Arema Indonesia tidak boleh menang di kandang lawan

Coba kita simak cuplikan berita dari Media Indonesia di bawah ini.

“Kesuksesan Arema Indonesia memetik 3 poin di kandang Persiwa Wamena, Minggu (11/4), mengundang tanda tanya besar sejumlah pihak (manajer Persija dan Persebaya, pen.). Pasalnya Persiwa belum pernah terkalahkan sejak LSI jilid pertama digulirkan.”

Apakah tabu mengalahkan sebuah tim yang belum terkalahkan di kandangnya? Please remember, “Noone can be undefeatable forever, noone can stay in the first place forever.”

Mulai lagi nampak sifat buruk orang-orang Indonesia. Ketika dirinya berprestasi buruk maka dicari-carilah kambing hitam. Beberapa tim bayi (menyusu ke APBD) rupanya tidak mau berintrospeksi atas kinerja buruk mereka walupun sudah digelontor uang miliaran rupiah dari keringat rakyat. Cara paling mudah bikin saja isu heboh agar kinerja buruk mereka dimaklumi atau sedikit tertutupi.

Gengsi dan ego mereka terusik karena baik Arema maupun suporternya sama-sama berprestasi. Mungkin mereka tidak habis pikir bagaimana sebuah klub sepakbola dari kota kecil yang dihidupi dari tiket pertandingan dan sponsor, prestasinya bisa mengalahkan mereka yang dalam hal sumber daya (keuangan) lebih baik.

Jika memang memiliki bukti bawa saja dan buktikan di sidang Komdis PSSI atau jika perlu panggil Polri untuk menyelidiki pengaturan skor yang dituduhkan Arema. Sebagai Aremania saya juga tidak menginginkan gelar palsu yang direkayasa. Aremania sudah membuktikan dengan keringat dan jerih payah klub dan suporternya bisa menjadi juara Copa Indonesia tanpa harus mengemis kepada PSSI atau Pemda. Bahkan dalam sejarah Arema sering dikerjai oleh PSSI.

Kepada Saleh Mukadar, “ Apakah anda tidak malu menjilat ludah sendiri. Kemarin baru saja anda menuduh Arema melakukan pengaturan skor pertandingan, kini justru hal itu terjadi di tim anda sendiri  ketika menjamu Persitara.”

Berikut adalah cuplikan dari berita di Jawa Pos.

Kebiasaan Persebaya selalu menyuarakan faktor non teknis selalu merugikan mereka akhirnya terbantahkan. Kemenangan Green Force-julukan Persebaya-atas Persitara 3-2 di stadion Gelora 10 Nopember kemarin (14/4) dicurigai tak lepas dari permainan faktor non teknis yang menguntungkan Persebaya.

Curiga permainan non teknis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s