Open business model|Siklus hidup produk, biaya riset dan perkembangan teknologi

Siklus hidup produk yang semakin pendek, peningkatan biaya riset dan perkembangan teknologi yang sangat cepat mendorong perusahaan-perusahaan untuk membuka model bisnisnya. Meskipun tetap melakukan riset sendiri perusahaan-perusahaan tersebut juga membuka diri terhadap hasil-hasil riset dari perusahaan lain. Bahkan hasil-hasil riset dari luar itu bisa diakses dengan mudah oleh tim riset dan pengembangan mereka melalui sebuah situs internal.

Model bisnis baru - open business model

Selain menerima hasil riset dari luar mereka juga membuka hasil risetnya terhadap perusahaan-perusahaan lain yang memerlukan atau bisa mengembangkan. Budaya “not invented here” semakin lama semakin terkikis dengan kondisi ini. Kalaupun masih ada yang bersikeras mempertahankan budaya tersebut bisa dipastikan akan tersisih dari persaingan yang semakin hari semakin keras.

Model bisnis terbuka (membeli lisensi/teknologi dari luar dan menjual lisensi/teknologi ke luar) merupakan model bisnis yang makin lama makin populer.
Dengan model bisnis seperti ini maka perusahaan bisa menghemat biaya riset sekaligus menambah sumber pemasukan tidak hanya dari pasar saja tetapi bisa juga dari lisensi, spin off maupun penjualan teknologi.

Open Innovation Portal milik salah satu perusahaan elektronik

* disarikan dari MIT Sloan Management Review, Winter 2007, Vol.48 No.2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s