Agar bayi tidak rewel dalam penerbangan

Dalam perjalanan penerbangan menuju Jakarta selama dua jam tidak henti-hentinya bayi di kursi sebelah menangis keras-keras. Bermacam cara telah dicoba ibunya untuk menghentikan tangis si bayi. Timangan, kata-kata rayuan, susu dalam botol, berjalan-jalan di lorong semuanya tidak ada yang bisa menghentikan tangis bayi tersebut.

Sebenarnya masih ada satu lagi cara untuk menghentikan tangis bayi tersebut, yaitu memberinya ASI. Pemberian ASI selain akan menyibukkan bayi dengan menghisap ASI juga akan memberikan kedekatan akibat kontak fisik dengan ibunya. Dalam kabin pesawat dimana lingkungannya terasa asing bagi bayi (bau, kebisingan, perubahan tekanan udara, kelembapan yang rendah) bayi akan merasa aman dan nyaman karena menyusu ke ibunya.

Bahkan menurut dokter gerakan mengisap ASI dari mulut bayi akan membuat tekanan udara di luar dan di dalam telinga bayi menjadi seimbang. Sehingga telinga bayi tidak akan merasa sakit akibat perubahan tekanan udara yang tiba-tiba.

Manfaat di atas anya sedikit dari begitu banyaknya manfaat ASI. Ketika kita dalam perjalanan dan bayi mulai rewel kita akan merasakan salah satu manfaat pemberian ASI bagi bayi. Dan kita tidak perlu repot membawa susu, botol dan termos untuk menyeduh susu hangat.

Agar bayi lahap mengisap ASI, kita bisa mengurangi pemberian ASI beberapa saat mejelang terbang. Tips ini sudah kami coba untuk kedua anak kami. Bahkan si bungsu ketika masih berusia 40 hari sudah kami ajak naik pesawat dan tidak ada masalah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s