Rokok kretek versus gizi keluarga Indonesia

Uang sepuluh ribu (Rp 10.000) bisa berarti banyak. Daftar belanjaku pagi ini adalah sbb:

- 2 buah tomat (1000)
- 2 buah timun (1000)
- seikat selada air (1000)
- seikat sawi hijau (2000)
- 2 butir telur (2500)
- sebungkus bumbu pecel (2500).
Ternyata dengan uang hanya sepuluh ribu rupiah kita sudah bisa memenuhi kebutuhan gizi kita (sayur, buah dan protein).
Sepuluh ribu rupiah itulah yang sering dihabiskan oleh banyak orang untuk membeli sebungkus rokok. Andai saja mereka bisa berhenti merokok dan mengalihkannya bagi pemenuhan gizi keluarga tentu akan semakin banyak anak-anak sehat.
Begitu pula masih banyak orang berpikir susu adalah minuman mewah padahal harga sekotak susu bubuk kemasan 200 gram hanya 14.000 rupiah. Tidak terpaut jauh dari harga sebungkus rokok. Andai saja mereka menglihkan kemewahan mengisap rokok dengan kemewahan meminum susu pasti akan semakin banyak keluarga sehat.

Rokok kretek dan sayuran

Makan murah di Bandara Sukarno Hatta

Tidak semua penumpang pesawat adalah mereka yang berkantong tebal. Termasuk saya :) Salah satu kendala bagi penumpang pesawat berkantong pas-pasan adalah mahalnya harga makanan di bandara.

Red Corner yang terletak di antara terminal kedatangan 1A dan terminal keberangkatan 1B bisa menjadi alternatif bagi kita untuk mencari makanan yang pas di kantong.

Letaknya yang agak tersembunyi membuat banyak orang tidak menyadari keberadaannya. Padahal di dalamnya ada berbagai macam kedai/warung, bakery dan satu minimart.

Di Indomart yang berada di dalam Red Corner inilah sya menemukan menu yang pas di kantong. Sebuah nasi kotak bermerek Yummy seharga 20.000 cukup menggugah selera. Di dalamnya ada sayur timun, kering tempe, ayam goreng, telur separuh dan sambal. Nasinya adalah nasi kuning. Dengan harga 20.000 rupiah anda bisa menghangatkan nasinya di microwave dan mendapat sebotol air minum 500 ml.

Red Corner @ Terminal Kedatangan 1A Bandara Sukarno Hatta

Kailan |sayur hijau nan lezat

Awal perkenalan dengan sayuran jenis ini saat makan tumis di bandara. Penasaran dengan rasa dan teksturnya yang cocok di lidah aku mulai browsing dan bertanya ke teman-temanku yang biasa berpetualang kuliner.  Walaupun menemukan jalan buntu secara kebetulan beberapa hari berikutnya aku mendapatkannya di toko sayur dekat rumah. It’s kailan/gai-lan (Brassica oleraceae var. alboglabra).

Kailan (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Brassica_oleracea)

Pagi ini aku  bertemu lagi dengan sayur ini saat berbelanja untuk makan sahur. Murah. Hanya 2000 rupiah seikat.

Jika kita terbiasa memasak tumis kangkung maka kita bisa memakai bumbu yang sama untuk memasak kailan. Untuk mempercantik dan menambah rasa kita bisa memasukkan potongan udang, tahu atau irisan tomat.

Sayur ini cocok untuk hidangan cepat saji karena proses memasaknya tidak rumit. Setelah irisan bawang merah dan bawang putih dan cabai merah ditumis setengah matang, kita bisa memasukkan sayuran ini ke dalam wajan bersama dengan potongan tahu atau udang.

Tomat bisa kita tambahkan belakangan agar tidak terlalu layu/hancur.  Bersamaan dengan itu kita bisa menambahkan kecap, vetsin dan garam agar rasanya semakin sedap. Masak dengan api kecil dan tutup wajan agar sayur masak merata. Angkat tumis sebelum kailan menjadi terlalu layu.

Mudah kan? Selamat mencoba!

Tumis kailan (sumber: http://sassezz.blogspot.com/2009/11/stir-fry-kailan-with-prawns.html)

Tempe Malang|Tempe berkualitas terbaik di dunia

Teman-teman kantor sering berpendapat bahwa  keripik tempe dari Malang lebih gurih dan renyah dibanding keripik tempe dari tempat lain. Mereka berpendapat seperti itu setelah merasakan berbagai keripik tempe dari banyak daerah yang biasa dibawa sebagai oleh-oleh setelah beberapa rekan mudik atau pulang di musim liburan.

