Miracle The Reference|Al-Quranul Karim plus 22 konten

Sangat inovatif!

Sebuah usaha luar biasa untuk mempermudah kaum muslimin dalam memahami kitab suci Al-Quran. Di tiap lembar Miracle The Reference ini kita akan mendapatkan terjemah per kata, terjemah Depag, tajwid, tafsir at-Tabari, tafsir Ibnu Katsir, hadits shahih, do’a dan zikir, kosakata mukhtasar at-tabari, asbabun nuzul dan khasanah pengetahuan. Selain itu ada dua suplemen terpisah yaitu sebuah buku tipis dengan isi atlas dakwah Nabi Muhammad saw dan wirid al-Ma’tsurat, dan sebuah DVD metode praktis membaca al-Quran (metode Syabana).

Miracle The Reference|22 in 1

Di bagian belakang seperti biasa terdapat doa khatam al-Quran, lalu ditambah dengan indeks tematik dan tajwid singkat berkenaan dengan waqaf. Kemudian rangkuman asmaul husna dilengkapi dengan penjelasan singkat ditambah dengan hadits dan amalan doa yang berkaitan dengan masing-masing asma.

Meskipun terhitung cukup mahal dengan kisaran harga 300.000-an, tetapi sebanding dengan isinya. Apalagi jika selama ini kita jarang membeli buku, khusus untuk bulan Romadon ini buatlah pengecualian. Sisihkan sebagian rejeki kita untuk membeli kitab ini. Sudah selayaknya jika kita sebagai muslim mengakrabkan diri dengan kitab suci kita terutama di bulan Romadon. Miracle The Reference akan mempermudah hal itu.

Satu-satunya kelemahan adalah ukurannya cukup besar dan berat sehingga merepotkan jika harus dibawa-bawa.

Miracle The Reference|Contoh halaman

Murotal Al-Quran berkualitas tinggi

Romadon akan datang sebentar lagi. Salah satu yang dianjurkan pada bulan tersebut adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Sayangnya kondisi berpuasa seringkali membuat daya tahan kita berkurang saat membaca Al-Quran di siang hari karena tenggorokan kering. Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa menyimak bacaan dari para syaikh sambil mengikutinya dengan mushaf Al-Quran. Cara ini akan memperingan sekaligus bisa memperbaiki bacaan kita (tajwid maupun lagunya).

Laman quranicaudio yang elegan

Saat ini tidak sulit mendapatkan murotal Al-Quran. Salah satu yang bisa kita tuju adalah situs quranicaudio.com. Anda bisa mendapatkan murotal Al-Quran berkualitas tinggi dari 59 orang syaikh. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah murotal dari syaikh Mishari Rashid al-`Afasy. Selain menjadi imam Masjid Besar Kuwait beliau adalah seorang munsyid. Tidak heran jika suaranya sangat merdu.

Semua murotal tersedia secara gratis dengan syarat kita hanya memakainya untuk kepentingan pribadi bukan untuk tujuan komersial. Selamat mengunduh :)

Dua macam jamaah dalam sholat

Hadits tentang merapikan dan merapatkan shaf dalam sholat tentu populer bagi kita karena beberapa imam sholat biasanya mengingatkan jamaahnya agar merapikan dan merapatkan shaf. Salah satunya adalah hadits berikut ini:

Meski beberapa hadits tentang kerapian dan kerapatan shaf sangat populer tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah. Ada orang yang terbiasa rapat ada juga orang yang terbiasa mengambil jarak.  Mereka yang tidak tahu atau tidak terbiasa tubuhnya bersentuhan dengan saudaranya saat dalam shaf cenderung mengambil jarak dengan jamaah lainnya. Mereka ini tidak akan bisa diajak merapatkan bahu dan kakinya. Semakin anda merapatkan diri semakin mereka menarik dirinya. Akibatnya shaf justru menjadi tidak rapi dan rapat.

Karena itu jika anda termasuk orang yang istiqomah dalam hal merapatkan dan merapikan barisan ini ada baiknya ketika mulai membentuk shaf anda merapatkan diri dulu. Jika jamaah lain menarik dirinya jangan dikejar dengan semakin melebarkan kaki anda. Biarkan saja mereka menarik diri lalu anda bisa menggeser tubuh anda sedikit sambil mendekatkan bahu/lengan. Hal ini biasanya lebih mudah karena sebagian orang mungkin risih bersentuhan kulit (walaupun kaki). Setelah sholat berjalan maka akan terapatkan dengan sendirinya dan saat itu mereka tidak sadar kalau sudah dipepet/dirapatkan.

