Menyimak Kicau Merajut Makna – Salim A Fillah

Di tahun 2003 ada sebuah buku karya Salim A Fillah yang sangat populer di kalangan orang-orang muda yang sedang mencari pasangan hidup, yakni Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Kini satu dasawarsa kemudian saya berkesempatan untuk membaca lagi sebuah karya dari Salim A Fillah yang pada awalnya merupakan kumpulan kicauannya di Twitter, Menyimak Kicau Merajut Makna.

Pada awalnya saya agak menyepelekan buku ini. Apa sih yang bisa dibahas oleh seseorang dengan beberapa baris kalimat di Twitter? Rupanya saya lupa, jika baris-baris kalimat itu disusun berkesinambungan akan membentuk sebuah paragraf dan halaman yang sanggup untuk membahas sebuah tema ataupun persoalan sampai tuntas.

Setelah membaca buku ini kadang saya masih belum percaya bahwa beberapa tulisan yang panjang dan lebar itu awalnya adalah sebuah kultwit. Betapa sabarnya si penulis yang menuliskan sepotong demi sepotong ide-idenya melalui Twitter untuk membuat sebuah tulisan utuh. Begitu juga betapa sabar si pengikut twit Salim untuk mengikuti sepenggal demi sepenggal kalimat ataupun pemaparannya agar bisa menangkap maksud secara keseluruhan.

Beruntung kemudian ada beberapa orang yang berinisiatif mengumpulkan serakan kicauan tersebut menjadi sebuah buku sehingga bisa lebih mudah dibaca oleh kumpulan orang yang lebih luas tidak terbatas pada pemilik akun twitter dan follower Salim saja.

Lantas apakah daya tarik utama buku ini?

Twitter tidak melulu berisi kicauan seseorang tentang aktivitas pribadinya. Sedang makan di restoran mana, sedang mengecat kuku, memotong rambut dengan model baru, sedang membaca buku apa, sedang menonton film di mana dlsb. Kicauan Salim adalah kicauan yang penuh makna dan hikmah. Dirangkai dengan kata-kata yang indah (puitis) namun jauh dari kesan bombastis.

Pemilihan katanya kadang memang kurang lazim tetapi masih mudah dicerna. Sudut pandang yang berbeda atas berbagai isu terkini justru mendekatkan isu-isu tersebut dengan pribadi pembacanya.

Kicauan Salim banyak berisi hasil bacaannya dan renungannya tentang detil-detil kehidupan orang-orang saleh, manusia-manusia terbaik, agar menjadi cermin pikiran, kata-kata dan perilaku kita sehari-hari.

Menyimak Kicau Merajut Makna

Menyimak Kicau Merajut Makna

Miracle The Reference|Al-Quranul Karim plus 22 konten

Sangat inovatif!

Sebuah usaha luar biasa untuk mempermudah kaum muslimin dalam memahami kitab suci Al-Quran. Di tiap lembar Miracle The Reference ini kita akan mendapatkan terjemah per kata, terjemah Depag, tajwid, tafsir at-Tabari, tafsir Ibnu Katsir, hadits shahih, do’a dan zikir, kosakata mukhtasar at-tabari, asbabun nuzul dan khasanah pengetahuan. Selain itu ada dua suplemen terpisah yaitu sebuah buku tipis dengan isi atlas dakwah Nabi Muhammad saw dan wirid al-Ma’tsurat, dan sebuah DVD metode praktis membaca al-Quran (metode Syabana).

Miracle The Reference|22 in 1

Di bagian belakang seperti biasa terdapat doa khatam al-Quran, lalu ditambah dengan indeks tematik dan tajwid singkat berkenaan dengan waqaf. Kemudian rangkuman asmaul husna dilengkapi dengan penjelasan singkat ditambah dengan hadits dan amalan doa yang berkaitan dengan masing-masing asma.

Meskipun terhitung cukup mahal dengan kisaran harga 300.000-an, tetapi sebanding dengan isinya. Apalagi jika selama ini kita jarang membeli buku, khusus untuk bulan Romadon ini buatlah pengecualian. Sisihkan sebagian rejeki kita untuk membeli kitab ini. Sudah selayaknya jika kita sebagai muslim mengakrabkan diri dengan kitab suci kita terutama di bulan Romadon. Miracle The Reference akan mempermudah hal itu.

