Mengamankan sepeda dari pencuri

Pencuri tidak hanya mengincar sepeda berharga mahal. Sepeda biasa pun ketika tidak dikunci dengan benar dan aman bisa-bisa digondol maling.

Sudah dua kali aku kehilangan sepeda. Yang pertama adalah Polygon Maverick. Sepeda yang biasa banget, tanpa suspensi dengan groupset seadanya. Biasanya sepeda ini kurantai ke tiang pagar ketika kutinggal bekerja.

Hari itu sepeda kukunci antara roda dan frame tanpa kurantaikan ke tiang pagar. Dengan anggapan bahwa tempat kos selalu ramai oleh penghuninya maka aku tidak berpikir buruk sama sekali. Di depan kos ada sebuah gazebo yang biasanya selalu ramai oleh ibu-ibu penghuni kos. Masak sih ada pencuri yang berani masuk.Dan ketika sore itu aku pulang dari bekerja sepeda sudah tidak ada lagi di tempatnya. Hebat juga pencuri ini bisa mengangkat sepedaku tanpa ketahuan oleh satupun penghuni kos.

Kunci sepeda model spiral dengan bracket yang bisa dipasang di bawah sadel

Yang kedua adalah sepeda jengki (Phoenix) yang legendaris. Bagiku legendaris dari sisi merek dan juga kisah dibaliknya. Sepeda ini menemaniku selama 5 tahun hilir mudik Singosari Malang. Inilah sepeda yang kupakai untuk B2C (bike to campus) dari tahun 1996 hingga 2002. Bukan hanya B2C dia juga seringkali menemaniku B2S (bike to shop) buku-buku bekas dan B2D (bike to date) alias kopdar dengan teman-teman chatting waktu itu.

Meski sudah berusia 14 tahun (1996-2010) nyatanya masih banyak yang melirik. Pagi itu sebuah pesan singkat mengabarkan, “Sepeda jengki yang penuh kenangan dicuri orang semalam. Bapakmu lupa mengunci sepeda di dapur.” Bapak dan ibu sangat menyesal sepeda yang berjasa mengantarkan anaknya meraih gelar Sarjana Teknik digondol orang. Apalagi ketika dicari-cari di tempat penjualan sepeda bekas tidak ditemukan juga.

Seringkali yang membuat kita bersedih ketika kehilangan barang adalah kisah atau kenangan yang melekat pada barang tersebut bukan nilai nominalnya. Dengan bertambahnya mileage sepeda kita semakin banyak kisah yang melekat padanya. Sudah selayaknya kita waspada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s