Skandal pencurian data delegasi Indonesia di Seoul|Kartu truf Indonesia

Tak pelak terbongkarnya aksi 3 agen rahasia Korsel dalam pencurian data delegasi Indonesia yang sedang dalam perundingan kerjasama ekonomi dan pertahanan di Seoul menampar wajah Korsel dengan sangat keras. Ini adalah kejadian paling memalukan (bahkan konyol) dalam dunia intelijen setelah terbongkarnya aksi agen rahasia Mossad dalam pembunuhan pemimpin Hamas di Dubai.

K2 Black Panther, tank tempur utama buatan Korea Selatan (sumber: wikipedia.org)

Orang Korea berwatak sangat keras tetapi mereka pantang mempermalukan ataupun dipermalukan di depan umum. Mereka sangat menjaga harmoni dan seringkali menekan ego pribadi demi kepentingan atau keharmonisan bersama. Skandal ini tentu saja mencederai itu semua. Korsel mencederai keharmonisan hubungannya dengan Indonesia yang bodohnya itu justru dilakukan oleh mereka sendiri akibat keteledoran agen rahasianya.

Bahkan harian Chosun Ilbo dengan sangat keras mengatakan kejadian memalukan ini bisa jadi akan menghapus peluang Korsel untuk memperoleh transaksi ekspor peralatan militer terbesar dalam sejarah.

Sikap Indonesia

Sikap pemerintah Indonesia (ketua delegasi Indonesia Hatta Rajasa) yang cenderung adem ayem saja salam menghadapi skandal ini tentu saja tidak bisa kita anggap demikian. Skandal ini justru menaikkan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi dengan Korsel.

Kita sedang memegang kartu truf dalam diplomasi/negosiasi kita dengan negara lain seperti saat kita menangkap hidup-hidup pilot Amerika Serikat (Allen Pope) yang pesawatnya berhasil ditembak jatuh oleh AURI saat membantu pemberontakan Permesta. Allen Pope dijasikan kartu truf oleh Sukarno untuk mendapatkan salah satu pesawat kargo tercanggih pada masa itu yaitu C-130 Hercules. Indonesia adalah negara pertama di luar Amerika Serikat yang memakai pesawat tersebut.

Bukan tidak mungkin jika hal yang sama sedang dimainkan oleh Indonesia ketika menghadapi skandal pencurian data oleh agen rahasia Korsel ini walaupun dalam derajat yang berbeda. Indonesia sengaja tidak membesar-besarkan masalah ini demi menjaga nama baik (menyelamatkan muka – Kibun) Korsel dalam pergaulan regional maupun internasional. Sebagai rasa terima kasihnya maka Korsel akan memberikan deal-deal yang lebih baik dalam kerjasamanya dengan Indonesia

Note:

Kibun” is a person’s sense of personal wellbeing and dignity (‘face’). It is based on
keeping the body and mind in harmony. It is essential to avoid hurting someone’s kibun – a victory secured at someone else’s expense is no victory.

The kibun is fragile and can be easily damaged. The sensitivity required to avoid
this is known as nunchi. It involves everything from practicalities such as using
both hands to hand something to someone to the emotional antenna required to read another’s well-masked emotion.

Iklan

2 responses to “Skandal pencurian data delegasi Indonesia di Seoul|Kartu truf Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s