Islam dan Konvensi Jenewa

Abu Bakar ra ketika mengirim pasukannya ke Syam (Syiria), dia telah mengangkat Yazid bin Abu Sufyan, Amr bin al-Ash, dan Syurahbil bin Hasanah sebagai panglima-panglimanya. Berikut ini adalah pesan Abu Bakar kepada panglimanya ketika akan berangkat.

Ilustrasi Perang Badar (Sumber: roniocta.files.wordpress.com/200...adr2.jpg)

“Saya berpesan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan berperanglah di jalan Allah. Perangilah orang-orang yang kafir (ingkar) kepada Allah, karena sesungguhnya Allah akan memenangkan agama-Nya. Janganlah berkhianat, melanggar janji, dan menjauhi (pasukan). Jangan pula membuat kerusakan di muka bumi dan jangan melanggar apa yang diperintahkan kepadamu. Apabila kamu-Insya Allah-telah berhadapan dengan musuh-musuhmu, orang-orang musyrik, maka serulah mereka kepada tiga hal. Jika mereka bersedia memenuhinya, sambutlah mereka dan adakan gencatan senjata dengan mereka.

Ketiga hal itu adalah: 1) serulah mereka kepada agama Islam; 2)serulah mereka agar berpindah dari negeri mereka ke negeri orang-orang Muhajirin; 3) sampaikanlah bahwa jika mereka menerima seruan itu, maka mereka memiliki hak yang sama dengan hak-hak orang Muhajirin. Mereka juga memiliki kewajiban yang sama seperti kewajibannya orang-orang Muhajirin. Jika mereka telah memeluk agama Islam dan lebih memilih negeri mereka daripada negerinya orang-orang Muhajirin, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka akan dipersamakan dengan kam Muslim dari kalangan A’rab (bangsa Arab pegunungan atau pengembara) da n berlaku atas mereka hukum-hukum Allah yang diwajibkan atas kaum Muslim secara umum. Mereka ini tidak akan memperoleh sedikitpuun bagian dari harta fa’i dan ghanimah (harta rampasan perang) sampai mereka ikut berjihad bersama kaum muslimin lainnya. Namun apabila mereka enggan untuk memeluk Islam, sampaikanlah kepada mereka agar membayar jizyah (pajak). Jika mereka melakukannya, terimalah dari mereka dan adakan gencatan senjata dengan mereka (jangan memerangi). Tetapi jika mereka menolak, mintalah pertolongan Allah atas mereka dan berperanglah jika itu memang yang dikehendaki oleh Allah swt.

Janganlah kamu mencabut pohon kurma atau membakarnya. Jangan membunuhi hewan atau menebang pohon yang berbuah. Jangan pula menghancurkan biara (rumah ibadah). Dan janganlah membunuh anak-anak, orang-orang tua dan perempuan. Kamu akan jumpai orang-orang yang memenjarakan diri mereka sendiri di dalam gereja-gereja, maka biarkanlah mereka dan jangan menghalangi antara mereka dan apa yang mereka harapkan dari pemenjaraan diri mereka.”

*) Muhammad Al Ghazali, 2002 “Sunah Nabi saw-Menurut Ahli Fiqh dan Ahli Hadits”, hal. 253-254, Lentera, ISBN 979-3018-22-4

============================================================================

Berabad-abad sebelum Konvensi Jenewa, Islam telah mengatur etika dalam peperangan. Jangankan menghilangkan nyawa manusia (selain tentara musuh), membunuhi tanaman dan hewanpun mereka tidak diperbolehkan. Maka jika kini ada orang yang mengaku beragama Islam tetapi suka mengebom pasar, masjid, sekolah dan tempat-tempat publik lainya maka kita ragukan ke-Islam-annya. Perbuatan keji semacam itu dikutuk oleh ajaran Islam yang mulia.

Iklan

One response to “Islam dan Konvensi Jenewa

  1. memang islam agama yang luar biasa menjaga darah dan kehormatan manusia agar damai dan sejahtera. dan jangan lupa jaga diri dengan kembali ke herbal CBM yang terbuat dari bahan-bahan alami. manusia sebaiknya kembali untuk damai dan sehat salam cbmcare.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s