TVRI (Dunia Dalam Berita) dan musik Indonesia

Apa hubungan antara program berita dan musik indonesia? Kalau kita menengok balik ke tahun 80 ~ awal 90-an maka TVRI menjadi satu-satunya media yang menayangkan informasi dunia secara visual. TVRI menjadi media visual yang menyampaikan berbagai konflik dan bencana kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Tentu ada media cetak yang juga berperan. Tetapi dengan budaya membaca dan jangkauannya yang rendah tentu efek yang ditimbulkan tidak sedalam dan seluas media visual. Sekarang mari kita bayangkan kita membaca perang Irak_Iran di media cetak dan kita juga menyaksikan kedahsyatan perang tersebut melalui televisi (Dunia Dalam Berita) bisa dipastikan informasi dari televisi akan memberikan kesan yang lebih mendalam. Atau kita membaca tentang bencana kelaparan di Ethiopia, gempa bumi di Armenia dll, pastilah kesan yang lebih mendalam akan kita peroleh dari televisi.

Satu lagi kondisi dunia yang sedang aktual pada saat itu adalah perang dingin. Beberapa tahun sebelum politik Glasnot & Perestroika dan kejatuhan Uni Soviet, perang dingin mencapai puncaknya dimana kedua blok menimbun senjata nuklir masing-masing. Dan banyak dari perang terbuka yang terjadi pada era tersebut merupakan perpanjangan dari perang dingin. Sebut saja perang saudara di Guatemala, Angola, Kamboja, perang Irak-Iran, perang Afghanistan.

Dunia Dalam Berita (Sumber: heryazwan.files.wordpress.com)

Peristiwa-peristiwa aktual dunia pada masa itu (yang disampaikan TVRI) banyak memberi inspirasi kepada musisi-musisi Indonesia untuk mengangkatnya menjadi sebuah lagu. Bahkan Nasyida Ria sebuah grup qosidah/nasyid dari Semarang “mentah-mentah” membuat sebuah lagu yang berjudul “Dunia Dalam Berita” yang meggambarkan peran penting program berita tersebut dalam memberikan informasi aktual dari berbagai belahan dunia. Apalagi saat itu TVRI belum mempunya pesaing pastilah Dunia Dalam Berita menjadi satu-satunya sumber informasi media visual bagi seluruh rakyat Indonesia. Atau lagunya yang berjudul “Perdamaian” yang kemudian diaransemen ulang oleh Gigi. Kalau pada saat itu (80-90 an) anda tinggal di desa kedua lagu tersebut sangat populer dan sering diputar di acara hajatan di kampung-kampung. Bukan dengan sound system ribuan watt tetapi speaker TOA yang tidak ada suara bass-nya tetapi jangkauannya sampai desa tetangga.

Dari berbagai jenis musik, tercatat musik rock yang paling banyak mengangkat isu-isu perang dan kemanusiaan. Mereka peka sekali (pada saat itu) terhadap berbagai konflik dan bencana yang terjadi di dunia. Banyak lirik lagu yang menunjukkan kepedulian maupun sikap anti perang dari para musisi tersebut, diantaranya:

# Bencana kelaparan Ethiopia: Ethiopia-Iwan Fals

# Perang Irak-Iran: Persia-Power Metal

# Kontroversi Ayat-Ayat Setan – Salman Rushdie: Maret 1989 – God Bless

# Bahaya perang nuklir : Cendawan Kuning – God Bless

# Gempa bumi di Larantuka: Larantuka – SAS

# Perang: Angkara – Power Metal, Dunia – Elpamas

# Gempa bumi Armenia: Armenia – Julius Sitanggang (?)

Iklan

One response to “TVRI (Dunia Dalam Berita) dan musik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s