Keunggulan dan kualitas tempe Malang mendapatkan pengakuan dari seorang dokter asal Inggris, Dr. Jonathan Agranoff, MD., MSc.,  yang sudah meneliti tempe sejak tahun 80-an. “Dari semua tempe yang pernah saya teliti, tempe asal Malang memiliki kulitas dan rasa yang paling bagus,” jelasnya.*

Kering tempe (sumber: homemade-putria.blogspot.com)

Tempe Malang sangat  cocok diolah menjadi keripik tempe dan kering/orek tempe. Tempe berkualitas bagus mudah diiris dan dipotong tipis tanpa membuatnya terputus atau hancur. Dan jika digoreng bisa menjadi kering sehingga setelah diberi bumbu kering masih terasa renyah.

Mendol (sumber: rumahtata.blogspot.com)

Bahkan ketika tempe tersebut dihancurkan untuk dibuat mendol, warnanya tetap cantik dan mengundang selera setelah digoreng. Aroma daun jeruk purut dari mendol benar-benar spicy. Yummy!

* Readers Digest Indonesia, edisi Agustus 2011, hal. 12

Pohpohan|Lalapan khas Sunda kaya antioksidan

Rasa penasaranku terjawab sudah. Ternyata nama lalapan yang dulu sering kujumpai di rumah makan Sunda bernama pohpohan (Pilea Trinervia). Beberapa kali aku menanyakan kepada teman-teman dari Sunda tentang nama lalapan terebut tetapi mungkin karena aku tidak bagus mendeskripsikannya mereka tidak bisa mengidentifikasinya.

Lalapan ini baru kujumpai ketika aku bermukim di Jabar. Bertahun-tahun menggemari lalapan dan sayuran belum pernah sekalipun aku mendapatkan lalapan ini di kampung halamanku di Malang. Bisa jadi ini adalah tanaman asli (indigenous) di Jabar.

Pohpohan (Pilea trinervia) lalapan kaya antioksidan

Pagi ini (terakhir aku menjumpainya tahun 2007) di warung sayur langganan aku mendapatkannya. Secara berkelakar penjualnya mengatakan bahwa ini lalapan langka. Dia menambahkan lalapan ini paling enak dioleskan dengan sambal terasi.

Berdasarkan penelitian Fakultas Ekologi Manusia – IPB sebagian besar dari lalapan asli Indonesia banyak mengandung senyawa antioksidan. Tidak terkecuali pohpohan. Senyawa antioksidan alami tersebut berupa  senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid, asam fenolat), senyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino, dan amina), atau karotenoid seperti asam askorbat.

Pohpohan di alam (sumber: dimasanarky.blogspot.com)

Jamu instant|Peluang dan tantangannya

Pengalaman dari mengkonsumsi beberapa produk jamu instant menunjukkan bahwa jamu yang diolah secara moderen (siap saji) memiliki rasa yang kurang menggigit dibanding jamu yang dibuat secara tradisional dari bahan-bahan mentah. Beras Kencur, Kunyit Asam dan Kunyit Asam Sirih adalah tiga produk jamu instan yang sering kuminum.

Dari ketiga jamu tersebut hanya kunyit asam sirih yang rasanya lumayan. Sedangkan pada beras kencur menurutku rasa asam dari asam jawa justru lebih dominan daripada rasa kencurnya. Beras kencur yang seharusnya terasa pedas justru biasa-biasa saja dan kurang hangat di perut.

Jamu kunyit asam (sumber: sukandimas.wordpress.com)

Bisa jadi jamu-jamu instant dari beberapa merek ternama yang banyak beredar sekarang memang ditakar untuk lidah orang-orang kota yang kurang terbiasa dengan jamu. Sedangkan bagi kita yang biasa mengkonsumsi jamu tradisional takaran tersebut terasa kurang nendang, kurang maknyuss.

Jamu tradisional bisa meniru produk obat yang dijual bebas dimana mereka memakai kode warna dalam bulatan untuk menunjukkan tingkat kekerasan obat. Ide yang sama bisa dipakai industri jamu untuk menunjukkan kekentalan/kekerasan jamu.

