Adas – Ngadas – Gunung Bromo – Kaldera Tengger

Flu bercampur masuk angin yang menyerangku selama dua hari membuatku melirik obat herbal. Pilihanku jatuh pada Decolgen Herbaflu. Kandungan buah adas (Foeniculi Fulgaris Fructus) pada obat herbal ini mengingatkanku pada sebuah nama desa, Ngadas.  Konon dengan ketinggian 2150 mdpl, Ngadas yang masuk dalam wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang adalah desa tertinggi di Pulau Jawa.

Kala itu (1994) aku bersama teman-teman sekampung hendak ke Bromo via Ngadas dan Ranu Pani. Sekitar duapuluhan orang naik truk sampai di desa Gubug Klakah lalu disambung dengan Toyota Hardtop ke Ngadas. Dari Gubug Klakah sampai Ngadas mata ini dimanjakan oleh pemandangan hijau dari hutan hujan tropis diselang seling dengan ladang penduduk yang berada di lereng-lereng bukit.

Sempat terbersit kekhawatiran bahwa suatu saat ladang-ladang itu akan mendesak hutan primer sehingga makin sempit saja paru-paru Pulau Jawa ini. Belum lagi pertanian di lereng curam tersebut tidak memakai sistem terasiring sehingga laju erosi (sedimentasi sungai dan bendungan) sangat tinggi.

Adas pulosari di Kaldera Tengger dengan latar gunung yang muncul dari tengah kaldera (gambar dipinjam dari http://crosser-terrain.blogspot.com)

Ketika kami melakukan trekking dari Ngadas ke Ranupani lalu dilanjutkan Ranupani-Bromo kami menjadi tahu kenapa desa ini diberi nama Ngadas. Tanaman adas pulosari tumbuh liar dan sangat subur di sepanjang jalan menuju lautan pasir Bromo. Selain bermanfaat untuk meredakan gejala masuk angin, flu, meriang dan sebagainya, konon tanaman ini juga berkhasiat untuk memperbaiki kinerja organ seksual laki-laki.

Jika anda menginginkan petualangan dan perjalanan yang lebih berkesan, tidak hanya sekedar naik tangga lalu menyaksikan sunrise, mendaki Gunung Bromo dari arah Ngadas bisa anda pertimbangkan. Pada rute trekking ini anda akan mendapatkan sajian padang pasir dan sabana yang sangat menawan dengan latar dinding kaldera raksasa setinggi 200 meter dan beberapa gunung yang muncul dari tengah kaldera selain Bromo.

Citra satelit Kaldera Tengger memakai Google Earth

* untuk gambar-gambar kaldera yang lebih menawan bisa anda intip dari blog berikut http://crosser-terrain.blogspot.com/2011/03/gowes-di-bromo-tengger-semeru.html

** segala resiko ditanggung oleh pembaca. jika anda terpesona dan terobsesi gowes di sana bukan salah saya

Batavia Air jagonya telat

Setelah counter check in terlambat buka͵ kini keberangkatan pesawat juga terlambat. Sampai jam 6:39͵ Batavia Air nomer penerbangan Y6-343 (keberangkatan jam 06:00) belum bisa berangkat dengan alasan masih dilakukan pengecekan.

Alasan klasik dan terkesan mengada-ada. Bahkan jika benar demikian patut kita pertanyakan kinerja maskapai ini dalam mempersiapkan armadanya. Apalagi kini terjadi pada penerbangan shift pertama.

Jerih payah penumpang berangkat pagi2 dari rumah mestinya diganjar dengan keberangkatan tepat waktu.

Batavia Air terlambat membuka counter check in

Sudah hal biasa jika penumpang pesawat dminta datang ke bandara dua jam sebelum jam keberangkatan. Akan tetapi ketika penumpang memenuhi himbauan tersebut ternyata counter check in maskapai belum buka.

Hari ini 16 Mei 2012 sampai dengan jam 4:15 counter check in Batavia Air di terminal lC Bandara Sukarno-Hatta.

image

Batavia Air ternyata belum buka padahal penumpang sudah menumpuk.

Batavia Air harus malu dan segera berbenah.