Ada kejadian lucu dimana seseorang yang tidak terbiasa merapatkan diri dalam shaf marah-marah karena merasa didesak terus menerus dari jamaah lainya yang berusaha merapatkan diri ketika sholat akan dimulai sementara dia tidak terbiasa demikian. Sampai-sampai dia berkata, “Mau lo apa sih?”  :)

Yuk, sholat berjamaah!

(cmiiw)

Ilustrasi shaf dalam sholat berjamaah

Tidak sempat sahur? Banyak temannya kok

Terlambat bangun dan tidak sempat sahur?
Jangan cemas. Banyak temannya. Kok bisa?

Di bulan Agustus ini saudara-saudara kita yang berada di belahan bumi utara sedang mengalami musim panas di mana siang lebih panjang daripada malam. Kota-kota atau negara-negara yang berada pada lintang 60 atau lebih (misal: Oslo, Stockholm, Helsinki, St. Petersburgh, Anchorage), puasanya minimal bisa sampai 18 jam.

Nah jika anda tidak sempat sahur dan sebelumnya tidur pada jam 10 malam dan sempat makan atau minum dulu maka jika ditotal sampai dengan saat berbuka keesokan harinya adalah 20 jam. Tidak berbeda jauh dengan mereka yang saat ini berpuasa pada lintang 60 ke atas di belahan bumi utara :) . Meski demikian kita akan kehilangan berkah dari sahur.

Garis (imajiner) Lintang pada Bumi (sumber: http://www.visualdictionaryonline.com)

Inilah hikmah dibalik kalender komariah (lunar calendar). Saudara-saudara kita yang berada di lintang tinggi di belahan bumi utara dan selatan secara bergantian akan mengalami puasa dengan hari panjang maupun pendek. Sebagai contoh, mereka yang tinggal di Wellington, Sidney, Cape Town, Buenos Aires kini berpuasa dengan hari yang lebih pendek. Ketika nanti Romadon jatuh pada bulan Januari maka mereka akan berpuasa dengan hari yang panjang. Jika dirata-rata maka lamanya jam puasa tersebut akan sama.

Bayangkan jika penanggalan Islam memakai kalender syamsiah (solar calendar) maka akan ada mereka yang selamanya berpuasa dengan jam panjang dan mereka yang berpuasa pada hari pendek. Tidak adil bukan?

Misalnya Romadon dipatok pada bulan Agustus maka mereka yang berada di lintang tinggi belahan bumi utara akan selamanya berpuasa dengan jam yang panjang . Dan mereka yang berada di lintang tinggi belahan bumi selatan akan selamanya berpuasa dengan jam yang pendek.

Karena itu jika kita melihat pemeluk Nasrani maka mereka yang tinggal di Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Argentina, Uruguay dan Chili tidak akan pernah mengalami white Christmas alias Natal bersalju.

Lagu-lagu bertema Ramadan|Ramadan theme songs

Tompi - Soulful RamadanIndiejazz - Sound of Belief

Untuk menambah semarak Romadon, lagu-lagu/nasyid-nasyid berkut ini bisa dimasukkan dalam playlist.

1. Tasya – Album Ketupat Lebaran

  • Ketupat Lebaran
  • Idul Fitri
  • Arti Puasa
  • Sahur Tiba

2. Indiejazz – Album Sound of Belief

  • Chanting for Life

3. Native Deen

  • Ramadan is Here (bisa diunduh gratis dan legal dari Youtube :) )
  • Eid Morning

4. Tompi – Album Soulful Ramadan

  • Ramadan Datang
  • Idul Fitri

5. Rabbani – Album Intifada

  • Lailatul Qadar

6. Gradasi – Gradasi V- Sebuah Profil

  • Sambut Ramadhan
  • Sahur
  • Doa Khatam Quran

7. Gita Gutawa – Balada Shalawat

  • Lelaki Sempurna
  • Idul Fitri
  • Salam Ramadan

8. Zero – Manusia Pencinta

  • Malam 1000 Bulan

Al Hidayah Islamic School (AHIS) Study Center

AHIS Study Center membuka program :

AHIS (Al Hidayah Islamic School)

Hafalan Al Quran

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Dewasa

Bahasa Arab

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Dewasa

Islamic Studies

  • Aqidah
  • Fiqh
  • Sejarah Islam

Konsultasi Agama

  • Konsultasi Umrah-Haji

Tahsin

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Dewasa

Bimbingan Belajar

  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Matematika
  • Science
  • Calistung

Fasilitas

  • Kelas ber-AC
  • Sertifikat
  • Belajar sore-malam

Info pendaftaran:

Kantor Ahis, Jl. Dahlia Raya

Komplek Masjid Al Hidayah, Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Telepon : 021-89901706 (AHIS)

Program AHIS Study Center

Bujang dan Jenderal Portugis|Maknai hidup ala si Bujang

Bujang is back!

