Gowes sambil hujan-hujanan

Gowes di bawah guyuran hujan ternyata menyenangkan dan seru. Sensasinya luar biasa ketika roda-roda sepeda menyibak genangan air hujan. Bagaikan kembali ke masa kecil. Bedanya kini tidak ada lagi yang rewel dengan kegiatan hujan-hujanan kita. Badan kita cukup kuat untuk melawan efek perbedaan suhu akibat air hujan yang dulu bisa membuat kita demam.

Musim hujan sekarang amat susah diprediksi. Hujan yang sangat deras bisa berlangsung singkat bisa juga selama berjam-jam. Menunggu hujan reda seringkali menghabiskan kesabaran karena tidak kunjung reda.

Gowes ketika hujan deras sebenarnya lebih menguntungkan dibanding ketika hujan reda namun jalanan masih basah. Guyuran air hujan membuat lumpur-lumpur yang terciprat ke sepeda dan badan kita terbilas. Seringkali sepeda menjadi lebih kinclong lebih-lebih ban akan menjadi hitam legam seolah-olah habis dicuci. Sementara jika hujan sudah reda tetapi jalanan masih basah seringkali membuat badan dan sepeda kita berlepotan lumpur.

Meski demikian ketika sampai rumah sepeda harus dibilas dengan air PAM atau sumur. Air hujan seringkali bersifat asam terutama di kota-kota besar yang udaranya banyak mengandung asap pembakaran. Air hujan yang bersifat asam akan membuat komponen-komponen sepeda yang terbuat dari besi/baja menjadi berkarat.

Dan jangan lupa untuk mengguyur perut kita dengan segelas minuman hangat agar tidak masuk angin. Jadi, gowes sambil hujan-hujanan? Siapa takut?!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s