Manifes penumpang|Jangan pernah menggunakan tiket atas nama orang lain

Aku pernah melakukan hal bodoh tersebut ketika awal-awal menggunakan pesawat terbang. Saat itu ada sebuah tiket Jakarta-Surabaya yang dicancel lalu sebuah travel menawarkan tiket tersebut kepadaku. Aku tahu bahwa saat check in tiket akan dicocokkan dengan kartu identitas akan tetapi mereka (travel) menjamin bahwa mereka mempunyai orang dalam di bandara yang bisa mengurus hal tersebut.

Ternyata yang dijanjikan travel tersebut tidak terealisasi. Mereka tidak memiliki orang dalam di bandara yang bisa meloloskanku. Akhirnya rencana pulkam pun harus dibatalkan karena aku ditolak saat check in akibat nama pada kartu identitas dan yang tertera pada tiket berbeda. Setelah itu aku menyadari kebodohanku dan tidak pernah mau lagi ditawari tiket atas nama orang lain, bahkan untuk tiket kereta api.

Pentingnya kesesuaian identitas tiket dan pemegangnya  berguna saat pembayaran kompensasi keterlambatan. Maskapai akan memastikan bahwa kompensasi diterima oleh yang berhak. Tentunya dengan verifikasi kartu identitas. Jika tiket tersebut atas nama orang lain bisa jadi kita akan gigit jari.

Apalagi jika sampai terjadi musibah. Maka keseuaian antara data tiket dengan pemegangnya menjadi lebih penting lagi. Misal si A naik pesawat terbang dengan memegang tiket atas nama B. Saat terjadi musibah atau kecelakaan pihak maskapai dan kepolisian kemungkinan akan menghubungi keluarga B berdasarkan data manifes penumpang pesawat. Padahal si B tidak jadi terbang dan mengalihkan tiketnya ke A.

Lalu santunan asuransi pun diberikan berdasarkan data manifes penumpang yang merupakan salinan dari tiket. Bisa jadi si A tidak akan mendapatkan santunan dari asuransi karena tiket yang dia pegang bukan atas namanya dan datanya pun tidak terdapat pada manifes penumpang.

 

Terbang murah bersama Citilink bisa memilih dan mengunci kursi sendiri

Pada masa awal merantau ke Tangerang sekitar tahun 2003-an aku sering memakai jasa Citilink untuk pulang kampung. Sebelum Lionair menggurita seperti sekarang, Citilink adalah pelopor penerbangan murah. Bahkan pernah harga tiketnya sama dengan harga tiket bus. Setelah menikah dan sering pulang kampung ke Sulawesi aku tidak pernah lagi memakai jasa Citilink karena ia tidak memiliki rute penerbangan langsung ke Sulsel.

Hari ini istriku memberitahu bahwa pembelian tiket Citilink secara online memiliki opsi pemilihan kursi dengan tambahan biaya 25.000 rupiah. Bahkan ketika harga tiket ditambah 25.000 total harganya masih lebih murah dibanding tiga maskapai lain yaitu Batavia, Sriwijaya dan Lionair untuk penerbangan Makassar – Surabaya.

Menurutku ini adalah salah satu terobosan besar yang dilakukan oleh Citilink. Fitur layanan pemilihan kursi sendiri amat sangat cocok bagi mereka yang terbang dalam rombongan besar lalu ingin duduk berdekatan. Sepengetahuanku belum ada maskapai domestik yang memiliki fitur layanan seperti ini dalam sistim online ticketing mereka. Apalagi hal ini ditunjang oleh kemudahan opsi pembayaran melalui jaringan ATM Bersama. Maka semakin lengkaplah keunggulan Citilink dibanding sesama low fare airlines yang lain.

Mengeluarkan biaya tambahan 25.000 sepadan dengan kenyamanan yang didapatkan oleh kursi barisan depan. Kursi bagian depan tidak perlu membuat kita mengantri terlalu lama di koridor pesawat karena terhalang  penumpang lain yang sibuk menaruh bagasi. Begitu juga saat mendarat kita bisa keluar lebih cepat. Selain itu kursi bagian depan relatif kurang bising dibanding kursi bagian belakang terutama kursi di samping sayap sampai ekor pesawat. Deru mesin turbojet terasa sekali bisingnya bahkan untuk pesawat terbaru Boeing 737-900ER sekalipun.

