Mamuju atau Palopo sebagai ibukota baru Republik Indonesia

Semrawutnya kota Jakarta menimbulkan wacana pemindahan ibukota (politik/pemerintahan) Republik Indonesia. Jakarta yang semrawut dan macet menimbulkan inefisiensi yang tinggi sehingga tidak cocok lagi menyandang gelar ibukota.

Dengan alasan pemerataan pembangunan sebaiknya ibukota yang baru terletak di luar Pulau Jawa dan berada di bagian Timur. Jika kita ingin lebih adil lagi maka seharusnya ibukota yang baru berada tepat di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Seperti yang kita ketahui wilayah Indonesia berada di antara 96 BT – 141 BT dan 6 LU – 11 LS. Maka kandidat ibukota yang baru seharusnya berada pada koordinat: 96+(141-96)/2)) = 118.5 BT dan 0+((11-6)/2) = 2.5 LS. Karena 118.5 BT terletak di Selat Makassar maka kandidat ibukota yang baru adalah kota-kota di Sulawesi. Sehingga calon ibukota yang baru adalah Palu, Mamuju, Palopo, Parepare dan Makassar.

Posisi kota Palopo (A) terhadap Jakarta

Posisi kota Palopo (A) terhadap Jakarta

Mamuju dan Palopo berada di tengah-tengah wilayah Indonesia

Dari keempat kota tersebut nampaknya Mamuju dan Palopo yang paling memenuhi syarat karena kotanya relatif kecil dan belum begitu berkembang. Kota kecil justeru memberi keuntungan dalam membuat master plan dan pelaksanaan pembangunan karena banyaknya area kosong yang belum dihuni.

Dari kedua kota tersebut maka Mamuju memiliki keunggulan dibanding Palopo berkaitan dengan letak geografisnya yang strategis. Mamuju terletak di tepi Selat Makassar yang merupakan jalur pelayaran yang ramai dan berhadapan dengan sumber-sumber energi (minyak bumi, gas, batubara) di Kalimantan Timur. Sementara Palopo yang terletak di ujung Teluk Bone agak terisolir sehingga dari segi pelayaran kurang strategis.

Meski demikian berdasarkan Peta Zonasi Gempa yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum, Palopo relatif lebih aman terhadap gempa dibanding Mamuju. Mamuju terletak pada sesar yang memanjang hingga Sengkang (klik gambar untuk memperbesar).

Kota-kota di Kalimantan Timur sengaja tidak dimasukkan sebagai kandidat mengingat topografi Kalimantan yang sangat landai sehingga rawan banjir. Satu-satunya penangkal banjir alami yaitu hamparan hutan tropis makin lama makin berkurang akibat pertambangan, perkebunan dan penebangan hutan. Selain itu tanah Kalimantan juga kurang subur jika dibandingkan dengan Sulawesi sehingga mempersulit pemenuhan kebutuhan pangan. Tanah Kalimantan kebanyakan tersusun dari tanah gambut yang sedikit mengandung humus dan bersifat asam.

24 responses to “Mamuju atau Palopo sebagai ibukota baru Republik Indonesia

  1. Sebelum ada wacana Palangkaraya yang jadi ibukota Indonesia.. saya malah kepikiran Palopo.. Yapp.. selain Untuk melindungi hutan tropis kalimantan yang terancam kalo Ibukota ada disana.. Palangkaraya juga tidak punya bandar.. Hmm.. mungkin syarat yang satu ini bisa diindahkan, karena Washington juga tdk berada di pinggir laut..
    mamuju?? Berdasarkan pertimbangan keamanan,, negara lain bisa dengan cepat mengaksesnya di jalur laut lewat selat makassar,, ini tidak bagus buat keamanan sebagai ibukota negara.
    Palopo,, kota kecil,, berada hampir tepat di tengah2 Indonesia,, Bujur dan Lintang.. Juga relatif aman dari serangan laut,, karena harus memasuki teluk Bone terlebih dahulu sebelum sampai kesana… Kita ingin membuat Ibukota pemerintahan,, bukan kota perniagaan,, itulah Palopo lebih baik dibanding Mamuju..
    Nice Posting

    • menurut pendapatku memang ada baiknya ibukota bisnis/perniagaan dipisahkan dari ibukota pemerintahan. biarlah Jakarta tetap menjadi pusat bisnis Indonesia. Amerika Serikat, Brasilia dan Australia bisa kita contoh. kabarnya Malaysia juga memindahkan pusat pemerintahannya ke Putrajaya. cmiiw

  2. Saya asli jogja tp skrg berdomisli di Palopo uda lebih dari 5 tahun….. seandaix Palopo jadi Ibukota Negara, mk Palopo hrs berbenah diri dan saya rasa bisa karena dari segi geografis dan psikologis orang2 Palopo sudah bisa menjadi orang Ibukota…… Apalagi Palopo msh dlm rangka Pembangunan baik fisik maupun non fisik. Bravo Palopo…!!

    • Kalaupun ibukota dipindah ke Palopo saya rasa tidak dengan serta merta menjadikan kota Palopo saat ini langsung menjadi ibukota. Menurut saya daya tampung/dukung Palopo terlalu kecil untuk menampung aktivitas ratusan ribu orang. Kalaupun dipaksakan akan ada banyak penggusuran.

      Palopo akan berfungsi sebagai basis pembangunan kota baru yang berada di luar wilayah Palopo sekarang ini. Mungkin bisa terletak 10-25 km dari kota Palopo saat ini.

    • Pada prinsipnya saya setuju ibukota dipindah kemanapun selama itu memperlancar roda pemerintahan.

