No More Lipsync!

Salah satu hal yang paling kubenci adalah lipsync. Seolah-olah live padahal hanya rekaman studio yang diputar ulang dengan menghadirkan musisi yang bersangkutan sambil berpura-pura menyanyi dan memainkan alat-alat musik.

Aksi panggung merupakan salah satu cara menilai kepiawaian/skill seorang musisi. Maka tidak heran jika ‘jaman dahulu’ penonton konser musik bisa kecewa berat manakala performa seorang musisi di atas panggung jauh dibawah performa kasetnya. Bahkan ada satu kota di Jawa Timur yang menjadi momok bagi macan konser sekalipun. Penontonnya terkenal sangat kritis dan kadangkala sampai mengamuk (tindakan yang buruk, tidak patut dicontoh) akibat performa musisinya jeblok ketika beraksi di panggung konser.

Digitalisasi dan teknologi rekaman yang semakin maju memang memungkinkan untuk memberikan tambalan dan sulaman dalam proses rekaman. Band atau penyanyi dengan kualitas pas-pasan pun bisa dipoles menjadi bagus.

Maka berhati-hatilah jika kini semakin banyak band yang melakukan lipsync ketika di panggung. Itu artinya kualitas band-band Indonesia semakin menurun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s