Apiapi – menghangatkan badan di depan pawon

Salah satu aktivitas pagi hari di musim kemarau di daerah yang berhawa dingin adalah menghangatkan badan di depan perapian (pawon). Pada era sebelum 90-an kebanyakan dapur di kampung masih memakai kayu bakar. Karenanya pada masa itu akan dengan mudah kita temukan  penjaja kayu bakar keliling  di pagi hari.

Dengan dalih mengatur nyala api di pawon biasanya anak-anak bisa berlama-lama di depan perapian. Apalagi ketika sedang menunggu giliran mandi terasa nikmat sekali merasakan hangatnya api pawon sebelum diguyur dengan air sumur yang membuat badan menggigil.

Pawon jawa (sumber: mariarina.wordpress.com)

Karena alasan itu pula di sekitar pos ronda akan kita temui abu sisa-sisa perapian semalam. Beberapa orang yang bertugas jaga atau sekedar cangkruk biasanya menyalakan api dengan membakar ranting-ranting atau dedaunan kering yang ada disekitar pos ronda. Kadang-kadang ubi jalar atau singkong dimasukkkan ke dalam bara api sehingga acara menghangatkan badan itu mendapat bonus berupa singkong bakar.

Dalam kehidupan moderen eksotika semacam itu sulit kita dapatkan. Kalau tidak percaya coba saja anda membuat acara bakar-bakar sampah di  depan rumah pasti akan segera didatangi sekuriti 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s