Tentu saja kekentalan/kekerasan jamu memerlukan standarisasi. JIka produk jamu ingin meningkatkan penetrasinya dan diterima masyarakat luas maka standarisasi adalah hal yang mendesak dan tidak bisa ditawar. Ini adalah pekerjaan rumah kita (pemerintah dan industri jamu) agar industri jamu kita semakin maju dan menjadi rujukan bagi industri jamu dunia.

Disaat tren pengobatan herbal dan makanan/obat-obatan organik sedang naik kita tidak boleh menyi-nyiakan kesempatan ini. Jangan sampai industri dari ngara tetangga mengambil peluang ini dan kita hanya menjadi pemasok bahan baku saja.

Cobek Batu Bulat Gunung Condong No.3

Cobek batu ini terbuat dari batu asli Gunung Condong, yang terjamin kwalitasnya.

Cara penggunaan : Sebelum dipergunakan harus dicuci dahulu dengan sabun, lalu digosok dengan sikat.

Diproduksi oleh:

Toko “Suparman”

Telp : (021) 4240037

Tulisan tersebut terdapat pada cobek batu yang kubeli dari HomeCenter Mall Lippo Cikarang. Cobek batu bulat no.3 harganya 25.000 sedangkan Ulekan batu no.3 harganya 12.500. Jadi satu set ulekan batu harganya 37.500.

Aku memutuskan untuk membeli cobek batu karena cobek kayu susah sekali dipakai menghaluskan bumbu akibat permukaannya terlalu halus. Selain itu bumbu yang diulek dengan cobek batu akan memberikan rasa yang khas.

Cobek batu bulat Gunung Condong No.3

Wisata Kuliner di Lippo Cikarang

Jika dulu banyak orang mengenal Lippo Cikarang sebagai kawasan industri, maka transformasi wajah kota mandiri ini cukup mencengangkan. Salah satunya adalah perkembangan Lippo Cikarang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner, baik siang maupun malam hari. Jika anda melintas di jalam MH Thamrin, dapat anda lihat pusat makanan Pujasera Sirkus yang selalu ramai dikunjungi. Begitu pula pada sepanjang Ruko Singaraja yang berada di depan Water Boom.

Citywalk Lippo Cikarang

Bisa dipastikan bahwa wisata kuliner Lippo Cikarang akan semakin ramai dengan selesainya pembangunan City Walk dan food court di cluster Elysium yang berdampingan dengan sport village. Beberapa tenant terkenal, seperti Solaria, Bumbu Desa, JCo Donuts, Domino’s Pizza, Olives House, Chicken Village, Mc Donald, Farmers Market, Tekko, Gokana Teppan, Bakmi Naga, sudah membuka gerai di City Walk.

Yang terbaru adalah hadirnya resto seafood di Robson Square dan Easton Park (Pat Thai).

Kayoe Manis dengan menu andalan Iga Bakar
Pat Thai ( Bangkok Seafood) di Easton Center – Lippo Cikarang

 

Daftar yang berisi alamat, nomer telepon dari warung, restoran dan cafe di Lippo Cikarang bisa didownload melalui link berikut Kuliner Lippo Cikarang

