Cikarang sebenarnya sangat menjanjikan karena tujuh kawasan industri di dalamnya memiliki banyak tenaga kerja lulusan SMA, SMK maupun D3. Banyak dari mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan S1 harus kuliah di Jakarta. Peluang ini seharusnya ditangkap oleh Lippo Cikarang. Visi Lippo Cikarang pun semestinya berubah. Tidak hanya sekedar “to be the best place to work, live and play” tetapi “to be the best place to work, live, play and study”. Semoga :)

Ketika pungli dan korupsi merajalela

Malam itu, dalam penerbangan ke kota Anging Mamiri aku mengobrol panjang lebar dengan seorang surveyor dari perusahaan operator BTS. Seperti kita ketahui, perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, Smartelecom, Bakritel dll tidak lagi mebangun BTS sendiri. Mereka menyewa BTS dari perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam pembangunan dan penyediaan BTS.

Semua pulau besar dan propinsi di Indonesia sudah ia kunjungi kecuali Maluku dan NTT. Dia bercerita bahwa di hampir semua tempat terdapat pungli pada saat pembangunan BTS. Besarnya bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jumlah yang tidak masuk akal, 3 juta, hanya untuk membawa kabel ke lokasi BTS.

Di antara semua tempat yang ia kunjungi, Bekasi termasuk yang paling tinggi punglinya. Dia langsung menuding ke salah satu ormas berbasis etnik Betawi sebagai pelaku pungli. Selain kepada ormas, uang pelicin biasanya juga diberikan kepada birokrasi setempat seperti kepala kampung ataupun kepala desa.

Jadi, kalau tarif telekomunikasi kita sedikit mahal, jangan heran karena di dalamnya ada komponen biaya “pungli”. Ini semakin memperkuat cerita salah satu teman kerja yang dulu juga pernah bekerja di perusahaan pembangunan BTS bahwa pungli dalam pembangunan BTS sungguh luar biasa.

Jika anda masih bersikeras bahwa korupsi “hanya” dilakukan anggota legislatif ataupun aparat pemerintah, saatnya anda melepas kacamata kuda anda dan cobalah melihat lebih luas.. Ternyata masyarakat juga berperilaku sama. Korupsi memang penyakit endemik yang sulit diberantas kecuali kita mulai dari diri kita masing-masing.