Ganti sparepart untuk keamanan dan kenyamanan berkendara

Jam 5:10 motorku meluncur ke Putera Motor Cikarang (seberang pintu masuk perumahan Taman Sentosa) salah satu bengkel resmi Yamaha di Cikarang. Pagi amat Om? Memangnya sudah buka? Ini untuk mengambil nomer agar mendapat urutan paling depan. 15 menit kemudian aku sampai di pos sekuriti tempat mengambil nomer antrian. Kudapat nomer 7. Menurut Pak Satpam, nomer 7 sama dengan nomer 2 karena nomer 1-5 hilang.u

Aku kembali ke rumah untuk mencuci baju dan sarapan. Jam 08:00 aku balik lagi. Aku pikir bengkelnya baru buka jam 8:30 ternyata jam 08:00 mereka sudah buka. Ketika aku sampai enam motor sudah masuk ke dalam bengkel. Nomer antrianku tidak berguna lagi dan akhirnya aku benar-benar mendapatkan urutan servis ketujuh. Beruntung ruang tunggu Putera Motor lebih adem berkat sebotol Frestea dingin gratis bagi pemilik motor yang sedang menservis kendaraannya :)

Tepat empat tahun Vega-R Limited Edition ini mengantarkanku hilir mudik rumah-pabrik. Karena tiap hari hanya menempuh jarak 26 km maka belum pernah ganti ban. Kini kedua ban sudah gundul. Sebelum memasuki puncak musim hujan harus diganti. Pilihan jatuh pada ban standar merek IRC. Ban belakang IRC 275-17 seharga 140.000 dan ban depan IRC 250-17 seharga 135.000.

Masa pakai komponen motor Yamaha - Yamaha motorcycle parts lifetime

Setelah membaca poster masa pakai komponen-komponen motor akhirnya kuputuskan selain mengganti Oli aku juga harus mengganti busi dan filter udara. Busi NGK 94700-00828 seharga 12.000 dan filter udara STP-E4451-10 seharga 30.000. Yamalube 0,8 SJ seharga 28.000.

Ternyata biaya kemanan dan kenyamanan berkendara cukup mahal. Ditambah dengan biaya servis ringan 30.000 dan biaya ganti ban depan-belakang seharga 20.000 total pengeluaranku 395.000. Meski demikian setelah diservis terasa bedanya. Tarikan motor lebih nyaman dan keamanan lebih terjamin dengan rem yang lebih pakem dan ban yang masih beralur :)

 

 

Pisau dapur nan tajam dari Tasikmalaya

Aku tertarik dengan pisau teman sekantor yang ia pakai untuk mengiris buah-buahan pada acara rujakan. Gagang dan sarungnya berwarna hitam mengkilat terbuat dari kayu mahoni/tanduk kerbau yang diampelas sangat halus.

Bilah pisaunya terbuat dari baja tahan karat berkualitas tinggi sehingga tidak mudah tumpul. Dia berkata bahwa pisau pemberian mamanya itu dibeli saat ia masih SD. Jadi pisau tersebut sudah berusia 16 tahun.

Pisau dapur Tasikmalaya

Lebaran ini akhirnya kesampaian juga keinginanku untuk mendapatkan pisau tersebut. Temanku yang mudik ke Tasikmalaya berhasil mendapatkan pisau ini seharga 30 ribu. Cukup mahal untuk sebuah pisau dapur. Tetapi kualitas dan keindahannya sebanding dengan harga tersebut.

Ketajaman pisau ini dan bentuknya yang mungil membuat kita harus hati-hati saat memakainya. Meskipun masuk kategori pisau dapur tetapi pisau ini tidak cocok untuk aktivitas dapur yang cepat misalnya memotong bawang. Meleng sedikit jari/kuku kita bisa teriris. Dan itu sudah terjadi :)

Tas mungil, cakep, cantik dan murah untuk anak preschool

Si Emil yang baru masuk preschool ingin dibelikan tas baru karena tas yang dipakai sekarang sudah usang. Sebenarnya ada produk tas sekolah mungil merek Exsport yang bagus akan tetapi harganya cukup mahal. Rasanya terlalu berlebihan jika tas sekolah untuk anak preschool harganya 169 ribu bahkan 200 ribu.

Setelah berkeliling Book City, Mall Lippo Cikarang, akhirnya kutemukan tas mungil yang bagus dengan harga yang cukup murah.

LittleV adalah produk tas untuk anak-anak dari Vicci Bags, Little V hadir dengan beberapa desain dan kombinasi warna yang agak serius untuk kategori anak-anak yang biasanya menggemari tas berwarna-warni dengan gambar hero atau tokoh-tokoh film anak-anak. Meski demikian ada juga beberapa kombinasi warna ngejreng dan juga pink yang cocok untuk anak-anak perempuan.

