Guru ngaji kita

Jika di bulan Ramadan ini kita mendapatkan segunung pahala karena membaca Al-Quran maka siapakah yang paling berjasa? Sudah pasti guru ngaji kita. Kebanyakan adalah guru ngaji ketika kita masih kecil, ketika kita belajar ngaji di surau, musholla, langgar atau masjid selepas sholat Asar atau Maghrib. Bagaimanakah kabar mereka kini? Apakah masih hidup? Apakah anda masih mengunjunginya ketika Lebaran mudik ke kampung?

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Jika guru kita di sekolah mendapatkan gaji maka mereka hanya mendapatkan ucapan terima kasih dari kita. Malah karena suasana ngaji yang informal, sering kali kenakalan kita berlipat ganda dibanding ketika kita berada di sekolah.

Pernahkah anda menunjukkan rasa terima kasih atas jasa-jasa mereka? Jika belum maka Lebaran kali ini adalah saat yang tepat. Saat mudik nanti mari kita bersilaturahim dengan mereka. Bawalah buah tangan untuk menyenangkan hati mereka.

Semoga Allah swt berkenan menerima amal baik mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s