Nasionalisme atau pelayanan?

Konsumen berhak mendapatkan pilihan (terbaik) dalam mendapatkan suatu produk karena itu monopoli semakin tidak populer. Setelah mendapatkan hak monopoli sangat lama kini Pertamina harus bersaing dengan perusahaan (asing) lain dalam bisnis distribusi bahan bakar kendaraan. Sebagai konsumen tentu ini berita baik bagi kita karena kita bisa memilih untuk mendapatkan produk yang serupa dan diharapkan para pemainnya akan saling bersaing sehingga konsumen akan semakin diuntungkan.

Kini persaingan itu ada di depan mata. Dalam satu wilayah yang sama di Cikarang terdapat dua SPBU, yaitu Pertamina dan Shell. Meski akhir-akhir ini SPBU Pertamina gencar mereformasi kinerja pelayanannya nampaknya itu hanya di awal-awal saja. Kini tidak pernah terdengar lagi frase “Dimulai dari angka nol ya.”. Mungkin jika anda mengisi bahan bakar mobil anda masih bisa mendengar ungkapan tersebut. Tapi jangan harap untuk sepeda motor.

SPBU Shell (Sumber: http://www.g2glive.com)

Itulah yang berbeda dengan SPBU Shell. Motor atau mobil mendapatkan perlakuan yang sama. ”Selamat pagi, Pak. Shell Super atau Super Extra? Full tank atau berapa liter? Uangnya 50 ribu ya, Pak. Kembaliannya 20 ribu. Ini receipt-nya. Ada lagi yang bisa dibantu? Terima kasih bapak. Hati-hati di jalan”.

Nampaknya Pertamina tidak cukup hanya dengan mengandalkan nasionalisme pembelinya dengan slogan “Kita untung bangsa untung” jika ingin mempertahankan pangsa pasarnya. Pertamina harus mengejar ketertinggalannya dari Shell dalam hal pelayanannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s