Selera musik orang Indonesia yang semakin menurun

Invasi fake K-Pop dan band-band (girl band & boy band) karbitan bermodal tampang dan bersuara pas-pasan rupanya telah menurunkan selera musik orang Indonesia. Mereka tidak bisa lagi mengapresiasi vokalis bersuara emas seperti Sandhy Sondoro. Mereka sibuk mengomentari tampang Sandhy Sondoro yang memang tidak sebagus artis-artis Korea yang telah dipermak melalui operasi plastik.

 

Jika kita perhatikan bangsa ini memang jago mengolok-olok dan lemah dalam mengapresiasi. Kita memang harus mengurangi porsi tontonan komedi slapstick yang biasa menjadikan kekurangan fisik pemainnya sebagai bahan olok-olokan.

 

Jika Sandhy Sondoro mereka olok-olok sebagai “Narji Cagur” barangkali mereka akan mengolok-olok Maysa Leak sebagai Kuda Nil karena tubuhnya yang tambun. Be a smart music listener, Guys!

Mas & Miss Merozoth, gay, lesbian dan liberalisme

Ketika aku membaca berita pengusiran penulis India kelahiran Uganda yang sedang melangsungkan bedah bukunya, tiba-tiba saja aku teringat dengan sebuah lagu rock dari tahun 1990.

Lagu berjudul Mas & Miss Merozoth ciptaan salah satu maestro musik rock Indonesia, Donny Fattah, dan dibawakan grup musik cadas dari Surabaya, Power Metal, tiba-tiba kembali menemukan konteksnya. Lagu yang menyoroti perilaku menyimpang dari laki-laki dan perempuan itu menjadi sangat kontekstual mengingat kampanye legalisasi hubungan, perkawinan dan pernikahan sesama jenis alias homoseksualitas begitu gencar saat ini.

Tidak hanya itu, ternyata lagu ini juga mengkritik mereka yang menggadaikan keimanannya demi ambisi (keduniaan). Anda tentu paham siapa yang dimaksud oleh “mereka yang menggadaikan keimanannya”. Salah satu rukun iman adalah meyakini Rasul-Rasul Allah. Yang manakah Rasul-Rasul itu? Tentu saja yang tersebut di dalam Al-Quran. Berdasarkan Al-Quran pula kita mengetahui bahwa tidak ada Rasul lagi setelah Muhammad saw.

Jika kini ada orang-orang yang justru menjadi pembela orang-orang yang hendak mengobrak-abrik rukun iman dengan membela orang-orang yang meyakini ada Rasul setelah Muhammad bukankah mereka telah menggadaikan keimanannya? Entah untuk menuruti keliaran pemikirannya, sekedar mencari popularitas, memperoleh label pendekar HAM atau bahkan sekedar ambisi material mengingat derasnya arus dana yang mengucur dalam proyek dekonstruksi bangunan Islam.

Power Metal

Mas & Miss Merozoth

Cipt. Donny Fattah

Bagai singa Mas menerkam milyaran

Menghujam taring ambisi peranan

Bagai ular Miss memagut jutawan

Membelit rayu Tuan Hartawan

Karna ambisi hilang kehormatan

Karna ambisi lupa keimanan

Hei… hei, Mas Merozoth

Sadarlah jangan jadi singa

Hei… hei, Mis Meloroth

Sadarlah jangan jadi ular

Bila singa atau ular jadi tuan

Jin siluman dijadikan sembahan

Jenis manut jadi dayang dan pelayan

Asap menyan tempat mohon peruntungan

Tiada guna seruan imbauan

Ayat Tuhan jadi olokan

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Hei… Hei, Mas… Merozoth

Sadarlah jangan jadi robot

Hei… Hei, Miss Meloroth

Sadarlah imanmu melorot

Reff:

Hei…, Miss ‘n’ Mas Merozoth

Ingatlah ke mana langkahmu

Hei…, Mas ‘n’ Miss Meloroth

Ingatlah ke mana arahmu

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Mas Merozoth o Miss Meloroth

Ke mana langkah arahmu????

