Jamu instant|Peluang dan tantangannya

Pengalaman dari mengkonsumsi beberapa produk jamu instant menunjukkan bahwa jamu yang diolah secara moderen (siap saji) memiliki rasa yang kurang menggigit dibanding jamu yang dibuat secara tradisional dari bahan-bahan mentah. Beras Kencur, Kunyit Asam dan Kunyit Asam Sirih adalah tiga produk jamu instan yang sering kuminum.

Dari ketiga jamu tersebut hanya kunyit asam sirih yang rasanya lumayan. Sedangkan pada beras kencur menurutku rasa asam dari asam jawa justru lebih dominan daripada rasa kencurnya. Beras kencur yang seharusnya terasa pedas justru biasa-biasa saja dan kurang hangat di perut.

Jamu kunyit asam (sumber: sukandimas.wordpress.com)

Bisa jadi jamu-jamu instant dari beberapa merek ternama yang banyak beredar sekarang memang ditakar untuk lidah orang-orang kota yang kurang terbiasa dengan jamu. Sedangkan bagi kita yang biasa mengkonsumsi jamu tradisional takaran tersebut terasa kurang nendang, kurang maknyuss.

Jamu tradisional bisa meniru produk obat yang dijual bebas dimana mereka memakai kode warna dalam bulatan untuk menunjukkan tingkat kekerasan obat. Ide yang sama bisa dipakai industri jamu untuk menunjukkan kekentalan/kekerasan jamu.

Tentu saja kekentalan/kekerasan jamu memerlukan standarisasi. JIka produk jamu ingin meningkatkan penetrasinya dan diterima masyarakat luas maka standarisasi adalah hal yang mendesak dan tidak bisa ditawar. Ini adalah pekerjaan rumah kita (pemerintah dan industri jamu) agar industri jamu kita semakin maju dan menjadi rujukan bagi industri jamu dunia.

Disaat tren pengobatan herbal dan makanan/obat-obatan organik sedang naik kita tidak boleh menyi-nyiakan kesempatan ini. Jangan sampai industri dari ngara tetangga mengambil peluang ini dan kita hanya menjadi pemasok bahan baku saja.

Iklan

2 responses to “Jamu instant|Peluang dan tantangannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s