Satu-satunya kelemahan adalah ukurannya cukup besar dan berat sehingga merepotkan jika harus dibawa-bawa.

Miracle The Reference|Contoh halaman

Pengantar buku Escape from Cubicle Nation-From Corporate Prisoner to Thriving Entrepreneur

Saya sudah tidak lagi bekerja pada sebuah perusahaan besar selama lebih dari sepuluh tahun. Ketika berstatus sebagai karyawan, saya bekerja untuk Apple, sebuah perusahaan yang biasa disebut tipikal perusahaan besar. Meski demikian saya hendak mengatakan bahwa tidak adil untuk menilai semua perusahaan sebagai tempat-tempat sulit dan semua start-ups sebagai surga. Tapi bagi sebagian orang, start-ups dan perusahaan kecil adalah satu-satunya jalan keluar.

Jelas bahwa anda tidak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak di sebuah perusahaan besar hanya untuk melihat Steve jobs berkata, “Pasti ada jalan yang lebih baik.” Rapat-rapat berlangsung lama dan menjemukan, pengambilan keputusan banyak diwarnai perpolitikan dan ketidakmampuan untuk mengontrol masa depan, mampu membuat banyak orang menjadi geram dan giginya bergemeretak. Itu semua bisa terjadi meskipun di perusahaan besar.

Banyak orang menjadi tertekan dalam lingkungan seperti di atas kemudian berpikir untuk keluar. Jika anda salah satu dari orang tersebut maka anda berjalan ke arah yang benar. Meski demikian mistik/takhayul tentang kewirausahaan lebih seksi daripada kenyataannya. Tak seorangpun ingin mendengar cerita tentang kegagalan atau betapa sulitnya menyelesaikan sebuah produk, melakukan penjualan dan penagihan. Setiap orang ingin berpikir mereka sedang bergabung dengan Google jenis baru dan mobil mewah dari Jerman atau Italia akan mereka miliki dalam hitungan bulan.

Escape from Cubicle Nation

Pamela Slim tidak takut untuk mengupas bagian terpahit dari petualangan dari seorang karyawan menuju seorang wirausaha. Pragmatismenya akan menenangkan kecemasan anda, dan selera humornya akan membuat anda melalui bagian tersulit dari kewirausahaan. Dia menghabiskan beberapa dekade dalam berbagai perusahaan dan paham betul akan ketakutan yang anda hadapi. Dia juga seorang wirausaha sehingga tahu betul tantangan-tantangan yang akan anda hadapi.

Tak sebuah bukupun bisa menjamin bisnis anda akan sukses setelah anda mengikuti serangkaian instruksi yang dipaparkannya. Kalaupun ada, tentu harganya pasti akan sangat mahal sekali. Meski demikian, Escape from Cubicle Nation akan membantu anda dalam membuat keputusan yang bijak tentang apakah anda akan tutup mulut dan menelan mentah-mentah kondisi saat ini ataukah anda akan memulai serangkaian aksi perlawanan.

Jadikan buku ini sebagai penelaah realitas kesulitan atau tantangan bisnis yang bagus.

Guy Kawasaki

Jakarta Book Fair 2012

Inilah salah satu bookfair yang sangat ditunggu-tunggu para pecinta buku selain Islamic Book Fair (setiap awal tahun) dan Indonesia Book Fair (setiap akhir tahun). Pesta Buku Jakarta kini kembali ke nama awalnya Jakarta Book Fair. Jakarta Book Fair 2012 akan diselenggarakan 23 Juni ~ 2 Juli 2012 bertempat di Istora Senayan, Jakarta. Kembalinya Pesta Buku Jakarta memakai nama Jakarta Book Fair  mengusung misi menjadikan Jakarta Book Fair ini sebagai salah satu book fair terbesar di Asia bahkan dunia.

Kalender book fair di Indonesia

Inilah salah satu ajang terbaik untuk menambah koleksi buku, mencari buku-buku sekolah untuk anak-anak yang sebentar lagi masuk sekolah, mencari buku-buku langka atau terbitan lama, dan jika kita beruntung biasanya selalu ada satu atau dua stand untuk buku-buku impor yang berkualitas dengan harga yang sangat miring.

