Bujang dan Jenderal Portugis|Maknai hidup ala si Bujang

Bujang is back!

Seperti halnya diriku, istriku agak meremehkan serial si Bujang ketika pada buku pertama – Bujang dan Putri Malaka – dibuka oleh beberapa kisah fabel dimana ada harimau jinak dan kera-kera penghuni sebuah bukit yang bisa diperintah manusia. Seperti kisah pengantar tidur untuk anak-anak saja🙂 .

Meski demikian setelah membaca halaman demi halaman dari buku tersebut semakin aku tertarik dengan gaya bahasa dan bercerita dari pengarangnya. Buku yang sebenarnya hendak menanamkan nilai-nilai moral Islam ini disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan kocak. Jauh dari kesan menggurui.

Kita akan tersenyum-senyum bahkan tertawa ketika nama beberapa tokoh dalam kisah ini merupakan plesetan dari tokoh-tokoh di dunia nyata. Logika-logika yang disampaikan pun mudah dicerna pada beberapa kisah yang dimaksudkan untuk mematahkan beberapa pemikiran liberal dalam Islam.

Bujang dan Jenderal Portugis (sumber: http://ciceropublishing.com)

Pada buku kedua ini – Bujang dan Jenderal Portugis – si Bujang langsung berhadapan dengan berbagai macam persoalan serius yang melanda Kesultanan Riak Damai. Berbagai kisah yang dijadikan alat untuk menyampaikan hikmah lebih berbobot dan seru dibanding buku pertama. Ada intrik dan persaingan untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan. Sebuah hal yang jamak terjadi di masa lalu yang membuat timbul tenggelamnya berbagai kerajaan maupun kesultanan di Nusantara. Bahkan jika kita mengikuti dinamika politik masa kini hal tersebut masih berlangsung sampai sekarang.

Harus diakui bahwa pengarang buku ini, Harlis Kurniawan, sangat pandai memungut hikmah dari berbagai peristiwa sehari-hari yang ia alami. Pada beberapa kisah ia akan memberikan catatan kaki tentang kisah nyata/pengalamannya yang memicu lahirnya hikmah-hikmah tersebut. Begitu juga buku-buku yang menjadi referensi dari sebuah hikmah terdapat pada catatan kaki. Hal ini tentu saja memudahkan kita saat kita ingin menelaah lebih jauh tentang sebuah hikmah dengan mencari dan membaca referensinya.

Berikut cuplikan dari kata pengantar yang ditulis oleh Ibnu Wahyudi, “Perpaduan antara bercerita biasa dengan mengedepankan  muatan moralitas yang dapat saja bersumber dari kitab suci maupun kearifan tempatan yang dikemas dengan bahasa yang komunikatif, merupakan kelebih dan sekaligus kekuatan buku ini.”

Buku ini sangat direkomendasikan untuk mengisi rak buku anda. Harganya 49.500.

8 responses to “Bujang dan Jenderal Portugis|Maknai hidup ala si Bujang

    • wahh, boleh juga idenya. ini seri berikutnya ataukah seri yang sudah ada lalu dikomikkan?

      sayang, aku bukan penggemar komik. pilihan untuk merubah ke bentuk komik mungkin untuk segmen pembaca yang lain🙂

  1. Aku pernah baca novel si bujang dan jendral portugis,tapi dulu minjam temen..
    Kalau mau beli,belinya dimana ya?
    Soalnya saya sudah coba mau beli di gramedia,gunung agung juga,tp gak ada,.
    Tolong infonya,.
    Saya domisili di semarang

    • sepertinya buku ini sudah tidak ada lagi di toko buku. saya coba cari2 di toko buku online juga tidak ketemu. jika beruntung, di bookfair mungkin sisa stok jika ada akan dikeluarkan oleh penerbitnya🙂

  2. Mau tanya dong,,belinya buku bujang &jendral portugis dimana ya?
    Saya sudah mencari di toko toko buku di semarang,,
    seperti gramedia,gunung agung.,dll.
    Tp gak ada..
    Tolong infonya,bagi yang tau..
    Sms ke number ini 087700091105
    Makasih sebelumnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s