Gowes trip report Sirkuit Sentul – Hambalang

Dua puluh empat sepeda diangkut dengan mobil box ¾ menuju Sirkuit Sentul. Hujan deras mengiringi perjalanan kami dari kawasan industri MM2100 sampai di Cibinong. Sempat lega karena ternyata di Sentul tidak hujan walaupun awan menggelayut. Tapi akhirnya hujan deras turun juga ketika sampai di sirkuit. Bagi yang terbiasa B2W hujan-hujanan mungkin tidak bermasalah tetapi bagi 1st time goweser ini akan menambah tantangan.

Dipandu oleh satpam sirkuit kami mulai mengayuh sepeda menyusuri jalanan beraspal di sekitar sirkuit. Treknya cukup rata sehingga beberapa goweser yang tidak tahan segera melesat mendahului rombongan. Ketika menemukan hot spot di jembatan yang melintasi Citeureup sifat narsis yan menjadi ciri khas rombongan kami langsung muncul. Begitu dikomando maka goweser langsung pasang aksi dan memilih posisi paling strategis di depan kamera.

Tantangan sebenarnya tepat berada setelah jembatan. Begitu belok kanan kami langsung disambut tanjakan yang cukup terjal. Setelah itu trek didominasi oleh tanjakan dan turunan yang tidak terlalu terjal dan curam. Pemandangan perbukitan dan lapangan golf di sisi kanan sangat menarik. Andai tidak turun hujan pasti ini akan menjadi never ending hot spot karena memberikan background yang bagus untuk berfoto-foto.

Setelah melewati jembatan anak sungai Citeureup dua tanjakan terjal secara beruntun menyambut kami. Setelah berfoto-foto disebuah lokasi yang terdapat gapura kami disambut turunan yang sangat curam. Beberapa goweser langsung menyambutnya dengan melepas rem, alias bablas. Lagi-lagi banyak yang terlena sehingga lupa/terlambat shifting. Begitu sampai di tengah mereka kehilangan momentum atau speednya tidak cukup untuk mengoper ke gigi rendah sehingga harus TTB lagi.

Perkiraan rute Sentul - Hambalang

Sayangnya energi kami harus terbuang sia-sia karena kami mengambil jalan yang salah. Kami mesti turun lagi dan mengubah arah. Dan inilah yang menjadi maskot trek Hambalang kali ini, tanjakan tanpa turunan. Walaupun cukup terbantu oleh cuaca dingin sehingga sedikit mengeluarkan keringat, akhirnya dengkul yang bicara. Banyak goweser yang rontok di tengah jalan dan harus TTB. Setelah mempertimbangkan stamina goweser yang beragam akhirnya kami memutuskan untuk turun dan mengambil rute yang lebih moderat. Total jarak yang kami tempuh sore itu 20 km.

 

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari acara gowes kali ini adalah:

  1. Survey aktual kondisi medan adalah mutlak untuk mengukur tingkat kesulitan/tantangan
  2. Cros country bukanlah perlombaan sprint. Merubah ritme kayuhan terlalu cepat atau mem-forsir tenaga di awal trek hanya akan membuat dengkul kita (ibarat mesin) over-heating.
  3. Jika kita tidak yakin dengan terjalnya tanjakan, sebaiknya kita shifting ketika masih di bawah. Untuk tanjakan yang sangat terjal, sprocket kita pindahkan ke gigi terbesar sehinga ketika sampai di tengah tanjakan kita tinggal shifting chain weel. Itu lebih mudah dan cepat dilakukan daripada kita harus memindah 7, 8 atau 9 gigi sprocket saat di tengah tanjakan.
  4. Posisi sadel/seatpost yang terlalu rendah akan mengurangi efisiensi genjotan,  membuat kita cepat lelah.
Iklan

2 responses to “Gowes trip report Sirkuit Sentul – Hambalang

  1. welehhhh…weleeeh…weleehh…… perlu di coba juga tuh gan jalur sentul – hambalang, tapiiiiiii nunggu fit dulu ah ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s