LittleV desainnya simple. Finishing dan pengerjaannya cukup bagus. Volume tas ini tidak terlalu besar jadi hanya cocok jika anak-anak tidak membawa buku, peralatan tulis ataupun bekal yang  banyak.

Dengan harga hanya 49.900 rasanya tidak terlalu menguras kantong kita.

Tas anak-anak - LittleV

Tas anak-anak - LittleV

Agar tidak tertipu diskon

Sale (obral) atau Great Sale (obral besar) adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Meski demikian kita harus waspada dengan barang-barang yang diobral/diskon. Karena ada beberapa barang yang harganya dinaikkan dulu alias di-markup baru setelah itu didiskon. Untuk itu kita harus tahu harga normal dari barang-barang tertentu agar tidak tertipu. Jangan sampai kita membeli barang diskon tetapi harga setelah diskon malah lebih mahal daripada harga aslinya.

Saat mall sedang sepi dan tidak promo macam-macam adalah saat yang tepat untuk memantau (membidik) harga barang-barang yang akan kita beli. Pada kondisi tersebut kita bisa mendapatkan atau menghapalkan harga normal dari barang-barang yang kita bidik. Misalnya sepatu COLE dengan kulit asli (genuine leather) harga normalnya adalah 180.000. Celana formal merek Stanley Adams harga normalnya 150.000. Jika kemudian ada obral dan harganya kurang dari harga di atas maka memang benar-benar obral.

Tetapi yang mesti diingat  kegiatan memantau atau menghapal harga barang-barang tersebut jangan sampai membuat kita tergoda dan malah membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan.

Label harga sepatu COLE

Ada banyak contoh dimana harga barang-barang tersebut di-markup dulu lalu didiskon tetapi harga diskonnya masih lebih murah dibanding harga normal. Contohnya kemarin aku membeli sepatu COLE seharga 124.500. Setahun yang lalu harga normalnya adalah 180.000. Tetapi ketika kemarin aku membelinya label harganya tertera 249.000. Jadi sebelum didiskon harganya dinaikkan 69.000. Meski demikian harga akhir setelah diskon 50% (124.500) masih lebih murah dibanding harga normalnya. Artinya diskon sebenarnya tidaklah 50% tetapi hanya 31% ((180000-124500)/180000 x 100%)).

Godaan selanjutnya adalah menumpuk barang-barang diskon. Kalau anda sudah memiliki dua sampai tiga buah celana untuk jenis yang sama artinya anda harus berhenti menambah celana jenis tersebut. Anda hanya bisa membeli kembali celana jenis tersebut setelah celana yang anda miliki menjadi usang atau kekecilan. Tidak ekonomis dan terhitung pemborosan jika memiliki satu celana jenis tertentu dalam jumlah banyak hanya karena ada event diskon.

Sabar, jeli, dan menahan diri adalah kunci memiliki barang-barang berkualitas bagus dengan harga murah.

Sulitnya menutup kartu kredit Citibank

Dua rentetan kasus yang terjadi di Citibank mengingatkanku pada pengalaman 3 tahun yang lalu. Waktu itu aku bermaksud menutup Citibank Clear Card karena merasa sudah tidak membutuhkannya lagi.

Akupun menghubungi nomer telepon layanan pelanggan Citibank 2529999. Tahukah anda berapa lama waktu yang kuperlukan untuk menutup kartu? 10 menit!!

Dengan berbagai cara mereka bermaksud membatalkan keinginanku untuk menutup kartu. Mulai dari menawarkan iuran tahunan gratis, paket asuransi, hadiah dll. Setelah menggunakan kata “Tidak” berkali-kali akhirnya mereka menyerah dan menyanggupi menutup kartu kreditku.

Sudah selesai? Belum! Dua bulan kemudian muncul tagihan iuran tahunan sebesar 200.000. Akupun meradang. Langsung kutulis surat pembaca di situs detik.com yang mempertanyakan tagihan tersebut padahal akusudah menutup kartu kreditku. Akhirnya 5 hari kemudian mereka meneleponku dan menyatakan agar tagihan terebut diabaikan. Selain itu mereka juga membuat tanggapan atas keluhanku di sius detik.com.

SOP tertinggi? Omong kosong! Jika mereka mengatakan memiliki standar pelayanan tertinggi, dua pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut justru bertolak belakang dengan apa yang mereka gembar-gemborkan. Bagaimana bisa nasabah yang sudah menutup kartu kreditnya dua bulan kemudian menerima tagihan iuran tahunan? Bukankah ini menunjukkan buruknya sistim administrasi mereka? Dan puncak dari gunung es tersebut adalah tewasnya Irzen Octa di kantor mereka.

Enaknya hidup tanpa kartu kredit.

