Belanja godaan terbesar perempuan|Shopaholic

Hari ini aku mendapat pengalaman menarik tentang bagaimana rentannya perempuan terhadap nafsu belanja. Ada seorang rekan yang sudah beberapa hari ini selalu memelototi brosur Tupperware. Karena mengetahui kondisi keuangannya yang sedang kritis aku selalu mengingatkan agar dia jangan sampai tergoda oleh brosur tersebut. Secara bercanda aku selalu berusaha menyembunyikan brosur tersebut setelah pura-pura meminjamnya. Kejadian tersebut hampir terjadi setiap hari disaat coffee break.

Selain itu aku berusaha menjelaskan bahwa value for money yang dia dapatkan dari produk-produk tersebut tidaklah sebanding. Sebagai orang yang sering berkutat dengan plastic injection molding costing aku tahu bahwa harga yang dipatok oleh produk-produk Tupperware sangatlah mahal.

Namun usahaku tersebut sia-sia karena hari ini dia mengambil rantang plastik 4 buah seharga 1/4 juta alias 250.000. Sampai saat ini aku sulit mencerna bagaimana mungkin seorang yang penghasilannya tiap bulan hanya mampir saja bisa tergoda mengambil barang yang tidak ia butuhkan. Bisa dipastikan bahwa barang tersebut hanya untuk memuaskan keinginannya karena dia sendiri yang bercerita bahwa produk-produk Tupperware tersebut lebih banyak tersimpan di lemari daripada dipergunakan. Katanya dia memperoleh kepuasan tiap kali memandang koleksi berbagai macam wadah plastik yang disimpan dalam lemarinya.

Shopaholic

Ada dua kejadian kontradiktif di sini. Pertama walaupun kondisinya sedang lebih besar pasak daripada tiang dia tetap memaksakan diri untuk membeli produk tersebut. Kedua, jika memang produk tersebut memiliki jaminan seumur hidup seharusnya dia memakainya sesering mungkin tanpa harus takut produk mahal tersebut menjadi rusak.

Sophaholic memang sangat mengherankankan. Siapa saja yang terjangkit sindrom ini bisa berpikir dan bertindak  secara irasional. Seringkali mereka mencari-cari berbagai macam pembenaran untuk memuaskan keinginan belanjanya. Hal-hal yang  sebelumnya tidak ada bisa diada-adakan, yang jarang bisa disering-seringkan. Sebagai contoh , dia berkata bahwa pembelian tersebut untuk membawa makanan ketika berpiknik tetapi ketika kutanya berapa kali dalam sebulan atau setahun dia berpiknik dia tidak bisa menjawab dengan pasti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s