Rute favoritku – Perpustakaan Kota Malang

Salah satu rute gowes favoritku sehabis kuliah adalah Kampus – Perpustakaan Kota – Blok M (Blok Majapahit, sebuah lokasi tempat penjualan buku-buku bekas di Malang). Sambil menunggu matahari agak condong ke barat kuhabiskan waktuku di masjid atau perpustakaan kampus setelah itu aku mengarahkan sepedaku ke perpustakaan kota di Ijen Boulevard. Meskipun agak jauh tapi rute ini melewati jalan-jalan yang lebih rindang dibanding lewat Jl. Soekarno Hatta – Griya Shanta.

Yang kusuka dari Perpustakaan Kota Malang adalah syarat keanggotaan dan peminjaman yang sangat mudah. Bahkan jika anda hanya ingin membaca koleksinya di situ tanpa meminjam anda cukup mengisi buku tamu tanpa harus menjadi anggota dulu. Selain itu karena aku memakai ontel maka tidak ada biaya parkir.

Memasuki perpustakaan kota aku serasa bernostalgia. Seolah-olah aku kembali ke masa ketika aku masih menjadi murid sekolah dasar karena banyak buku-buku yang kubaca di SD bisa kutemui di situ. Salah satunya adalah karya Karl May, Winnetou Ketua Suku Apache. Perkiraanku koleksi perpustakaan ini (sekitar tahun 2000) dimulai/dari era yang bersamaan dengan perpustakaan SD-ku. Aromanya pun khas, aroma buku-buku yang berusia lama.

Kini perpustakaan kota telah bermetamorfosis. Bangunannya terlihat atraktif dan menarik perhatian karena dicat dengan warna-warna mencolok seperti kuning dan oranye. Sebuah pilihan yang tepat karena letaknya yang agak tersembunyi di pertigaan pertemuan antara Jl. Semeru dan Jl. Boulevard Ijen. Begitupun koleksinya telah bertambah. Pemkot Malang memberikan anggaran yang lebih besar untuk menambah dan memperbarui koleksi buku-bukunya. Jam kunjungan kini juga lebih lama, sampai jam 5 sore. Bahkan di hari libur pun tetap buka meski tidak melayani peminjaman, hanya baca di tempat saja. Ini tentu saja sangat mengakomodasi para pekerja β€œ9 to 5” yang ingin menyalurkan minat bacanya yang hanya bisa berkunjung di hari libur akibat jam kerja yang ketat.

Dengan semakin bertambahnya koleksi, pengunjung dan jenis layanan, sudah selayaknya jika Perpus Kota Malang mulai memikirkan perluasan bangunan. Bangunan yang baru nanti harus mengakomodasi fungsi perpustakaan moderen yang tidak sekedar tempat membaca tetapi juga tempat interaksi antar warga, ruang pertemuan dan seminar, galeri atau pameran seni

Iklan

2 responses to “Rute favoritku – Perpustakaan Kota Malang

  1. nostalgia kota malang
    inget dulu pas msh sd jalan kaki dari jln magelang sampe ke jln semeru mampir dulu ke perpustakaan kota cuman sekedar iseng sih
    awalnya takut2 jg dimarahin petugas, ternyata ramah lho walaupun cuman sekedar main2 mereka sangat welcome
    kedua kalinya pas sma minjem buku utk tugas sekolah
    malang i love u full

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s