Cerita dibalik lagu Hungry Ones-Native Deen

National Geographic Indonesia (2010) edisi spesial Detak Bumi menunjukkan bahwa sektor konsumsi Amerika Serikat (AS) yang merupakan motor penggerak ekonomi dunia ternyata sangat tidak efisien. Masyarakat AS adalah masyarakat yang paling boros. Mereka banyak membuang makanan yang mereka konsumsi.

Rata-rata orang AS mengkonsumsi 884,5 kilogram bahan pangan per tahun. Sebanyak 27% dari makanan yang tersedia untuk konsumsi di AS terbuang . Artinya 238,8 kilogram bahan pangan terbuang sia-sia hanya oleh satu orang.

Jika 25% dari makanan yang terbuang di AS disalurkan maka dapat memberi makan 20 juta orang. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk mengatasi bencana kelaparan di Somalia yang hanya berpenduduk 10 juta jiwa.

Native Deen The Remedy (sumber: islamiclyrics.net)

Dengan latar belakang tersebut tidak heran jika Native Deen, grup nasyid beraliran hip hop dari AS, mengangkat tema tersebut dalam salah satu lagu mereka, Hungry Ones.

Hungry Ones

Somewhere in a place close by, there’s a mother with child with tears in her eyes
Somewhere else there a boy on street with no food there to eat and he trying to survive
Another place theres father of five but he can’t get food cause the bombs in the sky
Somewhere there’s senior now who is all out of food and her car won’t drive

But we take this food were blessed with, and we throw it half away
We see there’s so much wasted, that could help so much today
Cause I know we take for granted, a warm meal, clean cup to drink
This silver plate we’re handed, maybe once we should stop and think

[chorus]
We don’t know where the hungry ones have to go.
We don’t see what the hungry ones have to eat
We don’t feel what the hungry ones feel at night
And we don’t hear, when they pray everything’s gonna be alright

Be alright, Be alright,
I’m gonna try to help things be alright.

So that mother she’ll beg on the street to get something to eat, so her baby wont cry
And the kid he will search through the garbage of food we discarded, just to get by
And the father sprints through explosions just to get a loaf and praying he wont die
And the senior walks to a shop, yo for over 10 block in the middle of the night!

So few have our luxury, to have food any kind of way
So many now would love to be, just able to have one meal a day
But we act so wastefully, God knows how our day will end
and how honored their place will be, he hears when they pray to him.
pray to him, pray to him, he hears when they pray to him.

[chorus]

Mari berhemat bahan pangan dan menghabiskan yang terhidang di meja makan.

Muak dengan sinetron Indonesia|Anti sinetron

Malam ini kulihat lagi beberapa adegan membelalakkan mata dan beradu cacian. Bagi mereka yang sudah muak dengan sinetron Indonesia bisa memilih dua theme song berikut ini.

Anti Sinetron – CCCC Band

Ku duduk, terpaku, melihat ke layar kaca,
Menangis, tersenyum, melihat tingkah pola mereka.
Tubuh tubuh berbalut pakaian mini,
Membuat diriku semakin hilang kendali,
Nah ini dia, juga film India, memenuhi kepala dengan paha dan dada,
Hari hariku tak pernah terisi ideologi,
Karena selalu menonton acara begini,
Hey Punjabi, tak ada akal pun jadi,
Mengapa kau buat film-film seperti ini,
Demi uang kau jual harga diri,
Mending kau jualan nasi di pinggir kali,
Lebih menarik, lebih bergengsi, lebih menarik dan juga lebih bergengsi

Reff:

Hey,Hey Bollywood ada di sini
Hey,Hey Indonesia hilang citra diri
Hey,Hey Hollywood ada disini
Hey,Hey Indonesia hilang citra diri

Ada lagi kakaknya Bollywood, itu dia yang namanya Hollywood
Membuat dunia semakin semrawut, lebih baik kudengar Seruling Daud,
Cewek cewek bergaya seperti Anderson, memang yang haram haram kuat seperti Tyson
Kurang cantik tinggal operasi plastik, bisa bisa badanmu semakin menarik,
Kini otak tak lagi dilirik, karena semua diukur dengan fisik,
Mengapa semua ini bisa terjadi?, karena akhlak pun memang telah tersisih,
Apapun yang telah terjadi kini, kupilih jalanku sendiri teman,
Mengapa semua ini bisa terjadi, apapun yang telah terjadi kupilih jalanku sendiri.

