Saat si kecil merecoki pekerjaan kita

Aku ingat ketika kecil dulu aku suka “merecoki” pekerjaan bapak. Kadang-kadang karena ingin pekerjaannya cepat selesai dan takut anaknya terluka hal ini membuat beliau sedikit gusar. Meski demikian biasanya beliau luluh juga karena anaknya yang bandel itu pantang menyerah dalam merayu agar diberi kesempatan untuk sekedar bermain-main dengan berbagai peralatan pertukangan yang sedang dikeluarkan.

Kini hal yang sama juga terjadi pada diriku. Si Emil suka sekali ikut (merecoki) dalam berbagai pekerjaan ayahnya. Mulai dari memaku dan menggergaji kayu, mencuci motor, sampai membuat pagar dan memperbaiki pintu. Anak-anak memang cederung meniru/tertarik dengan pekerjaan orang dewasa karena biasanya di situ ada alat-alat/benda-benda dan pengalaman baru.

Berkaca dari pengalamanku dulu dimana bapakku agak protektif dengan sering melarang diriku memegang/menggunakan berbagai alat pertukangan/benda tajam karena takut terluka maka aku cenderung untuk memberi kesempatan keada si Emil untuk ikut berperan. Tentu saja dengan pengawasan ketat atau memberinya peralatan yang telah tumpul. Tokh jika pekerjaan itu tak semudah yang mereka perkirakan biasanya mereka akan menyerah atau berhenti dengan sendirinya. Kupikir itu lebih baik daripada melarang mereka hanya karena takut terluka. Jika memungkinkan beri mereka mainan anak-anak berupa tiruan alat-alat perkakas/pertukangan walaupun  ada kemungkinan beberapa anak lebih manyukai peralatan aslinya. 😀

Professional tool set (kidsloves.multiply.com)

Lihatlah betapa senang dan bersemangatnya mereka ketika kita libatkan dalam pekerjaan kita. “Tolong pakukan ini (sudah ditancapkan terlebih dahulu, sengaja dibuat beberapa ketokan akan tertancap sempurna J), tarik mistarnya, tolong ambilkan obengnya nak, tolong pegang kayunya, siram/gosok sadel motornya.” Aku  yakin siapapun yang menggunakan kalimat tersebut akan memperoleh respon yang bersemangat dari anak-anaknya. Aku pikir ini salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dengan melibatkan dan memberinya peran  dalam beberapa aktivitas/pekerjaan rumah kita. Yakinlah walaupun pekerjaan kita sedikit terlambat hal itu sebanding dengan efek positif bagi perkembangan anak kita.

Let’s him/her try!  🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s