Bersepeda ke kampus

Sebelum komunitas atau tren Bike to Work marak, aku sudah melakukan aktivitas B2S alias Bike to School. Jarak rumah ke kampusku sekita 10 km, tetapi jika naik angkot harus ditempuh selama 1,5 jam karena rute angkot yang memutar dan harus berjalan kaki dulu ke jalan raya. Maka kuputuskan untuk mengukur waktu tempuhnya dengan bersepeda. Karena waktu itu aku belum punya sepeda aku meminjam sepeda MTB milik tetanggaku. Ternyata hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk mencapai kampus dari rumahku. Sangat memungkinkan untuk ditempuh dengan bersepeda apalagi jika dibandingkan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan jika naik angkot.

Karena harga sepeda MTB sangat mahal, maka pilihanku jatuh ke sepeda Phoenix (jengki) yang pada waktu itu (1996) harganya 180 ribu. Dengan hanya satu tingkat kecepatan maka waktu tempuhnya agak lama, 50 menit. Lebih cepat 40 menit dibanding naik angkot dan aku tidak perlu berangkat terlalu pagi jika ada kuliah pagi.

Mahasiswi bule tidak gengsi bersepeda ke kampus (Sumber: cycleandstyle.com)

Dari satu angkatan yang berjumlah + 150 orang hanya ada 3 orang termasuk diriku yang menggunakan sepeda untuk berangkat kuliah. Sisanya kebanyakan berjalan kaki karena tempat kosnya dekat atau menggunakan motor. Tentu saja beberapa orang yang tajir ada yang membawa mobil.

Karena kampusku (UB) tidak terlalu luas semua tempat bisa dicapai berjalan kaki dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama. Mungkin karena alasan ini sedikit yang memakai sepeda ke kampus. Sebenarnya banyak juga mahasiswa bermotor yang tempat kosnya dekat sekali dengan kampus yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Mereka ini harus menempuh jarak yang lebih jauh karena harus memutar akibat kebijakan satu pintu masuk. Sebuah bentuk pemborosan.

Sebenarnya jika mereka memakai sepeda, mereka masih bisa melewati celah gerbang yang didesain hanya bisa dilewati satu orang. Meskipun ada barikade setinggi 25 cm cukup disiasati dengan sedikit mengangkat sepeda. Satu hal yang kulakukan tiap hari untuk memasuki kampus dari arah Jl. Soekarna-Hatta.

Aku iri jika melihat foto-foto kampus di Eropa yang parkirannya penuh dengan sepeda. Semoga dengan gencarnya kampanye melawan mengurangi emisi karbon dan bike to work akan semakin banyak mahasiswa yang bersepeda ke kampus.

Iklan

3 responses to “Bersepeda ke kampus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s