Lampu belakang sepeda|Cateye

Salah satu faktor keselamatan yang harus kita perhatikan dalam bersepeda adalah reflektor dan lampu. Reflektor dan lampu berfungsi agar kita bisa dilihat oleh pengguna jalan lain terutama di malam hari. Lampu dan reflektor mengurangi resiko diseruduk dari belakang.

Mencari lampu belakang sepeda yang murah dengan kualitas bagus tidak selalu mudah. Beberapa lampu murah buatan Cina terlihat ringkih dan desainnya kasar. Ada kemungkinan usia lampu LED juga tidak lama. Seperti usia lampu LED yang terdapat pada raket nyamuk :) .

Lampu sepeda Cateye terkenal berkualitas (mahal :) ). Meski demikian ada beberapa produknya yang berharga cukup murah yang menurutku justru sangat fungsional dan desainnya bagus.

Lampu belakang Cateye TL-LD170-R | Harga 64.500

TL-LD170-R. Memiliki tiga buah lampu LED. Menggunakan dua buah baterai ukuran AAA yang diklaim bisa bertahan sampai 60 jam untuk nyala konstan. Kekurangan produk ini adalah belum memakai Flex Tight sehingga anda membutuhkan obeng untuk memasang ataupun mengencangkan bracket pada seatpost.

Lampu belakang Cateye TL-LD130-R | Harga 82.500

TL-LD130-R. Produk ini memiliki tiga buah lampu LED dan  tiga mode nyala. Menggunakan dua buah baterai ukuran AAA yang diklaim bisa bertahan sampai 150 jam. Dengan teknologi Flex Tight maka anda bisa memasang dan mengencangkan bracket pada seatpost tanpa bantuan alat apapun. Selain itu clothing clip mempermudah anda ketika ingin menempelkan atau meletakkan lampu pada tas, saku celana atau baju.

Tips: Belilah lampu sepeda yang memakai baterai yang mudah diperoleh. Misalnya baterai ukuran AA, AAA atau baterai kancing (CR series). Aku pernah memakai Cateye TL-LD270-R dan kesulitan untuk mendapatkan baterai ukuran N.

Safety sunworking glasses|Kacamata sepeda

Jika anda berniat meminang (memaksakan diri membeli) kacamata seharga ratusan ribu untuk bersepeda sebaiknya anda berpikir lagi. Kacamata safety (safety sunworking glasses) yang biasa dipakai di bengkel permesinan ternyata bisa kita manfaatkan untuk bersepeda.

Safety sunworking glasses sangat cocok dengan aktivitas bersepeda yang merupakan kegiatan luar ruangan yang banyak terpapar sinar ultraviolet. Sellery safety glasses seharga 23.000 menggunakan bahan polycarbonate dan diklaim bisa memfilter sinar ultraviolet B sampai 90% (ANSI Z87.1).

Sellery-safety sunworking glasses, harga 23.000

Dibanding dengan kacamata2 yang djual di pinggir jalan (walaupun harganya tidak berpaut jauh), kualitas dari kacamata ini lebih unggul. Ketika dipakai tidak menimbulkan distorsi pandangan, gagangnya fleksibel dan lensanya menutup mata dengan sempurna. Lensa bening memungkinkan kacamata ini dipakai untuk gowes malam hari.

Setelah dites sejauh 84 km (sepanjang Cikarang-Bojongmangu-Pangkalan-Loji-Cigentis), terbukti kacamata ini benar-benar enak dipakai. Pas di kelopak mata dan tidak mudah melorot sehingga kita tidak perlu terlalu sering memperbaiki posisi kacamata.

Sennheiser MX 80|Earphone murah meriah

Bisa jadi MX 80 adalah salah satu earphone termurah dari Sennheiser. Dengan harga hanya 120.000  (Harika Music, Lippo Cikarang, padahal di tempat lain hanya 80.000 :( ) jauh dibawah MX270/280 yang harganya berada di kisaran 160.000-180.000. Sesuai dengan harganya maka tidak ada yang spesial dari earphone ini. Jack 3,5mm yang biasanya berlapis emas (gold plated) kini hanya stainless steel biasa (bisa jadi silver plated, i’m not sure).

Sennheiser MX 80

Suara bass terasa mantap (cenderung over) ketika kupakai untuk mendengarkan Inside Love dari Dira. Sesuai dengan tagline seri ini “Feel The Beat”, nampaknya suara bass memang yang ditonjolkan. Jika anda senang dengan lagu hiphop atau R&B dan menyenangi suara bass yang dalam earphone ini adalah pilihan tepat. Meski demikian suara vokal terdengar cukup jelas  dan bersih walaupun separasi  suara biasa-biasa saja.