Periplus memberikan diskon 50% di arena Jakarta Book Fair 2012

Bahkan jika anda tidak berniat membeli buku pun ajang book fair ini bisa dijadikan tujuan wisata di akhir pekan. Wisata tidak harus ke mall kan? Dengan berwisata di book fair anda akan mengetahui geliat ilmu pengetahuan yang salahsatunya ditunjukkan oleh buku-buku yang diterbitkan. Seringkali kita dibuat terkagum-kagum oleh kreativitas pengarang maupun penerbit dalam menghadirkan desain, tema maupun konsep buku baru.

Buku-buku terbitan Serambi – diskon 40% – 55%

Saya jamin anda tidak akan rugi menghadiri Jakarta Book Fair 2012 ini :)

Tidak ada tiket masuk. Alias gratis.. tis… Bandingkan dengan PRJ yang tiketnya 20.000

Toko buku elex Comic Center Lippo Cikarang

Setelah sebelumnya hadir toko buku baru yaitu Toko Buku Salemba di Mall Lippo Cikarang, kini hadir sebuah toko buku lagi di Lippo Cikarang, elex Comic Center. elex Comic Center berlokasi di Ruko Ventura Blok E2, di samping kantor pusat Lippo Cikarang.

elex Comic Center – Lippo Cikarang

Menurut pemiliknya, hadirnya elex Comic Center di Lippo Cikarang ini berawal dari sulitnya mendapatkan buku-buku bagi anak-anaknya karena toko buku satu-satunya di Lippo Cikarang tidak menyuguhkan banyak pilihan. Untuk mendapatkan buku-buku yang bagus mereka harus ke Bekasi.

Solusi muncul saat Elex Media Komputindo menawarkan peluang waralaba toko buku. Mereka menangkap peluang tersebut dan hadirlah elex Comic Center di Lippo Cikarang.

Koleksi novel di toko buku elex Comic Center – Lippo Cikarang

Meski mengusung nama Comic Center, koleksinya tidak terbatas pada komik saja. Berbagai novel anak, novel remaja hingga novel dewasa bisa anda temukan di sini. Termasuk juga novel grafis, komik pengetahuan, buku-buku pengetahuan dan ketrampilan untuk anak-anak. Buku-buku impor untuk anak-anak juga bisa anda temukan, misalnya koleksi Thomas and Friends.

Kartu anggota ECC

elex Media Center Lippo Cikarang juga menyediakan persewaan buku dan komik yang berada di lantai dua. Tarif sewa berkisar antara 10-15% dari harga buku. Tersedia beberapa pilihan paket keanggotaan, mulai dari hanya 10.000 rupiah untuk mendapatkan kartu diskon saja atau anda bisa menambahkan deposit yang berfungsi untuk menyewa buku. Deposit untuk menyewa buku sebesar 50.000 atau 100.000. Kartu diskon berlaku sepanjang tahun untuk semua produk Kelompok Penerbit Gramedia dengan besaran diskon yang berbeda-beda.

Tertarik?? Hubungi nomer telepon di bawah ini atau datang langsung ke lokasi. Jangan lupa miliki kartu anggotanya :)

elex Comic Center

Peta lokasi elex Comic Center Lippo Cikarang (klik untuk memperbesar)

Resensi The Geograpgy of Bliss|Kisah seorang penggerutu yang berkeliling dunia mencari negara paling membahagiakan

Apakah orang-orang di Swiss lebih bahagia karena negara mereka paling demokratis di dunia? Apakah penduduk Qatar menemukan kebahagiaan di tengah gelimang dolar dari minyak mereka? Apakah raja Bhutan seorang pengkhayal karena berinisiatif memakai indikator kebahagiaan rakyat yang disebut Gross National Happiness sebagai prioritas nasional? Kenapa penduduk di Islandia yang suhunya sangat dingin dan jauh dari mana-mana, termasuk negara yang warganya paling bahagia di dunia? Kenapa di India kebahagiaan dan kesengsaraan bisa hidup berdampingan?

