Don’t judge the book by its cover

Awalnya sedikit minder karena mereka dandanannya bak pembalap profesional. Jersey bermerek, helem mahal, sepatu Shimano, pedal cleat plus menyandang waterpack di punggung. Sepedanya sebagian besar merek impor. Beberapa malah frame-nya berbahan karbon.

Sampai akhirnya aku mendapati bahwa pemimpin rombongan alias marshall-nya humble sekali. Memakai jersey biasa dengan celana kombor (skater) bersepatu basket dengan sol yang sudah lepas. Tapi jangan tanya power and speed-nya. Ketika melahap sisi perbukitan menjelang pitstop, dia ngacir, melesat. Kuperhatikan betisnya memang kelihatan liat.

Beruntung aku mendapatkan posisi di belakangnya sehingga tidak terhalang oleh goweser lain. Rupanya bersamaku juga ada si penunggang Kona yang tempo hari performanya membuat geleng-geleng kepala di Cigentis. Harus kuakui penunggang Kona ini performanya sebanding dengan sepedanya.

Xtrada 4.0 dan Cozmic CX1.0

Akupun mendapatkan kesempatan untuk menebus rasa minderku. Xtrada kugeber untuk menempel ketat si marshall. Ngos-ngosan tapi aku puas karena bersama si marshall meninggalkan rombongan besar di belakang. Ternyata pepatah lama masih berlaku, “Don’t judge the book by its cover”
Salam gowes!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s