Dua macam jamaah dalam sholat

Hadits tentang merapikan dan merapatkan shaf dalam sholat tentu populer bagi kita karena beberapa imam sholat biasanya mengingatkan jamaahnya agar merapikan dan merapatkan shaf. Salah satunya adalah hadits berikut ini:

Meski beberapa hadits tentang kerapian dan kerapatan shaf sangat populer tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah. Ada orang yang terbiasa rapat ada juga orang yang terbiasa mengambil jarak.  Mereka yang tidak tahu atau tidak terbiasa tubuhnya bersentuhan dengan saudaranya saat dalam shaf cenderung mengambil jarak dengan jamaah lainnya. Mereka ini tidak akan bisa diajak merapatkan bahu dan kakinya. Semakin anda merapatkan diri semakin mereka menarik dirinya. Akibatnya shaf justru menjadi tidak rapi dan rapat.

Karena itu jika anda termasuk orang yang istiqomah dalam hal merapatkan dan merapikan barisan ini ada baiknya ketika mulai membentuk shaf anda merapatkan diri dulu. Jika jamaah lain menarik dirinya jangan dikejar dengan semakin melebarkan kaki anda. Biarkan saja mereka menarik diri lalu anda bisa menggeser tubuh anda sedikit sambil mendekatkan bahu/lengan. Hal ini biasanya lebih mudah karena sebagian orang mungkin risih bersentuhan kulit (walaupun kaki). Setelah sholat berjalan maka akan terapatkan dengan sendirinya dan saat itu mereka tidak sadar kalau sudah dipepet/dirapatkan.

Ada kejadian lucu dimana seseorang yang tidak terbiasa merapatkan diri dalam shaf marah-marah karena merasa didesak terus menerus dari jamaah lainya yang berusaha merapatkan diri ketika sholat akan dimulai sementara dia tidak terbiasa demikian. Sampai-sampai dia berkata, “Mau lo apa sih?”  :)

Yuk, sholat berjamaah!

(cmiiw)

Ilustrasi shaf dalam sholat berjamaah