Resensi buku|Melihat Indonesia dari Sepeda

Buku ini layak dimiliki oleh mereka yang hobi bersepeda. Merunut jejak sepeda di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia itu sendiri. Dimulai dari letusan mahadahsyat gunung Tambora yang mengakibatkan musim dingin berkepanjangan di Eropa sehingga orang-orang tidak bisa memberikan makan kudanya. Indonesia sedikit banyak berperan bagi terciptanya alat tranportasi yang memakai tenaga manusia ini.

Buku Melihat Indonesia dari Sepeda

Sejarah bersepeda di Indonesia hampir sama tuanya dengan sejarah bersepeda di Belanda. Begitu sepeda moderen diproduksi massal pada awal tahun 1900-an maka mereka membawa sepeda ke wilayah jajahannya. Namun sayang, jika kini di negara Belanda sepeda merajai jalanan di Indonesi justru sebaliknya. Sepeda semakin terpinggirkan dan infrastrukturnya semakin tergusur.

Di buku ini diulas dengan gamblang kondisi persepedaan di tanah air khususnya di beberapa kota besar dari masa kolonial hingga sekarang.

Sepeda yang dalam beberapa dekade lalu terpinggirkan oleh motorisasi kini mengalami kebangkitan. Mulai dari maraknya perburuan dan perkumpulan sepeda tua (onthel), demam fixie hingga suksesnya gerakan bike to work dalam menyadarkan pemerintah untuk memberikan ruang bagi sepeda (setidaknya dalam UU Transportasi). Dan yang paling fenomenal tentunya di Pekalongan. Kota ini layak dijuluki kota sepeda yang sesungguhnya mengingat begitu populer dan masifnya aktivitas bepergian dengan menggunakan sepeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s