Peta wisata kuliner Lippo Cikarang (klik untuk memperbesar)
No Nama Resto Alamat Telepon
1 Ayam Bakar Top Jl. Gunung Panderman, Ruko Ventura B6 89117458, 70302774
2 Ventura Resto Jl. Gunung Panderman, Ruko Ventura D6 08786873818, 89117705
3 Sop Kaki Kambing & Sate Jangkung Pujasera Sirkus 081312167597, 081282640427
4 HANS – Bubur & Bakmi Ayam Bangka Jl. Gunung Panderman, Ruko Ventura B7 46556060, 46557070
5 Bakmi Jawa Pujasera Sirkus 081386703030
6 Soto Mie Asli Bogor – Rajanya Soto Ruko Rosons Square Blok C12 081519257789
7 Bakmi Golek Jl. MH Thamrin Kav. 135B 89901414, 89902424
8 Canton – Karaoke, Lounge & Function Hall Jl. MH Thamrin 8972349
9 KFC Mall Lippo Cikarang 8972549
10 Pizza Hut Mall Lippo Cikarang 89903276-78
11 Hoka Hoka Bento Mall Lippo Cikarang 8972524
12 Oriental Dimsum & Chinese Food Ruko Thamrin B6 89901929
13 Solaria Ruko Thamrin & Mall Lippo Cikarang 8972750, 89902856
14 Bakul Sunda Plasa Menteng Blok C15 89906627, 89117433
15 Bubur Seafood Laota Plasa Menteng Blok C11-12 89900027-28
16 Rumah Makan 9 Daun Picadilly Square 91309362
17 Bakmi Karet Mangga Besar Ruko Roxy Blok A17 89908225, 94959354
18 Rumah Makan Asam-Asam Ruko Roxy Blok C31 89907777
19 Rice Boat Ruko Union 89900911
20 Ayam Bakar Joglo Plasa Menteng Blok B29 9636792
21 Cheers Western Food Restaurant Galeria Singaraja B1 89908383
22 Marga Kuring Taman Hom Pim Pa 8973927-28
23 Bebek Bali Water Boom Lippo Cikarang 89907815
24 RM Cucu Ma ‘Uneh’ Galeria Singaraja G8 0816695915
25 Stylistic Café Resto & Billiard Galeria Singaraja 89909779
26 Coffee Toffee Resto Galeria Singaraja Blok F16 89920604
27 Warung Mbok De Galeria Singaraja 68427667
28 Ayam Penyet Ria Galeria Singaraja Blok E28 89907788, 60466988
29 Rumah Makan Muria Ruko Easton Blok B2 92980088
30 Restaurant Cikarang Indah Ruko Easton Blok A1 0811553645
31 Dapur Umi Pujasera Sirkus 087881088153
32 Hot Plate Pujasera Sirkus 32872667
33 Mie Bakso Bandung Pujasera Sirkus 68023078
34 Bakso Non Ruko Pasar Sentral 92593096
35 Empal Gentong Ruko Pasar Sentral 89902079
36 Mie Kita Mall Lippo Cikarang 70334367
37 Coffee Break, Billiard & Café Mall Lippo Cikarang 93620676
38 Matsuriya Japanese Restaurant Galeria Singaraja Blok C6 89906661
39 Ha Na Bi – Japanese & Korean Restaurant Plasa Menteng 89906230-31
40 So Yang Gang – Korean Restaurant Ruko Thamrin 8972230-31
41 Si Gol Ban Chan – Aneka Hidangan Korea Ruko Thamrin 89900546
42 Mie Ayam Kampung Pujasera Sirkus 08569085559
43 Bebek Gendut Pujasera Sirkus 081319506104
44 Seafood 68 Pujasera Sirkus 087878146355
45 Kuetiaw88/Ayam Goreng Kremesan Pujasera Sirkus 89907072
46 Kedai 12 Bakul Plasa Menteng Blok C11 89909767
47 Food Master Bakut The Galeria Singaraja Blok C5 899094947, 70526382
48 RM Padang Salero Bundo Galeria Singaraja Blok A11 89901535
49 RM Natan Galeria Singaraja 68807825, 89902736
50 Mie Bandung Pujasera Sirkus 68023078

Sumber: Good News Lippo Cikarang, edisi November 2010

Alamat dan nomer telepon wisata kuliner Lippo Cikarang (klik untuk memperbesar)

Eksotisme (sehatnya) beras tumbuk | Alu dan lumpang batu

Beberapa tahun yang lalu aku masih sempat mencicipi beras tumbuk ketika pulang kampung ke Malang. Ada sebuah lumpang batu dan alu warisan dari jaman ketika selep (mesin giling padi) masih jarang. Alu dan lumpang batu adalah salah satu perkakas yang paling panjang masanya dari sejak jaman prasejarah sampai saat ini masih banyak dijumpai keberadaannya.

Waktu itu ibuku masih cukup kuat untuk menumbuk padi sekitar 4-5 kilogram. Suara dug…dud…dug dari tumbukan alu, gabah dan lumpang menghasilkan alunan bunyi ritmis yang menentramkan. Kini lumpang batu itu hanya dipakai untuk menumbuk jemblem/bandem (makanan dari singkong kukus lalu ditumbuk, dibentuk bulat sekepalan tangan, diisi gula jawa dan digoreng lagi) saja.

Lumpang batu (sumber: tamankawakkawak.blogspot.com)

Beras tumbuk tampilannya memang kurang bersih (putih) karena masih adanya kulit ari padi yang tersisa. Kulit ari beras (bekatul) ini justru yang banyak mengandung vitamin B1 dan nutrisi mikro lainnya. Selain itu kulit ari padi membuat beras tumbuk terasa lebih gurih. Apalagi jika yang berasnya adalah dari jenis padi lokal/tradisional yang tinginya mendapai 1 meter dengan masa tanam 6 bulan.

