Mitos tentang barang elektronik

“Jangan merek itu, aku pernah buka barangnya, komponennya lebih sedikit”. Mungkin kita pernah mendengar saran seperti itu dari teman, saudara atau tetangga ketika kita meminta rekomendasi sebuah produk elektronik.

Tentu saja pendapat seperti itu tidak sepenuhnya benar. Produk-produk elektronik memang bergerak ke arah yang semakin tipis, semakin terintegrasi. Ini dikarenakan tuntutan konsumen, regulasi dan efisiensi serta perkembangan teknologi yang memungkinkan hal itu. Jika diuraikan lebih lanjut latar belakangnya a.l.:
1. Sedikit membutuhkan ruang. Bagi konsumen tentu memberi kemudahan dalam hal handling, penyimpanan dan penggunaan. Bagi produsen hal ini akan menghemat biaya pengiriman karena dalam satu kontainer bisa memuat lebih banyak produk.
2. Material yang lebih sedikit. Ini berkaitan dengan harga dan isu lingkungan. Semakin sedikit material yang digunakan maka harganya akan semakin murah. Bagi lingkungan hal ini akan mengurangi eksploitasi sumber daya alam karena menghemat pemakaian logam dan minyak bumi. Ingat bahwa sebagian besar produk elektronik memakai bahan-bahan seperti tembaga, perak, timah, keramik dan minyak bumi (plastik).
3. Hemat energi. Semakin kecil komponen akan membutuhkan daya listrik yang semakin kecil. Contoh ekstrim adalah perbandingan antara tabung trioda dengan transistor. Hal ini tentu menguntungkan konsumen
4. Regulasi. Negara-negara maju menerapkan pajak progresif terhadap alat-alat elektronik berdasarkan konsumsi daya listriknya. Artinya semakin besar daya listriknya maka pajaknya akan semakin tinggi. Karena itu produsen elektronik berlomba-lomba menciptakan produk dengan konsumsi daya listrik yang semakin kecil.
5. Surface Mount Device. Sirkuit elektronik tradisional membutuhkan komponen yang berkaki untuk proses penyolderan. Kaki-kaki tersebut biasanya lebih panjang sehingga harus dipotong lagi setelah proses penyolderan (pemborosan material). Namun dengan teknologi Surface Mount Device hal tersebut tidak diperlukan lagi karena komponen-komponen elektronik langsung direkatkan pada papan sirkuit. SMD juga memungkinkan pemasangan komponen elektronik di kedua sisi papan sirkuit.
6. Teknologi shielding yg semakin maju. Alat-alat elektronik tidak boleh menginduksi perangkat elektronik lain (EMC) karena itu harus memakai shielding pada area tertentu yang mengeluarkan induksi magnetik. Teknologi shielding yang baru tidak lagi berbasis pelat logam seperti pada masa lalu. Kini bahan shielding sudah berbentuk semacam kain atau pita, lebih tipis dan lebih bisa menyesuaikan dengan kontur produk.
7. Papan sirkuit multilayer. Dengan papan sirkuit multilayer memungkinkan pemasangan komponen di kedua sisi papan sirkuit dan dan desain sirkuit yang lebih padat.
8. Estetika. Produk yang tipis memberikan kesan yang lebih elegan.

Iklan

2 responses to “Mitos tentang barang elektronik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s