Review film Sang Pemimpi

Berkaca dari pengalaman menyaksikan film Laskar Pelangi, ketika akan menonton film Sang Pemimpi aku memang tidak berharap terlalu banyak. Apa yang akan kulihat pasti akan  berbeda gambaran yang sudah tertanam dalam otakku tentang kisah Sang Pemimpi. Lagi pula dengan durasi hanya satu jam lebih tentu tidak semua detil alur cerita akan bisa ditampilkan di layar lebar.

Tepat seperti yang kupikirkan sebelumnya film ini kurang bisa bisa menampilkan dramatisasi seperti yang terdapat dalam bukunya. Hal ini terasa sekali pada adegan Ikal, Arai dan Jimbron diburu Pak Mustar. Juga pada saat Arai membawa kuda ke tempat kosnya. Akhirnya sepanjang film aku malah sibuk mebanding-bandingkan alur cerita dalam buku versi film ini.

Memang dalam bentuk buku si penulis memiliki peluang lebih banyak untuk “membual” dan pembaca tinggal menggunakan imajinasinya untuk menggambarkan bualan penulis tersebut. Karena itu imajinasi pembaca bisa lebih liar dan heboh. Tentu bukan pekerjaan mudah bagi seorang sutradara untuk mewujudkan bualan si penulis tersebut. Sebenarnya itulah tantangan dari seorang sutradara ketika menghadirkan film yang berasal dari sebuah buku. Karena biasanya pembaca sudah mempunyai gambaran masing-masing di otaknya sebelum menyaksikan film tersebut.

Meski demikian sosok Bang Zaitun dalam film ini menurutku menampilkan dengan tepat apa yang tertulis dalam novelnya. Penampilannya benar-benar menggambarkan seorang biduan Melayu flamboyan. Sementara Arai yang diperankan oleh Ariel Peterpan terasa mengganggu karena terjadi lompatan gambaran fisik. Arai yang hitam legam ketika dewasa tiba-tiba menjadi sosok bintang sinetron.

Iklan

2 responses to “Review film Sang Pemimpi

    • setuju. walaupun ada beberapa kekurangan film ini masih lebih bagus dibanding Laskar Pelangi. apalagi dibanding film horor yang sedang booming

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s