Sinetron Indonesia – GRIBS Band

Bila kau ingin lihat
Drama penuh air mata
Penuh dendam orang gila
Saling rebut harta warisan

Bila ingin kau lihat
Para wanita cantik
Seksi menarik menawan hati
Berlagak kayak nenek sihir

Bila kau ingin lihat
Cerita yang menjual mimpi
Cengeng kampungan sedikit murahan
Nyalakan layar televisi

Selama seminggu
Disuguhi itu melulu
200 episode
Cerita tak bermutu

Tutup telingamu
Pejamkan matamu
Kepalkan tanganmu
Kami tak segoblok itu

Reff:
Sinetron sinetron Indonesia
Semuanya hanya ada di dalam
Sinetron Indonesia

Lagu-lagu bertema Ramadan|Ramadan theme songs

Tompi - Soulful RamadanIndiejazz - Sound of Belief

Untuk menambah semarak Romadon, lagu-lagu/nasyid-nasyid berkut ini bisa dimasukkan dalam playlist.

1. Tasya – Album Ketupat Lebaran

  • Ketupat Lebaran
  • Idul Fitri
  • Arti Puasa
  • Sahur Tiba

2. Indiejazz – Album Sound of Belief

  • Chanting for Life

3. Native Deen

  • Ramadan is Here (bisa diunduh gratis dan legal dari Youtube :) )
  • Eid Morning

4. Tompi – Album Soulful Ramadan

  • Ramadan Datang
  • Idul Fitri

5. Rabbani – Album Intifada

  • Lailatul Qadar

6. Gradasi – Gradasi V- Sebuah Profil

  • Sambut Ramadhan
  • Sahur
  • Doa Khatam Quran

7. Gita Gutawa – Balada Shalawat

  • Lelaki Sempurna
  • Idul Fitri
  • Salam Ramadan

8. Zero – Manusia Pencinta

  • Malam 1000 Bulan

Maher Zain – Thank You Allah (edisi Indonesia)

Album perdana Maher Zain, Thank You Allah, akhirnya dirilis di Indonesia. Ada tambahan dua lagu untuk album yang diedarkan di Indonesia ini. Pertama lagu Insha Allah yang dinyanyikan bersama vokalis Padi, Fadly. Lalu yang kedua adalah versi Bahasa Indonesia dari For The Rest of My Life yang diterjemahkan menjadi Sepanjang Hidup. Sehingga untuk album Thank You Allah edisi Indonesia memiliki 15 lagu.

Lagu Sepanjang Hidup dinyanyikan sendiri oleh Maher Zain meski demikian logatnya cukup bagus. Sepertinya memang menjadi ciri dari Maher Zain untuk melantunkan tembang-tembang religi dengan berbagai bahasa, antara lain Arab, Inggris, Urdu dan Indonesia.

Album ini sangat layak untuk dikoleksi bagi anda penggemar nasyid R&B. Aransemen dan lirik-liriknya sangat bagus sehingga tidak rugi membeli CD-nya yang seharga 55.000 rupiah.

Maher Zain - Thank You Allah edisi Indonesia

Daftar lagu:

1. Insha Allah with Fadly “Padi”

2. Always Be There

3. Ya Nabi Salam Alayka

4. Palestine Will Be Free

5. Thank You Allah

6. Allahi Allah Kiya Karo with Irfan Maliki

7. The Chosen One

8. Baroka Allohu Lakuma

9. Sepanjang Hidup – For The Rest Of My Life (Bahasa Version)

10. Hold My Hand

11. Awaken

12. Subhana Allah featuring Mesut Kurtis

13. Open Your Eyes

14. For The Rest of My Life (English Version)

15. Insha Allah (English Version)

Ikang Fawzi|Biografi singkat Ikang Fawzi*

* Tulisan ini disalin dari sampul CD “The Very Best Of Ikang Fawzi”

Walaupun musik yang mengiringinya selalu gegap gempita, dalam kehidupan sehari-hari ternyata Ikang Fawzi suka yang tenang dan jauh dari hingar-bingar. Sebagaimana tercermin dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangganya bersama Marissa Haque sejak tahun 1987 hingga sekarang.

