Cross Country di Jalur Jatiasih

Hujan yang turun semalam tidak menyurutkan LG Gowes untuk berangkat menembus jalanan basah, bahkan sesekali masih rintik saat menuju JJ. Derasnya hujan semalam membuat banyak jalan menjadi kubangan sehingga meski belum menyantap JJ Donuts sepeda dan pakaian sudah berlepotan lumpur.

Sempat kehilangan arah ketika menyusuri Raya Narogong. Beruntung bertemu dengan Om2 yang menuju Cibubur sehingga dengan mengikuti mereka kami bisa sampai ke Jatiasih melalui Kota Wisata. Akhirnya jam 7:30 sampai juga di PitStop. Cyclo sudah menunjukkan angka 40.

Berturut-turut kemudian beberapa goweser tiba di PitStop. Segera saja kami  menyantap bakwan, arem-arem sambil menyeruput teh hangat. Nikmatnya bukan main disaat cuaca sedang gerimis.

Tepat jam 7:45 kami memulai petualangan untuk menaklukn jalur hijau JJ. Briefing sebentar oleh marshall dilanjutkan dengan doa. Kami sama sekali tidak menyangka bahwa the marshalls adalah ABG (angkatan babe gue). Menurutku ini justru sangat baik karena  goweser pasti segan dengan mereka yang kedua hal ini akan membangkitkan gengsi kami (masak stamina/nafas kami kalah sama kakek-kakek).

Hujan deras membuat lintasan menjadi becek dan licin. Meski demikian hal ini justru membuat lintasan menjadi menyenangkan dan menantang (plus sedikit membahayakan). Walapun sepeda dan pakaian berlepotan lumpur tetapi tantangan untuk melalui lintasan agar jangan sampai TTB membuat kami melupakan itu semua. Suara discbrake yang berdecit diiringi dengan suara cekikikan saat beberapa orang keluar lintasan atau harus turun dari sepeda akibat terpeleset selalu menemani perjalanan kali ini.

Jalur Jatiasih – Melibas tanjakan setelah Turunan Kapok

Handling, shifting dan pedalling adalah kunci untuk menaklukan lintasan kali ini. Terbukti beberapa goweser yang terlambat shifting di tanjakan harus TTB (sebaiknya memang begitu, jika dipaksakan beban rantai menjadi terlalu berat, bisa putus). Walaupun tidak selengket tanah di CBP, tetap saja tanah basah JJ membuat roda-roda kami menjadi donat. Meski demikian tidak ada yang sampai nge-lock. Berbagai macam rumput, dedaunan dan ranting-ranting kecil tanaman banyak yang tersangkut di RD dan FD. Lengkap sudah tantangan kali ini, kayuhan menjadi berat dan sering selip akibat ban menebal dan RD disusupi oleh berbagai macam kotoran.

Turunan-turunan pada lintasan ini benar-benar menantang, licin dan kebanyakan berbentuk huruf L. Perlu nyali, skill dan perhitungan untuk melaluinya. Jika tidak, TTB saja agar aman. Turunan sebelum jembatan gantung yang super licin, turunan koboi dan turunan kapok adalah favorit kali ini.

Jalur Jatiasih – Turunan Koboi sebelum Grand Canyon

Drrrtt…drrrttt…  suara ban melibas rerumputan sesekali ditimpali dengan bunyi craatt..craatt dari genangan air atau lumpur yang tersibak saat kami memacu sepeda melintasi highspeed track di Grand Canyon. Beruntung kami melintasi padang ilalang ini saat cuaca sedang mendung sehingga tidak terlalu panas. Andai saja cuaca sedang terik pasti kami akan kepayahan memacu sepeda di sini. Sebenarnya diujung Grand Canyon ada sebuah tanjakan menantang. Sayangnya kami tidak bisa mencoba untuk menaklukkannya karena track sangat licin. Ban kehilangan grip sehingga menjadi selip. Semua orang TTB.

Jalur Jatiasih – Membersihkan lumpur yang menempel di roda dan RD

Marshall juga manusia. Beberapa kali marshall di depan terjatuh atau keluar lintasan akibat salah mengambil jalan dan ancang-ancang. Setidaknya dua kali marshall menancap di lumpur karena salah memilih lintasan. Demikian juga di beberapa tanjakan mereka sempat kehabisan nafas (ya iyalah om. kami kan sudah tuwir).
Gowes dan kuliner memang tidak bisa dipisahkan. Energi yang tersedot selama melibas trek harus segera dipulihkan. Tape ketan uli yang manis dan segar menjadi maskot kali ini. Beberapa goweser yang kadar gula darahnya sudah menurun akibat gowes setan bisa menghabiskan 2 bungkus tape dan 2 uli J. Dan menu pamungkas adalah ayam goreng PitStop yang maknyuss. Gabungan antara bumbu spicy yang benar-benar meresap, potongan ayam yang lumayan besar, sambal yang nendang lidah dan rasa lapar membuat sebagian besar dari kami harus menambah nasi.
Tidak hanya lapar perut, beberapa orang juga lapar mata. Sambil menunggu sepeda dicuci ( Setelah dicuci jangan lupa diberdirikan untuk mengeluarkan air yang bersarang di bottom bracket -di bagian belakang frame ada dua buah lubang yang berfungsi mengeluarkan air)  atau diservis kami melihat berbagai macam komponen dan aksesoris yang ada di PitStop. Kesempatan untuk melengkapi pernak-pernik sepeda  mulai dari micro-pump, handle grip, bottle cage hingga brake pad.

Jalur Jatiasih – Stopan Pit… ya PitStop

22 responses to “Cross Country di Jalur Jatiasih

  1. jati luhur …..
    pikir-1000 x, mengingat jarak. tapi terima kasih tawarannya, untuk sekarang ini saya masih main di seputaran puncak karena lebih dekat dengan rumah.
    terima kasih om sudah berkunjung

  2. mantaf… saya baru tahu dalam beberapa bulan ini.. padahal di belakang rumah aja…saya di Villa 3,..

    pengen ikutan komunitas nih….

      • yup.. kemarin (rabu 29 June) dari Kota wisata, lewating jalur pipa gas. lalu masuk dari warung Bu Yati.. lalu nyambung ke JJ lewat jemabatan gantung bambu yg baru di perbaiki.. tanahnya sudah agak kering… tapi untuk latihan endurance JJ memang oke sih….🙂

  3. mau bertanya om..
    jalit “jj” itu dari mana jalannya.
    setelah masuk araj comcen selanjutnya kemana lagi?
    mohon dijawab om

    • wahh, ane juga kurang paham om. kemarin ke sono juga ikutan temen2. ane kemarin dari arah narogong, ke dalam kota wisata, keluar kota wisata belok kiri. lalu ketemu PIT-STOP. dari PIT-STOP ini selanjutnya dipandu oleh 3 orang marshall untuk melibas JJ.

      • dari arah cibubur pramuka aja, lalu ke arah cileungsi… sampe di simpang cikeas (deket gangnya rumah SBY) belok kiri,… terus sampe pintu belakang kota wisata… ada toko sepeda PIT Stop.. disitu dah pangakalan nya JJ (jalur Jatiasih)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s