Inovasi dan persaingan bebas memang menguntungkan konsumen.

Citilink, Airbus A320-233

 

*gambar pesawat diunduh dari situs http://www.citilink.co.id/

Ketika pungli dan korupsi merajalela

Malam itu, dalam penerbangan ke kota Anging Mamiri aku mengobrol panjang lebar dengan seorang surveyor dari perusahaan operator BTS. Seperti kita ketahui, perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, Smartelecom, Bakritel dll tidak lagi mebangun BTS sendiri. Mereka menyewa BTS dari perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam pembangunan dan penyediaan BTS.

Semua pulau besar dan propinsi di Indonesia sudah ia kunjungi kecuali Maluku dan NTT. Dia bercerita bahwa di hampir semua tempat terdapat pungli pada saat pembangunan BTS. Besarnya bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jumlah yang tidak masuk akal, 3 juta, hanya untuk membawa kabel ke lokasi BTS.

Di antara semua tempat yang ia kunjungi, Bekasi termasuk yang paling tinggi punglinya. Dia langsung menuding ke salah satu ormas berbasis etnik Betawi sebagai pelaku pungli. Selain kepada ormas, uang pelicin biasanya juga diberikan kepada birokrasi setempat seperti kepala kampung ataupun kepala desa.

Jadi, kalau tarif telekomunikasi kita sedikit mahal, jangan heran karena di dalamnya ada komponen biaya “pungli”. Ini semakin memperkuat cerita salah satu teman kerja yang dulu juga pernah bekerja di perusahaan pembangunan BTS bahwa pungli dalam pembangunan BTS sungguh luar biasa.

Jika anda masih bersikeras bahwa korupsi “hanya” dilakukan anggota legislatif ataupun aparat pemerintah, saatnya anda melepas kacamata kuda anda dan cobalah melihat lebih luas.. Ternyata masyarakat juga berperilaku sama. Korupsi memang penyakit endemik yang sulit diberantas kecuali kita mulai dari diri kita masing-masing.

Akibat bandara Sukarno Hatta kelebihan kapasitas

Mungkin karena landasan pacu untuk penerbangan domestik terlalu padat, malam itu pesawat Lion Air mendarat di landasan pacu nomer 2 yang biasa dipakai oleh penerbangan internasional tepat jam 20:10 WIB.

Awalnya aku tidak menduga bahwa pesawat akan mendarat di landasan pacu nomer 2. Akan tetapi setelah melihat simbol beberapa maskapai asing di beberapa ekor pesawat maka aku menyadari bahwa pesawat yang kutumpangi baru saja mendarat di landasan pacu 2. Dulu pernah beberapa kali aku mengalami hal yang sama dan biasanya perlu waktu yang cukup lama untuk sampai di terminal 1.

Setelah pesawat sampai di ujung landasan pacu maka dimulailah perjalanan menjemukan menuju terminal 1. Rasa capek ditambah kondisi luar ruangan yang gelap gulita sehingga pemandangan pun terbatas menjadikan perjalanan ini terasa menjemukan. Belum lagi kondisi badan yang capek, ingin cepat istirahat dan ngantuk membuat diri ini semakin tersiksa.

Dua kali pesawat harus berhenti karena berpotongan jalan dengan pesawat lain yang menunggu giliran lepas landas. Akhirnya setelah berjalan selama 30 menit pesawat baru sampai di terminal 1. 30 menit yang terbuang percuma hanya untuk perjalanan dari landasan pacu ke terminal bukanlah waktu yang singkat. Bagi mereka yang terburu-buru waktu selama itu akan sangat berarti. Bisa jadi akibat molor 30 menit itu mereka akan ketinggalan bus terakhir di malam hari, atau terlambat mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan masak-masak. Begitu juga bagi penjemput akan menjadi bete karena setelah pesawat mendarat keluarga mereka belum muncul juga.

