Pemerasan berkedok tarif parkir

Begitu judul salah satu berita di halaman muka Kompas, Selasa 09 Februari 2009. Meskipun yang dibahas tentang tarif parkir si Jakarta sebenarnya di Cikarang, Bekasi juga mengalami hal yang sama. Sejak beberapa minggu yang lalu tarif parkir jam pertama di salah satu mal di Cikarang dinaikkan dari 1000 rupiah menjadi 2000 rupiah. Bahkan toilet pun kini tidak gratis. Banyak mall (termasuk mall di Cikarang ini) yang memaksa pengunjungnya membayar 1000 rupiah untuk buang air kecil.

Sebagai konsumen saya bertanya-tanya apa yang menjadi dasar kenaikan tarif tersebut. Sementara pelayanannya tidak berubah. Bahkan parkir motor selalu mendapat pelayanan paling minim. Seringkali ditempatkan di ruang terbuka tanpa atap yang melindungi dari panas dan hujan.

Jika kita analisa komponen biaya parkir motor sebenarnya tidak banyak. Infrastrukturnya seringkali sudah tersedia, artinya mereka hanya menebeng pada pemilik gedung/mal. Mereka tinggal menyediakan gardu parkir, petugas parkir, sekuriti, komputer dan printer. Jika sebuah mall dalam sehari mendapat pengunjung bermotor 5000 saja, dan rata-rata selama 2 jam, maka dalam sehari mereka mendapat pemasukan 5000 x 3000 = 15.000.000. Anggap setahun hanya ada 300 hari maka pendapatan mereka 300 x 15.000.000 = 4,5 milyar. Jika mereka mempekerjakan 10 orang dengan gaji UMR, maka pengeluarannya 10 x 1.200.000 x 12 = 144.000.000. Biaya untuk tinta printer dan kertas tentu tidak akan sebesar itu. Bisa anda perkirakan betapa besar keuntungan (pemerasan) dari bisnis ini.

Sudah saatnya pemerintah dan YLKI melindungi para pemilik motor yang notabenenya masyarakat menengah ke bawah. Jangan sampai mereka menjadi obyek pemerasan berkedok parkir. Patut kita acungi jempol ke Carrefour yang menerapkan bebas parkir. Setahu saya di luar negeri konsep bebas parkir ini salah satunya dipakai di pusat-pusat perbelanjaan di Korea Selatan. Begitu juga toilet mall di Korsel semuanya gratis meskipun kebersihan dan pelayanannya jauh di atas mall-mall di Indonesia. Satu lagi kelebihan toilet di Korsel adalah mereka selalu memiliki ruang perawatan bayi. Satu hal yang jarang ditemui, bahkan di Bandara berkelas internasional di Indonesia sekalipun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s