Lahir 23 Oktober 1959, disamping sebagai penyanyi Ikang juga membintangi sekitar 10 film. Bersa Marissa Haque yang kemudian menjadi istrinya, ia muncul dalam film biarkan Bulan Itu yang diproduksi Rapi Film tahun 1986. Disamping sutradara, skenario, cerita (Arifin C Noor) dan pemeran wanita terbaik (Marissa Haque), film ini juga menjadi unggulan Festival Film Indonesia 1987.

Kiprahnya dalam film ternyata tidak mengurangi karismanya sebagai penyanyi. Bahkan dalam menyusun skripsi untuk menyelesaikan kuliahnya di FISIP-UI, Ikang mengambil pendapat para pembeli kaset sebagai tema. Karena katanya dengan demikian ia bisa memperoleh gambaran dan informasi langsung dari masyarakat yang selama ini menjadi segmennya menyanyi.

Berkat skripsinya itu Ikang pun menjadi Drs. Ahmad Zulfikar Fawzi. Dengan modal kesarjanaannya Ikang terjun dalam bisnis properti, antara lain dengan membangun rumah sakit. Kemudian Ikang juga sempat bergelut sebagai promotor pertunjukkan musik dan mengelola sejumlah café yang tentu saja mengedepankan musik sebagai sajian disampiang menu makanannya.

Ikang Fawzi | The Very Best Of Ikang Fawzi

“Dari kegiatan menyusun skripsi itulah saya memperoleh kesimpulan bahwa sebutan saya sebagai penyanyi rock tidak sepenuhnya tepat. Masyarakat menilai saya sebagai penyanyi pop rock dan saya setuju dengan pendapat itu.” Kata Ikang pada tahun 1987.

Tentang usahanya di bidang properti dan promotor musik, menurut Ikang selain mengisi kekosongannya bermusik, juga untuk menerapkan dan mengamalkan ilmu yang sudah diperolehny dari bangku kuliah. “Mempraktekkan manajemen yang selama ini saya pelajari dalam kehidupan nyata.” Kata Ikang.

Album-album yang dikerjakan Ikang bersama Adhie MS, Raidy Noor, Riza Noor, dan Cendy Luntungan menghasilkan banyak lagu-lagu yang populer. Yang diantaranya bisa dinikmati dalam CD ini: Selamat Malam, Hakiki, Kebyar-Kebyar, Jangan Main Api, Temang Perdamaian, Lolita, Randy & Cindy, Air Api, Sia-Sia Saja, Mengalah Untuk Menang, Jangan Bedakan Kami, Perjalanan Panjang, Gadis Sentris dan Hanya Satu Kamu.

Di antar alagu-lagu itu, Preman yang berasal dari album berjudul sama adalah yang paling populer. Menurut Ikang, dia membiayai pernikahannya dengan Marissa Haque dari hasil album Preman yang kasetnya terjual sebanyak 600.000 keping. Padahal waktu itu promosi melalui televisi belum ada.

Ketika memperoleh kesempatan muncul di TVRI, lirik Preman harus diganti, tetapi Ikang menampik dan memilih tidak tampil. Tindakannya itu menimbulkan simpati Rhoma Irama yang waktu itu memang sedan dimusuhi TVRI.

Rhoma mengajak Ikang bermain film Menggapai Matahari I pada tahun 1986 yang diproduksi Firman Abadi Film. Disamping Rhoma Irama dang Ikang Fawzi juga diperkuat bintang kondang waktu itu seperti Yati Oktavia, Budiarti dan Anton Indacaya. Suksesnya film ini dilanjutkan dengan Matahari II dengan dukungan bintang yang sama. Tur mempromosikan film inilah yang mengangkat lagu Preman menjadi populer. “Ternyata dangdut dan rock bisa berbaur”. (Theo)

Maher Zain – nasyid beraliran R&B

Biip… biiip! Ada pesan masuk.