Bandara Sukarno Hatta memang sudah terlalu sesak. Bandara ini sudah mencapai dua kali lipat kapasitas normalnya dengan jumlah penumpang kurang lebih 60 juta per tahun. Bandara baru di Bekasi atau Karawang diharapkan bisa mengurangi beban bandara ini. Semoga :)

Penumpang pesawat keras kepala

Saat-saat mendarat dan tinggal landas adalah saat-saat kritis dalam penerbangan. Saat mendarat pesawat bisa oleng ataupun mengalami hentakan cukup keras. Karena itu awak kabin selalu cerewet dan tidak jemu-jemunya mengingatkan kita untuk mengencangkan sabuk pengaman, melipat meja di hadapan dan menegakkan sandaran kursi.

Malam itu dalam penerbangan ke Jakarta dengan Lion Air, seorang penumpang yang kelihatannya baru sekali naik pesawat terbang dan agak keras kepala bersitegang dengan awak kabin karena dilarang memakai toilet saat pesawat hendak mendarat. Awak kabin menyarankan agar ia menahan hajatnya dan kembali ke kursinya. Si penumpang bersikeras untuk menunggu di depan toilet sambil beralasan tempat duduknya cukup jauh dari toilet. Padahal sejauh-jauhnya kabin pesawat tidak akan melebihi panjang lapangan bola.

Cukup lama si penumpang beradu argumen dengan awak kabin bahwa ia akan menunggu pesawat mendarat di depan toilet saja. Setelah diberitahu bahawa ia bisa terlempar ketika pesawat mendarat keras dan  penumpang lainnya ikut membujuk akhirnya si penumpang menyerah dan ia kembali ke tempat duduknya.

Peringatan awak kabin rupanya menjadi kenyataan. Pesawat mendarat cukup keras. Andai saja si penumpang tetap berada di depan toilet pasti ia akan benar-benar terlempar . Jika itu terjadi bisa jadi ia akan batal umroh.

Pilot dan awak kabin adalah orang-orang yang lebih tahu tentang keselamatan penerbangan dibanding kita sebagai penumpang. Petunjuk dan instruksi mereka wajib kita ikuti bukannya mengikuti sikap sok tahu dan keras kepala kita.

Godaan sejumlah 5450 rupiah|Fenomena mobil mewah beramai-ramai menenggak premium

Hari ini sebuah media nasional memuat berita tentang migrasi sejumlah mobil mewah yang menenggak premium. Harga bahan bakar non-subsidi yang mencapai lebih dari dua kali lipat bahan bakar bersubsidi rupanya menggoda banyak pemilik mobil mewah untuk beralih golongan.

Saat melintas SPBU Shell di Lippo Cikarang tadi pagi harga Shell Super (setara Pertamax) mencapai 9950 rupiah. Jadi saat ini selisih harga Pertamax dengan Premium mencapai 5450 rupiah.

Andai tiap mobil mewah tersebut mengisi bahan bakar sampai penuh (asumsi 50 liter) maka tiap mobil akan memperoleh besaran subsidi 272.500 rupiah. Luarbiasa. Nilai subsidi bagi pemilik mobil sekali isi penuh mencapai sepuluh kali lipat nilai subsidi pemilik motor dengan asumsi tangki motor berkapasitas 5 liter.

Ternyata cukup sulit menahan godaan 272 ribu. Apalagi 272 juta :)

Jangan salahkan rokku yang mini, tapi otakmu yang mini

Banyak orang melindungi rumahnya dengan kelambu (selain untuk privasi juga agar tidak kelihatan dari luar), teralis besi, bahkan sistim CCTV agar tidak ada orang yang berani mencuri.

Diharapkan dengan melihat teralis besi dan CCTV pencuri akan berpikir dua, tiga, empat kali atau bahkan tidak jadi sama sekali untuk mencuri. Tidak ada satupun dari mereka membiarkan rumahnya terbuka lebar dan memajang harta kekayaannya lalu berkata, “Jangan salahkan diriku yang kaya, tapi salahkan dirimu yang miskin“.

Sebaliknya banyak orang yang mengobral keindahan tubuhnya untuk semua orang lalu mereka berkata seperti ini, “Jangan salahkan rokku yang mini, tapi otakmu yang mini

Jangan salahkan rokku yang mini, tapi otakmu yang mini (sumber: Kompas)

Lalu temanku bergurau, jangan-jangan nanti bakal ada rok mikro, nano atau piko. Terus ada istilah baru lagi, “Jangan salahkan rokku yang nano, tapi salahkan otakmu yang piko ^^