Ditulis dengan wawasan yang dalam dan kocak, buku ini membawa pembaca ke tempat-tempat yang unik dan bertemu dengan orang-orang yang, anehnya, tampak akrab. Sebuah bacaan ringan yang sekaligus memancing intelektualitas pembaca.

=========================================================================

Semua hal yang ditulis di atas adalah benar kecuali satu hal yaitu “sebuah bacaan ringan”. Sebenarnya buku ini tidak benar-benar bacaan ringan kecuali bagi mereka yang selama ini berkutat di bidang ilmu sosial. Justru wawasan mendalam yang dimiliki oleh penulisnya membuat ia mampu menyajikan berbagai macam teori maupun konsep dari banyak pemikir besar untuk menerangkan ataupun mengupas fenomena yang banyak ia temui selama perjalanannya ke beberapa negara.

Yang pasti buku ini benar-benar mendorong intelektualitas kita. Buku ini mengajak kita untuk berhenti sejenak untuk memikirkan konsep kebahagiaan yang kita miliki lalu membandingkan dengan konsep-konsep kebhagiaan dari orang (negara) lain. Ataupun sekedar mentertawakan keanehan, ironi ataupun keabsurdan konsep kebahagiaan lain tanpa bermaksud merendahkan ataupun melecehkan.

Sebuah memoar perjalanan yang banyak berbicara tentang orang-orang dan pemikirannya dari tempat-tempat yang disinggahi penulisnya ternyata bisa sangat menarik dan (sekali lagi) memancing intelektualitas kita.

The Geography of Bl.iss

Ketika aku selesai membaca satu bab tentang Qatar, tiba-tiba saja aku teringat dengan lirik dari salah satu lagu Maher Zain, Awaken.

We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying
We gave charity to the poor ’cause
We couldn’t stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we’re just lying

We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn’t have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied

Toko Buku Salemba – Mall Lippo Cikarang

Well, I’m a little bit surprised. Berhentinya operasi Book City di Mall Lippo Cikarang sebulan yang lalu ternyata segera diisi oleh toko buku baru yakni Toko Buku Salemba. Meski berganti toko buku tetapi aroma Book City masih tercium kuat karena properti dan layout-nya masih menggunakan yang lama. Seolah-olah hanya berganti nama dan isi saja.

Toko Buku Salemba - Mall Lippo Cikarang

Dari segi koleksi, macam dan ragamnya justru terasa lebih sedikit. Semoga saja karena toko buku ini masih baru di Cikarang.

Kemarin aku sudah terasa betapa tidak enak dan tidak nyamannya jika di lingkungan kita tidak memiliki toko buku. Walaupun belum tentu selalu membeli buku ketika ke toko buku akan tetapi setidaknya kita mengetahui perkembangan pengetahuan melalui koleksi buku-buku disuatu toko buku. Begitu juga orangtua yang hendak membelikan bahan-bahan bacaan ataupun buku-buku suplemen selain buku-buku resmi dari sekolah pasti akan kesulitan. Selain itu toko buku adalah salah satu alasan bagi sebagian orang tetap mengunjungi mall.

Yang menarik dari Toko Buku Salemba adalah koleksi dari roman, buku-buku cerita rakyat maupun terjemahan dari masa-masa keemasan Balai Pustaka dan Dian Rakyat. Di toko buku ini aku menjumpai Belenggu karya Armin Pane, Atheis karya Achdiat Kartamiharja, Anak Perempuan di Sarang Penyamun karya St Takdir Alisyahbana dan beberapa roman lain dari Balai Pustaka misalnya Salah Pilih karya Nur St Iskandar.

Sambil menunggu kepastian Gramedia membuka toko bukunya di CityWalk, kehadiran Toko Buku Salemba ini cukup menghibur.

Roman angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru di Toko Buku Salemba, Mall Lippo Cikarang

Islamic Book Fair 2012|Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Qurani

Dari tahun ke tahun perhelatan Islamic Book Fair menujukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah pengunjung meningkat pesat begitu pula nilai transaksi atau penjualan selama pekan buku ini berlangsung.

