Gowes Sukamakmur-Curug Ciherang (part 1)

Tigabelas orang diangkut dengan truk Isuzu Elf menuju Jonggol, Kabupaten Bogor. Satu orang berasal dari Cikarang sementara dua belas lainnya berasal dari Ratec (Rawa Terate Cycling Club). Tujuan kami kali ini adalah hendak menaklukan Curug Ciherang yang berada di Kecamatan Sukamakmur Bogor sekaligus mengintip jalur Sukamakmur-Cipanas.

Ratec + LG Gowes

Kami di drop di Desa Dayeuh di depan sebuah pemancingan. Mendung menggelayut tebal dan gerimis mulai turun ketika kami menurunkan sepeda. Setelah meluruskan handlebar yang telah dilipat sebelumnya kami melakukan seremoni kecil2an dan berdoa sebelum berangkat.

Dengan kecepatan konstan dan terhitung santai kami mulai menyusuri bantaran Cipamingkis. Pemandangan lembah Cipamingkis benar-benar indah. Sungai yang mengalir deras dengan bebatuan besar dan hamparan sawah menhijau di kedua sisinya benar-benar mempesona. Sementara di kanan jalan merupakan saluran irigasi yang mengambil air dari sungai tersebut. Sebuah kombinasi yang benar-benar menyejukkan.

Mengisi perbekalan

Setelah 3 km mengayuh maka tanjakan beruntun mulai menyambut kami. Sebagian besar lulus karena energi masih full. Profil tanjakan mirip dengan Cigentis yang menyusuri lereng-lereng gunung/bukit. Masih belum terasa ataupun menguras tenaga. Hingga akhirnya sebuah tanjakan panjang dengan ujung yang curam menyambut kami sebelum kantor Kecamatan Sukamakmur. Welcome to the challege!!

Setelah itu tanjakan-tanjakan terjal seolah tiada habisnya. Beberapa turunan masih dijumpai ketika memotong aliran sungai atau lembah tetapi tanjakan berikutnya selalu lebih tinggi sehingga percepatan dari turunan tidak bisa mengkompensasi tanjakan berikutnya.

Turunan yang cukup panjang berada setelah pertigaan Sukamakmur yang ke arah Hutan Wisata Pinus dan Citeureup. Setelah sempat ngebut karena turunan, di rumah kerabat salah seorang goweser kami beristirahat. Teh dan kopi hangat menyambut kami yang kedinginan diguyur hujan, Setelah itu uli goreng menyusul. Sambil menikmati minuman hangat dan gorengan kami menunggu hujan reda.

Acara berikutnya adalah narcist session di Cipamingkis. Sedari tadi kami penasaran dengan batu-batu besar dan derasnya aliran Cipamingkis. Begitu hujan sedikit reda maka kami langsung menuju sungai. Beberapa orang langsung berendam di sungai yang coklat oleh lumpur dari sawah dan ladang di sepanjang aliran sungai sambil memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto-foto.

Narsis di Cipamingkis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s