Bersepeda sambil belajar navigasi dan geografi

Di tahun 90-an navigasi satelit (GPS) merupakan barang mahal dan langka. Hanya segelintir orang (sipil)yang bisa mengaksesnya terutama mereka yang bekerja di bidang survey dan pemetaan atau mereka yang bekerja di bidang eksplorasi bahan-bahan tambang. Navigasi satelit awalnya memang untuk kebutuhan militer yang kemudian diaplikasikan bagi bidang tranportasi dan pertambangan.

Dengan kemajuan teknologi (internet/web) dan peralatan navigasi yang makin murah kini navigasi satelit bukan lagi barang mahal. GPS kini menjadi barang yang lumrah dijumpai pada mobil-mobil keluaran terbaru, sepeda motor bahkan sepeda (tanpa motor 🙂 ).

Maraknya pemakaian GPS ini mengilhami hadirnya beberapa situs internet-salah satunya bikemap.net– yang pada intinya adalah GPS Log Database. Situs-situs tersebut memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menyimpan rute perjalanannya dari log GPS.

Bahkan beberapa situs memungkinkan pemakainya membuat rute secara manual dengan menarik garis-garis menyusuri peta jalan yang sudah ada. Artinya tanpa memiliki GPS pun kini kita bisa mengabadikan rute perjalanan kita. Dengan fitur magnetik maka hal tersebut menjadi sangat mudah karena kita tinggal klik pada titik tertentu dari rute yang kita lewati selanjutnya perangkat lunak pada laman tersebut akan menghubungkannya tepat menyusuri jalan yang ada.

Rute ini kutempuh ketika masih SMP menggunakan sepeda BMX Eagle

Rute nostalgia masa SMP : Singosari - Sumber Air Panas Cangar (klik untuk memperbesar)

Hadirnya situs ini membuat kegiatan bersepeda menjadi semakin menyenangkan. Tanpa memiliki cyclocomputer kita bisa mengetahui total jarak tempuh, profil elevasi lintasan dan total tanjakan yang kita libas. Tanpa memiliki GPS kita bisa membuat sebuah peta rute perjalanan dengan sangat akurat dengan cara mengamati kondisi geografis selama perjalan kita. Misalnya kita bisa mencatat atau mengingat nama jalan, kampung, sungai, waduk/bendungan atau mengamati bentang alam (bukit, lembah, gunung dan punggung gunung).

Kalaupun kita tidak terlalu hapal dengan nama-nama geografis kita bias memanfaatkan wikimapia sebagai referensi.

Yang tidak kalah menarik adalah kita bisa menapaktilasi rute-rute bersepeda ketika kita masih SD, SMP atau SMA. Bagi sebagian besar dari kita itu adalah masa-masa di mana kita asyikdengan hobi bersepeda. Karena keterbatasan gadget saat itu kita seringkali tidak tahu berapa jauh jarak yang kita tempuh, berapa tinggi tanjakan yang kita libas.

I’m geographic and bicycle lover :).

Silahkan mampir untuk melihat koleksi rute bersepedaku.

Iklan

One response to “Bersepeda sambil belajar navigasi dan geografi

  1. Kira-kira begitu juga jika kita memanfaatkan unit GPS untuk membantu kita mencari lokasi tujuan saat berkendara..Saya mengira GPS hanya menampilkan peta saja ternyata bisa lebih dari itu dan sangat menarik dan membantu.

    Saya mau cerita sekilas tentang GPS agar lebih lengkap..GPS adalah unit penerima sinyal satelit GPS. Satelit GPS sendiri ada sekitar 24 unit ada beberapa satelit cadangan yang disebar mengelilingi bumi 2 kali sehari. Minimal diperlukan 3 sinyal satelit agar unit GPS bisa menterjemahkan dan menghitung hasilnya adalah lokasi posisi kita di muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s