Jumlah pengunjung Islamic Book Fair

Pada Islamic Book Fair 2012 ini diperkirakan jumlah pengunjung akan mencapai 395 ribu orang. Sepertinya tidak lama lagi jumlah pengunjung IBF akan menembus angka 500 ribu. Tidak heran jika dari tahun ke tahun Istora terasa sesak selama pekan buku berlangsung. Dalam beberapa tahun ke depan harus dicari tempat yang lebih representatif agar pengunjung merasa nyaman.

Buku-buku Islam yang dalam beberapa dekade lalu hanya menjadi pelengkap pasar buku nasional kini justru menjadi salah satu segmen utama. Populasi umat Islam yang besar, meningkatnya pendapatan masyarakat dan budaya baca turut mendorong semaraknya buku-buku Islam. Tidak boleh dilupakan juga maraknya gerakan dakwah dari berbagai organisasi Islam yang membuat anggotanya membutuhkan buku-buku referensi keIslaman. Bukan tidak mungkin jika suatu saat Indonesia Islamic Book Fair ini akan menjadi kiblat bagi pekan buku semacam Frankfurt Book Fair.

Bagi anda penggemar buku jangan lewatkan IBF 2012 yang akan berlangsung pada 9-18 Maret 2012. Selain buku-buku Islam pada pekan buku ini juga hadir buku-buku umum dari penerbit buku umum sendiri maupun penerbit buku-buku Islam yang kini melebarkan sayapnya. Jangan heran jika novel-novel terjemahan dari luar negeri banyak dijumpai pada pekan buku ini.

Nilai penjualan Islamic Book Fair

Sumber data : IKAPI (diolah kembali dari Republika, 9 Februari 2012)

(Resensi) buku Relawan Dunia karya Firman Venayaksa, Langlang Randhawa dkk dari Rumah Dunia

Walaupun sudah lama mendengar nama Gol A Gong (dulu Gola Gong) tetapi aku jarang menikmati karya-karyanya. Meski begitu kiprahnya di Rumah Dunia pernah kubaca di majalah.

Tak disangka pada IBF 2011 di hari Sabtu 3 Desember aku bertemu dengan pengarang multitalenta ini. Awalnya aku tertarik dengan adanya “keributan” di stand KPG. Rupanya di situ ada peluncuran buku baru. Si pengarang beserta bala tentaranya berkoar-koar mempromosikan buku-bukunya yang baru terbit yang berjumlah tiga buah.

Buku Relawan Dunia dan tanda tangan pengarangnya

“Pak, Bu! Kenal dengan Gol A Gong tidak?!” Emangnya ente artis yang tiap hari muncul di layar kaca? Beberapa orang yang gemar mengikuti dunia perbukuan, pernovelan atau pembaca majalah Hai di tahun 80-90an mungkin masih kenal.

“Oh, yang tadi muncul di TV ya?”, beberapa orang mengenali dirinya. Sayang aku tidak punya televisi jadi aku tidak tahu kemunculan si Gol A Gong ini dalam acara bertajuk apa.

Ohh, ini ya si Gol A Gong. Pengarang yang identik dengan Balada Si Roy ini sudah kelihatan berumur. Rambutnya yang panjang sebahu mulai ditumbuhi uban. Posturnya yang tegap dan tinggi masih nampak gagah. Gayanya masih seperti anak muda dengan celana dan jaket jeans dan sepatu trekking. (Memangnya kalau sudah tua tidak boleh bergaya seperti itu :P ).

Awalnya aku kurang tertarik dengan buku-buku mereka. Tetapi embel-embel bahwa royaltinya akan disumbangkan untuk kegiatan Rumah Dunia meluluhkan ketidaktertarikanku. Plus bonus tandatangan dari pengarang-pengarangnya akhirnya mendorongku untuk memungut dua buah buku dan berjalan ke kasir.

Relawan Dunia dan Mother Bukan Monster akhirnya mengisi keranjangku. Di buku Relawan Dunia aku mendapatkan tanda tangan dari tiga pengarangnya. Untuk buku Mother Bukan Monster aku mendapatkan tanda tangan dari Gol A Gong dan istrinya, Tias Tatanka. Buku ini sengaja kuhadiahkan untuk istriku sehingga aku minta disertakan nama istriku pada pengantar tanda tangannya.