Padi jennis lokal/tradisional (sumber: http://agrobog.wordpress.com/2008/03/13/hello-world/)

Mengingat beras yang kita konsumsi sekarang sangat bersih sampai menghilangkan kulit arinya maka proses pencucian sebelum masak harus minimal. Jika kita mencuci beras terlalu bersih maka akan hilang semua kulit ari beras. Proses pencucian yang kita lakukan adalah sekedar menghilangkan debu atau kotoran-kotoran lain yang akan mengambang. Karena itu sebelum dimasak beras cukup dicuci sekali dan diaduk pelan-pelan saja.

Sampai dengan masa 90-an, di kampungku masih ada beberapa orang yang menanam jenis padi lokal. Padi jenis ini pemanenanyna dengan cara dipotong dengan ani-ani (pisau khusus untuk memotong batang padi). Pemotongan dengan ani-ani ini adalah salah satu bentuk rasa sayang petani terhadap padi yang konon adalah penjelmaan dari Dewi Sri. Karena itu pemotongan padi dengan sabit adalah tabu.

Ani-ani atau etem (sumber: http://rokhani.staff.ipb.ac.id/)

Padi lokal tidak memerlukan karung dalam pemanenannya karena bulir padi tidak langsung dirontokkan. Sementara itu batang padi yang panjang memungkinkannya untuk diikat. Hal ini bisa kita lihat di relief-relief candi, salah satunya di Borobudur, dimana digambarkan petani sedang memikul panenan padi berupa batang-batang padi yang diikat membentuk rumpun besar lalu dipikul dengan bambu.

Memasak itu mudah

Tidak bisa memasak atau malas memasak? Tiba-tiba saja terbersit pertanyaan tersebut setelah membaca blog seseorang tentang kebiasaannya menghangatkan makanan di waktu sahur dengan alasan dirinya tidak bisa memasak. Sesulit itukah memasak makanan ?

Beberapa makanan sebenarnya sangat mudah dimasak dan komposisi bumbu-bumbunya pun sangat mudah didapatkan dan diolah. Selain mudah banyak diantaranya yang bisa disajikan dalam hitungan menit. Artinya alasan kesibukan tidak bisa lagi dijadikan alibi orang-orang yang merasa tidak bisa memasak. Ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan.

Ketrampilan memasak tidak hanya monopoli perempuan. Laki-laki juga harus pandai (bisa) memasak. Minimal beberapa masakan sederhana. Ketrampilan ini merupakan bagian dari survival skills ketika kita jauh dari keluarga atau bisa juga ketika pembantu sedang pulang kampung.

Selain itu seringkali kita tidak bisa mengandalkan menu masakan dari warung yang itu-itu saja. Atau barangkali rasanya tidak sesuai dengan lidah kita. Bisa juga komposisinya kurang memuaskan kita. Nah, jika anda menjumpai hal-hal tersebut saatnya anda mencoba untuk mulai memasak. Apalagi jika anda tinggal di rumah sendiri dimana peralatan memasak tersedia lengkap.

Bumbu masak (sumber: ri-wi.blog.friendster.com)

Bumbu universal

Orang Indonesia dan orang-orang Asia lainnya termasuk penggemar masakan yang berempah/pedas/spicy. Yang disebut bumbu universal adalah bumbu-bumbu yang ada pada sebagian besar masakan. Bumbu tersebut antara lain : garam, gula, bawang merah, bawang putih, cabai dan penyedap makanan (vetsin/MSG).

Dengan menambahkan dan mengurangi salah satu bumbu dasar tersebut kita sudah bisa memasak berbagai makanan. Contoh, jika bumbu dasar kita tambahkan merica maka jadilah bumbu sup. Jika bumbu dasar kita kurangi bawang putihnya maka kita bisa memasak sayur bayam (sebagian orang masih ditambah dengan temu kunci). Jika bumbu dasar tersebut kita tambahkan terasi dan kecap maka kita bisa membuat tumis. Jika bumbu tumis tersebut kita tambahkan cabai dalam jumlah besar dan irisan tomat, maka kita bisa mebuat sambal. Jika bumbu dasar kita tambahkan kunyit dan ketumbar maka kita bisa membuat aneka gorengan. Jika bumbu dasar kita tambahkan irisan daun bawang maka kita bisa mebuat bakwan.

Jadi terbukti bahwa memasak tidak sesulit yang kita bayangkan. Jangan lupa jika anda memasak untuk pasangan tercinta (istri/suami) tambahkan lagi sebuah bumbu penyedap yang bernama CINTA.