Seperti halnya diriku, istriku agak meremehkan serial si Bujang ketika pada buku pertama – Bujang dan Putri Malaka – dibuka oleh beberapa kisah fabel dimana ada harimau jinak dan kera-kera penghuni sebuah bukit yang bisa diperintah manusia. Seperti kisah pengantar tidur untuk anak-anak saja :) .

Meski demikian setelah membaca halaman demi halaman dari buku tersebut semakin aku tertarik dengan gaya bahasa dan bercerita dari pengarangnya. Buku yang sebenarnya hendak menanamkan nilai-nilai moral Islam ini disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan kocak. Jauh dari kesan menggurui.

Kita akan tersenyum-senyum bahkan tertawa ketika nama beberapa tokoh dalam kisah ini merupakan plesetan dari tokoh-tokoh di dunia nyata. Logika-logika yang disampaikan pun mudah dicerna pada beberapa kisah yang dimaksudkan untuk mematahkan beberapa pemikiran liberal dalam Islam.

Bujang dan Jenderal Portugis (sumber: http://ciceropublishing.com)

Pada buku kedua ini – Bujang dan Jenderal Portugis – si Bujang langsung berhadapan dengan berbagai macam persoalan serius yang melanda Kesultanan Riak Damai. Berbagai kisah yang dijadikan alat untuk menyampaikan hikmah lebih berbobot dan seru dibanding buku pertama. Ada intrik dan persaingan untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan. Sebuah hal yang jamak terjadi di masa lalu yang membuat timbul tenggelamnya berbagai kerjaan maupun kesultanan di Nusantara.

Harus diakui bahwa pengarang buku ini, Harlis Kurniawan, sangat pandai memungut hikmah dari berbagai peristiwa sehari-hari yang ia alami. Pada beberapa kisah ia akan memberikan catatan kaki tentang kisah nyata/pengalamannya yang memicu lahirnya hikmah-hikmah tersebut. Begitu juga buku-buku yang menjadi referensi dari sebuah hikmah terdapat pada catatan kaki. Hal ini tentu saja memudahkan kita saat kita ingin menelaah lebih jauh tentang sebuah hikmah dengan mencari dan membaca referensinya.

Berikut cuplikan dari kata pengantar yang ditulis oleh Ibnu Wahyudi, “Perpaduan antara bercerita biasa dengan mengedepankan  muatan moralitas yang dapat saja bersumber dari kitab suci maupun kearifan tempatan yang dikemas dengan bahasa yang komunikatif, merupakan kelebih dan sekaligus kekuatan buku ini.”

Buku ini sangat direkomendasikan untuk mengisi rak buku anda. Harganya 49.500.

Maher Zain – nasyid beraliran R&B

Biip… biiip! Ada pesan masuk.

“Pa kabar bro? Sudah dengan lagu2nya Maher Zain? Try it out, Sob!”

Maher Zain - Thank You Allah

Penasaran dengan info tersebut langsung menuju 4shared.com. Ternyata sudah ada yang mengunggah satu album lengkap. Sayangnya beberapa track diunduh oleh ratusan ribu orang sehingga hanya premium member yang bisa mengunduhnya.

Karena penasarn akhirnya kucoba bertanya ke Mbah Google dan bertemu dengan situs index-of-mp3.com. Such a powerful site! Melalui situ ini aku mendapatkan banyak pranala yang berkaitan dengan lagu-lagunya Maher Zain. Beberapa pranala mengarahkan ke 4shared.com tetapi banyak juga yang mengarahkan ke situs-situs lain sehingga albumnya bisa kuunduh secara lengkap.

Maher Zain – Thank You Allah

Sepertinya kawasan Skandinavia akan melahirkan banyak penyanyi religi Islami. Setelah Outlandish sempat populer, kini ada lagi munsyid baru bernama Maher Zain . Maher Zain penyanyi kelahiran Libanon yang kini bermukin di Stockolhm, Swedia  meluncurkan album pertamanya yang berjudul Thank You Allah.

