Korupsi di sepanjang jalan

Dalam perjalanan dari Sidenreng Rappang ke Bandara Sultan Hasanuddin angkutan umum melewati lima terminal antara lain, Lawawoi, Pare, Barru, Pangkajene dan Maros. Dari kelima terminal tersebut hanya satu terminal yang memberikan karcis restribusi terminal sedangkan yang lain tidak memberikan karcis. Artinya uang restribusi tersebut tidak akan masuk ke negara karena pemasukan hanya dihitung dari banyaknya karcis yang sudah terbayar.

Modus korupsi seperti ini tentu saja tidak hanya terjadi di Sulawesi Selatan. Bisa jadi hal ini terjadi merata di seluruh Indonesia. Misalnya di salah satu jembatan timbang di daerah Legok, Tangerang juga melakukan praktik serupa. Truk-truk yang lewat memberikan salam tempel tapi jarang mendapatkan karcis dari petugas yang memungutnya di tengah jalan sementara ruk-truk tersebut tidak pernah mampir ke jembatan timbang.

Modus korupsi seperti ini tidaklah canggih atau kasat mata tetapi kenapa bisa tumbuh subur dan berjalan lama? Pengawasan yang lemah. Sistim yang ketinggalan jaman. Atau memang sengaja dipelihara? Wallaahualam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s