“Pa kabar bro? Sudah dengan lagu2nya Maher Zain? Try it out, Sob!”

Maher Zain - Thank You Allah

Penasaran dengan info tersebut langsung menuju 4shared.com. Ternyata sudah ada yang mengunggah satu album lengkap. Sayangnya beberapa track diunduh oleh ratusan ribu orang sehingga hanya premium member yang bisa mengunduhnya.

Karena penasarn akhirnya kucoba bertanya ke Mbah Google dan bertemu dengan situs index-of-mp3.com. Such a powerful site! Melalui situ ini aku mendapatkan banyak pranala yang berkaitan dengan lagu-lagunya Maher Zain. Beberapa pranala mengarahkan ke 4shared.com tetapi banyak juga yang mengarahkan ke situs-situs lain sehingga albumnya bisa kuunduh secara lengkap.

Maher Zain – Thank You Allah

Sepertinya kawasan Skandinavia akan melahirkan banyak penyanyi religi Islami. Setelah Outlandish sempat populer, kini ada lagi munsyid baru bernama Maher Zain . Maher Zain penyanyi kelahiran Libanon yang kini bermukin di Stockolhm, Swedia  meluncurkan album pertamanya yang berjudul Thank You Allah.

Album ini berisi 13 lagu. Beberapa tack yang paling kusuka adalah Awaken, Thank You Allah, In Shaa Allah dan Hold My Hand. Dengan konsep nasyid R&B diharapkan pesan-pesan nasyid ini akan sampai kepada pendengar yang lebih luas dan beragam.

Bagi anda yang kurang suka dengan nasyid tradisional seperti Raihan, Rabbani, Sohar atau Izis, Maher Zain patut dipertimbangkan. Jika anda adalah penggemar musik R&B kenapa tidak mencoba lagu-lagu R&B dengan lirik-lirik yang bagus yang akan menggugah/mengingatkan kesadaran anda akan nilai-nilai spiritual?

Fyi, video klip dari Maher Zain bisa anda peroleh dengan mudah di Youtube. Bahkan beberapa videonya mencetak hits telah ditonton dan diunduh oleh jutaan orang.

Kini album Thank You Allah  edisi Indonesia bisa anda dapatkan di toko-toko musik terkemuka.

Review album Power Metal IX|Album terbaru Power Metal 2010

Two thumbs up untuk Power Metal. Di usianya yang lewat dua dekade mereka konsisten berkarya menapaki jalan idealisme bermusik di tengah kuatnya tekanan selera dan industri musik yang cenderung melahirkan lagu-lagu yang dangkal.

 

Cover album Power Metal IX

 

Kabar hengkangnya Arul otomatis gugur dengan dirilisnya album ini.  Hebatnya mereka memakai formasi 2 lead guitar, Ipunk dan Lucky. Wajah baru mengisi posisi keyboard (Sastro Adi), bass (Sababa) dan penggebuk drum (Ekko Dinaya).

Memang vokal Arul tidak segarang dulu. Arul kini banyak bermain di nada-nada rendah.  Performa bapak dari dua anak ini sudah menurun dibanding tahun 90-an. Meski demikian power dan lengkingan vokalnya masih jauh di atas band-band rock Melayu semacam Wali, Kangen atau ST12. Power Metal masih gahar!

Tentu saja berlebihan dan tidak adil jika mengharap performa fisik (lengkingan vokal maupun cabikan gitar) mereka masih sekuat 20 tahun yang lalu. Yang harus kita acungi jempol adalah semangat mereka untuk meramaikan percaturan musik rock Indonesia. Album Power Metal IX bersama-sama dengan album 36th Godbless yang dirilis tahun lalu pasti akan memuaskan kerinduan penggemar musik rock Nusantara akan lagu-lagu rock yang berkualitas.

Dibanding album sebelumnya, Kebesaran-Mu, album ini terasa lebih rapi dan halus. Mungkin ini bagian dari kematangan mereka dalam bermusik.

Track yang paling kusuka justru yang bertempo lambat dengan judul Ayah. Walaupun mungkin tidak sedekat dalam lagu tersebut, tentu masing-masing dari kita pasti memiliki kenangan akan sosok yang serba tahu dan serba bisa bernama ayah.