Album ini berisi 13 lagu. Beberapa tack yang paling kusuka adalah Awaken, Thank You Allah, In Shaa Allah dan Hold My Hand. Dengan konsep nasyid R&B diharapkan pesan-pesan nasyid ini akan sampai kepada pendengar yang lebih luas dan beragam.

Bagi anda yang kurang suka dengan nasyid tradisional seperti Raihan, Rabbani, Sohar atau Izis, Maher Zain patut dipertimbangkan. Jika anda adalah penggemar musik R&B kenapa tidak mencoba lagu-lagu R&B dengan lirik-lirik yang bagus yang akan menggugah/mengingatkan kesadaran anda akan nilai-nilai spiritual?

Fyi, video klip dari Maher Zain bisa anda peroleh dengan mudah di Youtube. Bahkan beberapa videonya mencetak hits telah ditonton dan diunduh oleh jutaan orang.

Kini album Thank You Allah  edisi Indonesia bisa anda dapatkan di toko-toko musik terkemuka.

Shaf terdepan | Mental inferior bangsa Indonesia

Ketika anda memasuki masjid untuk melakukan sholat fardu berjamaah cobalah amati bagaimana jamaah masjid tersebut menyusun atau menempati shaf-shaf. Jika mereka langsung menata diri memenuhi shaf-shaf terdepan kita patut bersyukur karena mereka telah mengamalkan sunah Rasul.

Shaf lurus dan rapat (sumber: ptdi.info)
Shaf lurus dan rapat (sumber: ptdi.info)

Yang sering terjadi adalah jarang sekali jamaah sholat fardu mengisi shaf-shaf terdepan. Mereka justeru menempati shaf-shaf kedua dan ketiga. Sangat disayangkan bahwa mereka menyiak-nyiakan salah satu keutamaan sholat berjamaah dengan tidak mengisi shaf terdepan. Selain itu ada kemungkinan mereka akan menghalangi saudara-saudaranya untuk mengisi shaf terdepan akibat jamaah pada shaf-shaf kedua dan ketiga itu melakukan sholat sunah sehingga tidak bisa dilewati.

Dari Abu Huroiroh Rodhiallahu ‘anhu, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Andaikan orang-orang mengetahui pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian untuk mendapatkan itu harus berundi, pasti mereka akan berundi, dan andaikan mereka mengetahui pahala datang lebih dahulu untuk sholat berjama’ah, pasti mereka akan berlomba (untuk mendapatkannya), dan andaikan mereka mengetahui pahala (dalam) shalat ‘Isya’ dan Shubuh (berjama’ah di masjid) pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak-rangkak.”
(H.R. Muttafaqun ‘Alaih)

Fenomena kosongnya shaf/baris terdepan ini rupanya tidak hanya terjadi dalam sholat. Dalam berbagai pertemuan, meeting atau acara-acara yang melibatkan banyak orang barisan terdepan justeru menjadi barisan paling akhir yang penuh terisi.

Aku khawatir jika ini adalah sisa-sisa penjajahan Belanda ketika segregasi/kelas sosial diaplikasikan dalam ruang dan acara-acara publik. Baris terdepan adalah milik penguasa Belanda dan orang-orang Eropa, baris kedua adalah bangsa-sangsa perantau yang menetap di Indonesia seperti Arab, India dan Tionghoa barulah baris ketiga dan seterusnya milik orang-orang pribumi.

Begitu melekatnya pengkelasan status sosial ini sehingga secara tidak sadar kakek-kakek kita mewariskan keengganan (ketakutan) untuk menempati baris terdepan kepada bapak-bapak kita. Dan kita pun secara tidak sadar mewarisi keengganan mengisi baris terdepan dari bapak-bapak kita karena kita melihat beliau-beliau enggan menempati baris terdepan dalam acara musyawarah RT/RW, pengambilan rapor/ijazah, bahkan dalam sholat berjamaah di masjid.

Kembali kepada hadits di atas kita bisa melihat betapa cerdasnya Rasulullah mendidik para sahabat menjadi pribadi-pribadi unggulan yang kompetitif dengan menjelaskan keutamaan shaf terdepan. Para sahabat adalah orang-orang yang selalu berlomba menjadi yang pertama dalam sholat berjamaah dengan menempati shaf terdepan dan yang lebih utama lagi adalah di sebelah kanan imam.