Karena menonjolkan bass suara treeble kurang bisa keluar. Berdasarkan pengalaman, kita bisa mengurangi kedalaman suara bass dengan melepas earbud. Resikonya telinga menjadi agak sakit jika kita memakai earphone tersebut dalam jangka waktu yang lama. Bisa juga anda memainkan setting-an equalizer untuk menonjolkan suara treeble.

eBook reader|iRiver Cover Story dan iRiver Story

Pada saat Jakarta Book Fair 2010 diriku sempat tergoda dengan penampilan iRiver Story yang sangat cantik. Kecantikannya benar-benar mempesona para kutu buku. Namun harganya yang sangat mahal (2.900.000) saat itu menghalangi beberapa orang, termasuk diriku untuk meminangnya.

iRiver Story

Kini enam bulan kemudian hadir adiknya yang lebih seksi namun harga awalnya justru lebih menggiurkan 2.600.000 (Mei 2011 harganya sudah turun menjadi 2.290.000). iRiver Cover Story lebih slim karena mengadopsi teknologi touch screen. Sehingga papan ketik yang mengganggu pemandangan bisa dilipat dan digantikan dengan papan ketik virtual yang menyatu dengan layar.

Dari beberapa jajaran ebook reader yang beredar, nampaknya iRiver ini yang menjadi primadona. Secara desain dan fungsionalitas mengungguli beberapa pesaingnya. iRiver biasanya memakai biro desain khusus (Inno) untuk merancang produk-produknya.

iRiver Cover Story

Pengalaman memakai dua produk iRiver yaitu mp3 player (iFP500 – Masterpiece) dan CD player (iMP550-SlimX) sangat memuaskan. Produknya berkualitas tinggi, finishing-nya bagus, memakai accessories terbaik (salah satunya earphone Sennheiser) dan memiliki dukungan firmware yang bisa diunduh oleh penggunanya.

* gambar-gambar diambil dari situs iriver.com

Sandal mahal seharga sepeda

“Bang kok sandalnya ditenteng? Kan anti-air?

“Sayang. Takut rusak. Nanti ga kebeli lagi.”

“Emang harganya berapa?”

“750 ribu.”

“Busyet!!!(kata temenku dalam hati)”

Aku hanya bisa geleng-geleng kepala ketika temanku bercerita tentang harga sandal buaya yang sedang populer dan diburu banyak orang.

Setahun yang lalu aku sempat berkunjung ke pabrik resin di daerah Merak, Banten, PT Dow Chemicals Indonesia. Dari pabrik resin inilah material sandal tersebut dipasok. Artinya sandal tersebut tidaklah menggunakan material yang sangat canggih atau langka. Plastik/resin adalah komoditas yang harganya relatif stabil karena supply-nya selalu tersedia dalam jumlah besar.

Karena itu ketika mengetahui harga sandal tersebut yang demikian mahalnya aku sulit menemukan penjelasan komponen apa yang mengakibatkan mahalnya harga sandal tersebut. Apalagi ketika mengamati sandal tersebut yang dibuat dengan proses injection molding yang berarti proses pembuatannya adalah produksi massal dengan biaya yang sangat murah.

Bandingkan dengan sepatu kulit merek terkenal (P*k*l*l*) yang harganya berada di kisaran 400 ribuan. Kita bisa memakluminya karena di situ ada banyak proses/tahapan untuk menghasilkan sepatu tersebut. Ada craftmanship dalam sepatu itu. Seolah-olah kita sedang membeli karya seni/kerajinan tangan. Atau kita bisa membandingkannya dengan sepatu yang berharga sama dengan sandal tersebut. Misalnya sepatu sepeda merek Shimano.

Sepatu sepeda Shimano

Dulu waktu aku membeli sepeda Polygon Maverick seharga 800 ribu dan melihat sepatu sepeda Shimano seharga 750 ribu, aku berkata, “Busyet!”. Meski begitu aku bisa memakluminya karena ada banyak teknologi di dalamnya, a.l. Shimano Pedaling Dynamics, ultra fine fiber sybthetics, micro adjust buckle, anti slip heel, dll. Jadi harga 750 ribu kupikir masih wajar karena kita sedang membeli produk berteknologi canggih.

Brand awareness (gengsi) orang Indonesia memang luar biasa. Produk-produk bermerek dengan harga selangit bisa kita jumpai dengan mudah. Orang merasa kurang gaul/pede jika tidak mengenakan barang-barang terbaru yang sedang ngetren, apakah itu ponsel, sandal, atau peralatan rumah tangga. Padahal seringkali barang-barang tersebut jauh dari kebutuhan dan kemampuan. Dengan alasan bisa dicicil seringkali mereka memakasakan diri untuk membeli barang-barang itu.

Yang lebih penting lagi value for money dari barang-barang tersebut sering kali tidak sebanding. Kita mengeluarkan uang terlalu banyak untuk barang-barang yang seharusnya bisa dijual dengan harga yang murah. Jadi sebenarnya yang kita beli adalah emblem, merek, gengsi yang ada dibalik merek tersebut.