Mother Bukan Monster

Semalam aku menjadikan buku Relawan Dunia sebagai pengantar tidur. Alih-alih membuatku terlelap buku ini justru mencegahku untuk tertidur dan mendorongku untuk terus melahap halaman demi halamannya. Kisah-kisah dari relawan sekaligus cantrik (kuanggap Rumah Dunia semacam padepokan) ini sungguh-sungguh memikat.

Jika di majalah aku hanya mendapat gambaran sekilas tentang aktivitas Rumah Dunia maka di buku ini aku mendapatkan gambaran secara gamblang betapa seru, padat, meriah, kreatif dan bermanfaatnya kegiatan-kegiatan mereka dalam menumbuhkan budaya dan ketrampilan literasi serta menyemaikan mimpi-mimpi dari anak-anak pinggiran.

Jerih payah tak kenal lelah dan tanpa pamrih dari Rumah Dunia berjasil menumbuhkan minat baca, ketrampilan menulis, keahlian berpidato, ketrampilan reportase dll dari anak-anak yang kebanyakan kurang beruntung secara ekonomi.

Ini tergambar dari beragamnya latar belakang relawan-relawan Rumah Dunia yang kini berhasil mengentaskan diri dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Ada pemulung, buruh pabrik, pembantu, penjual gorengan, dll yang berasal dari lingkungan sekitar yang berhasil menyemai, memupuk dan merawat impiannya hingga berbuah saat ini.

Oleh Gol A Gong anak-anak yang terbiasa dengan kehidupan yang liat dan keras itu digembleng dan ditempa di padepokannya. Awalnya mereka diperkenalkan dulu dengan belantara buku-buku dan diajak bersenang-senang dengan berbagai macam mainan yang jarang dimiliki oleh anak-anak pelosok. Mereka yang ingin mengikuti latihan menulis diwajibkan membawa karya mereka berupa puisi ataupun prosa.

Beberapa orang yang menonjol dan militan akhirnya dijadikan relawan dan diperbolehkan tinggal di Rumah Dunia. Tinggal di Rumah Dunia berarti mereka menjadi bagian dari keluarga Gol A Gong sehingga mereka makan dan minum dengan menu yang sama. Yang menggelitik, awalnya mereka malu-malu dan segan untuk makan bersama. Beberapa diantaranya malah mengendap-endap dan menunggu Gol A Gong dan keluarganya makan dulu. Meski mengendap-endap beberapa diantaranya justru menghabiskan makanan di dapur :)

Rumah Dunia dan relawannya (sumber: rumahdunia.com)

 

Relawan-relawan tersebut diajar untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Saat ada satrawan besar yang mampir ke Rumah Dunia mereka selalu diperkenalkan agar tidak merasa canggung. Mereka diajar berpidato, mewawancarai orang-orang penting dan menulis berita bagi koran-koran lokal di Banten.

Banyak dari relawan-relawan tersebut akhirnya bisa bersekolah sampai perguruan tinggi dengan royalti dari buku/novel yang terinspirasi dari kisah mereka sendiri ataupun sumbangan dari donatur. Tidak sedikit pula yang membiayai pendidikannya dengan jerih payah sendiri berbekal pengetahuan, keterampilan dan jaringan yang dibangunnya melalui Rumah Dunia.

Kini relawan-relawan itu berhasil menjadi orang-orang yang barangkali tidak pernah terbersit dalam pikiran mereka ataupun sesuatu yang musykil pada awalnya andai mereka tidak bertemu dan “nyantrik” di Rumah Dunia. Bagi kita, bisa jadi prestasi mereka biasa-biasa saja. Tapi saat kita mengetahui latar belakang mereka maka itu adalah hasil dari kerja keras dan semangat yang luar biasa dari relawan itu sendiri juga Gol A Gong.

Beruntung kampung Ciloang (juga Indonesia) memiliki orang sekaliber Gol A Gong. Kini Rumah Dunia sudah menyebarkan gerakan budaya literasi ini ke seluruh Indonesia. Bahkan salah satu bagian terdepan di Laut Cina Selatan yakni Pulau Natuna sudah mereka rambah dan garap.