 

CD Power Metal IX

 

Overall, album ini amat sangat layak bahkan dianjurkan untuk dikoleksi oleh penggemar musik cadas Nusantara (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei). Seperti halnya Search dan May yang memiliki banyak penggemar di Indonesia begitu juga Power Metal dan grup musik cadas lainnya memiliki penggemar setia di negeri-negeri tetangga tersebut.

Ayah

Masih kuingat bayang wajahmu

Damai terasa saat di dekatmu

Kau berikan sgala yang kuinginkan

Kadang kutahu itu tak mungkin

Dalam setiap kini kurasa

Kuingin kau ada di sini

Cintamu tak akan pernah kulupa

Terukir indah di dalam dada

Sampai kapanpun akan selalu ada

Di dalam hatiku dan di dalam jiwaku .. oh ayah…

Aku rindu senyummu

Kurindu candamu

Aku rindu sgala kasihmu

Aku rindu belaimu

Kurindu pelukmu

Aku rindu segala cintamu

Musik dangdut lebih berbahaya daripada musik rock

Ibarat pisau anda bisa menggunakannya untuk memotong sayuran di dapur atau menodong orang untuk mengambil hartanya atau bahkan merampas nyawa seseorang. Demikian halnya dengan musik. Anda bisa mengisi lirik-liriknya dengan pesan positif atau malah menyesatkan dengan cerita seputar patah hati, perselingkuhan ataupun pengkhianatan.

 

Beberapa dekade yang lalu musik rock pernah dilarang karena diidentikkan dengan kekerasan. Sebuah kesimpulan yang gegabah dan cenderung xenophobia. Sementara hal yang sama tidak diberlakukan untuk musik asli Indonesia yang justeru sering menjadi ajang pertikaian bahkan pertumpahan darah antara sesama penikmat musik akibat saling bersenggolan saat bergoyang.

Power Metal. Salah satu grup rock dengan lirik-lirik lagu terbaik

Jika kita bandingkan lirik-liriknya, justru musik rock lebih banyak menyampaikan pesan-pesan positif tentang anti-narkoba, sejarah, urbanisasi, perdamaian, kejujuran, persahabatan, global warming, perlucutan senjata, taubat, belajar dari kesalahan dan banyak lagi isu besar dan urgen lainnya. Sayang sejak pertengahan 90-an hingga sekarang lirik-lirik lagu Indonesia menjadi semakin dangkal, bodoh dan banyak diantaranya merusak moral.

 

Mungkin anda merasa heran bahwa tema sejarah bisa dijadikan sebuah lagu? Coba saja anda dengarkan dan simak lirik dari lagu Benteng-Benteng Raksasa milik Metal Force. Jika anda aktivis anti narkoba maka selayaknya menyimak Setan Morfin milik Three Brothers dari Bengkulu. Jika anda sedang patah hati/merasa down maka harus menyimak  Tegar milik Balance. Bukan sebaliknya dengan mendengarkan lagu-lagu (masa kini) yang melow dan menye-menye karena hanya akan membuat anda patah semangat dan merasa dunia akan kruntuh.

 

Jika kita bertanya apakah masih ada musik rock di Indonesia? Boleh jadi jawabannya adalah  mati suri. Rock tidak lagi menjadi mainstream selera penikmat musik Indonesia. Hanya segelintir orang yang masih mendengarkan musik rock. Dan hanya segelintir band yang masih memainkan dan menulis lirik-lirik yang khas musik rock.

 

Last but not least. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menghina atau merendahkan jenis musik lainya apalagi musik dangdut. Rock dan dangdut bisa merusak atau membangun. Karena itu label negatif terhadap jenis musik tertentu hendaknya dihilangkan. Yang ingin ditekankan adalah kita harus selektif dalam memilih lagu kesukaan kita dengan memperhatikan lirik-liriknya. Lirik yang diulang-ulang akan melekat diotak dan pikiran bawah sadar kita. Hati-hati jika anda menyukai lagu-lagu bertema perselingkuhan atau patah hati .