      Kalau yang terpilih justeru Masamba bagaimana?🙂

  3. Baguslah, nanti pergerakan lempengan semakin dahsyat, harus pada ngungsi, kalo pemerintah aja ngungsi. rakyat di tempat-tempat rawan bencana berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Peace.

    —————————————————————–
    Arah dan prediksi pergerakan lempeng di indonesia, asia tenggara, dan dunia: luweng2010.orgfree.com

    fb: prabodha nirata

    • Ada penerbangan perintis Makassar – Bua (Kabupaten Luwu) dengan pesawat Cassa C-212 yang dioperasikan oleh PT Sabang Merauke Air Charter setiap Kamis dan Sabtu. Silahkan dicek lagi jadualnya. Penerbangan Makassar-Sorowako khusus melayani operasional PT Inco.

  4. kalau memank pusat pemerintahan akan di pindahkan mamuju lebih bagus.. selain merupakan kota yang baru berkembang juga akses kesana jauh lebih muda bisa lewat udara,, laut maupun darat.. biar bagaiaman pusat pemerintaha atau ibukota memerlukan akses transportasi yang bagus…

  5. Kalau saya berpikiran bahwa Ibu Kota Negara yang baru nantinya terletak di Indonesia Bagian Tengah. Saya mengusulkan Kota Bau-Bau sebagai Calon Ibu Kota Negara Indonesia. Biarkan pulau jawa menjadi pusat bisnis dan hiburan, biarkan kalimantan menjadi pusat pertambangan dan kehutanan, biarkan papua menjadi pusat pertambangan, kelautan, dan pertanian, biarkan papua menjadi pusat penyebaran agama islam, pertambangan, dan pertanian. Dan biarkan Kota Bau-Bau menjadi Pusat Pemerintahan Negara Indonesia yang baru sebagai solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang menimpa Ibu Kota Negara Indonesia.

    Kota Bau-Bau adalah daerah yang siap menerima perubahan sosial yang cepat serta aman dari berbagai konflik vertikal dan horizontal. Karena Kota Bau-Bau menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, minimal dalam tataran konseptualnya.

    Kota Bau-Bau terletak pada jalur yang bukan sirkum sehingga aman dari ancaman gempa dan tsunami, Kota Bau-Bau terletak pada jalur pelayaran Kuno antara Timur Nusantara, Barat Nusantara, Utara Nusantara, dan Selatan Nusantara.

    Kota Bau-Bau adalah daerah Kesultanan Buton dan menjadi satu-satunya daerah di Nusantara yang tidak pernah dijajah oleh Belanda, Jepang, Inggris, maupun sesama Kerajaan dan Kesultanan yang ada di Nusantara. Serta bergabungnya ke dalam Negara Republik Indonesia tanpa meminta persyaratan apapun kecuali menerima Kebersamaan Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI di bawah pimpinan Soekarno.

    Minimal atas dasar itulah sehingga Kota Bau-Bau dapat menjadi Calon Ibu Kota Negara Indonesia, yang sebelumnya masih diperlukan kajian kritis yang panjang mengenai kelayakan dan dampak yang akan muncul jika nantinya akan dijadikan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia.

    • Secara sosiologis dan kultural mungkin masyarakat Buton layak dan siap menjadi ibu kota negara. Tetapi saya merasa bahwa daya dukung lingkungan Pulau Buton kurang mendukung bagi sebuah ibu kota negara yang nantinya pasti akan membengkak jumlah penduduknya.

      Pulaunya yang tidak terlalu luas di masa mendatang akan membutuhkan suplai dari luar untuk air, bahan pangan dan barang-barang lainnya. Artinya kita harus menghubungkan Buton dengan Muna dan Sulawesi. Investasi tambahan untuk membangun jembatan antar pulau dan tentu saja biaya logistik yang agak mahal karena semua barang berasal dari luar pulau.🙂

      • Itu semua memang benar, tetapi menjadi harga yang pantas untuk menjadi pengikat kesatuan dan persatuan Negara Indonesia. Ibu kota negara yang baru nantinya berdiri bukan membebani daerah yang akan ditempatinya, tidak, ibu kota negara nantinya akan berdiri dengan bangunan baru yang dilengkapi prasarana yang menunjang nantinya. Ibu Kota Negara versi Buton-Muna bukanlah Jakarta yang dipindahkan ke Buton-Muna, namun Pusat Pemerintahan Indonesia yang dipindahkan ke Buton-Muna. Masalah yang ada hari ini tidak mutlak menjadi harga mati yang tidak dapat dihidupkan kembali. Tetapi menjadi tantangan, untuk membuktikan bahwa apakah benar itu adalah sebuah masalah yang hanya ada dalam alam ide atau memang menjadi realita, serta jika kenyataannya demikian maka dengan kreatifitas manusia akan dibuatkan solusinya. Kemudian mengenai ketersediaan air, tentu saja Buton-Muna bukan daerah yang kering kerontang tanpa pohon dan sungai serta tidak pernah hujan. Saya paham itu semua merupakan kekhawatiran akan masalah-masalah yang nantinya akan menimpa Ide Buton-Muna menjadi Kandidat Ibu Kota Negara Indonesia..

        Saya tidak akan mendiskreditkan daerah lain dengan segala potensi sumber daya unggul yang dimiliki masing-masing daerah..

        Terima Kasih..

  6. assalamualaikum wr.wb
    untuk menjadikan kota palopo sebagai ibu kota yang baru tidak lah semudah membalikkan telapak tangan, yang perlu di pertimbangkan adalah dampak yang akan di timbulkan. sebagai warga palopo tentu bangga jika palopo menjadi ibu kota pemerintahan.

  7. ini sesuai dengan sumpah mahapatih gajahmada untuk menyatukan nusantara dengan sumpah palopon-ya, hidup gajahmada hidup nusantara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s