Gowes Puncak-Gadog-Cileungsi-Cikarang

Setelah makan siang di saung seng dan bernarsis ria cukup lama diadakan voting apakah akan lanjut ke Ngehe 2 atau langsung turun ke jalur Kondangan. Rupanya aku dan beberapa orang kalah suara. Mayoritas goweser menginginkan langsung turun ke jalur Kondangan. Hilang sudah kesempaatan untk mencicipi salah satu tanjakan legendaris di jalur RA Klasik ini.

Awalnya beberapa goweser membuat komitmen jika kami sampai Gadog kurang dari jam 16:00 maka kami akan melibas rute Gadog – Cileungsi – Cikarang. Tetapi meskipun sampai Gadog di atas jam 16:00 karena merasa stamina masih cukup kuat akibat minus Ngehe 2 maka kami pun memutuskan untuk langsung menggowes dari Gadog ke rumah masing-masing. Total ada 9 orang dari 57 goweser yang bernyali untuk ngesot sepanjang kira-kira 80 km.

LG Gowes - ngesoters Gadog-Cikarang

Tepat jam 17:00 kami berangkat. Sebenarnya kami masih buta dengan rute ini meski demikian kami bermaksud untuk melibas jalur yang lumayan menantang, yaitu via Gunung Geulis.

Tanjakan Gunung Geulis cukup panjang sekitar 3 km dan menguras tenaga. Apalagi sebelumnya kami sudah menempuh jarak 30 km yang lumayan berat walaupun sebagian besar turunan. Sekitar 7 orang rontok di tengah tanjakan dan harus beristirahat dulu sementara 2 orang lagi berhasil melibas tanjakan ini non-stop. Kamipun ragu-ragu jangan-jangan lintasan ini tidak semulus kontur di peta.

Setelah berkonsultasi dengan pemilik warung yang tepat berada di ujung tanjakan kamipun bermaksud mempersingkat jarak dengan mengambil jalan kecil yang lurus dari arah tanjakan dengan asumsi yang ke arah kanan lebih banyak tanjakan. Kami harus menyimpan energi agar bisa sampai ke rumah masing-masing.

Setelah itu kami memang mendapatkan turunan panjang tetapi setelah itu ternyata disambut dengan tanjakan yang luayan tinggi dan panjang. Akhirnya kami menyadari bahwa rute ini memang cukup berat. Meski demikian pemandangannya cukup bagus dan tikungan-tikungannya yang berbentuk huruf U menciptakan keasyikan tersendiri saat melewatinya. Sayang karena hari sudah gelap dan memburu waktu kami tidak sempat mengadakan narcist session aka berfoto-foto.

Olala, menjelang Belanova kami mendapatkan lagi sebuah tanjakan ngehe. Kali ini 3 orang berhasil melibas secara nonstop. Sementara yang lain gagal karena kendala teknis maupun fisik yang kurang prima.

Kami pikir dengan melibas rute onroad akan menemukan jalanan mulus ternyata salah. Di Sentul dan di Citeureup kami disiksa jalanan berlubang. Plus banyaknya truk-truk besar dari industri berat yang berada di antara Citeureup dan Cileungsi. Menjelang Cileungsi gowesan menjadi semakin tidak nyaman dengan mulai panasnya pantat kami. Berbagai posisi sudah dicoba untuk mendapatkan dudukan ternyaman tetapi tetap saja tidak berhasil. Padahal masih kurang 40 km lagi untuk mencapai Cikarang.

Beruntung kami mampir di rumah seorang rekan di Cileungsi. Walaupun jam 10 malam kami sanggup menghabiskan es kelapa muda 1 ember. Lalu ditambah dengan tempe mendoan dan nasi pecel yang makyus bisa memulihkan energi yang terkuras.

Waktu menunjukkan jam 11 malam ketika kami mulai menggowes lagi ke rumah masing-masing. Pantat semakin panas dan semakin sering kami berhenti untuk mendinginkannya. Akhirnya setelah gowes sampai ngesot kami sampai di Taman Cibodas Lippo Cikarang jam 01:14 dinihari. Cyclo menunjukkan angka 117 km!

Rute Gadog-Cileungsi-Cikarang (garis biru)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s