Jual beli skripsi, tesis dan gelar akademik

Baru saja majalah Reader Digest Indonesia menampilkan kisah tentang penyedia jasa skripsi/karya ilmiah yang berada di AS, kini aku menyaksikan hal serupa dengan mata kepalaku sendiri. Saudara iparku yang berprofesi sebagai guru SMK hari ini menjadi operator presentasi alias tukang klik slide Power Point karena para peserta sidang proposal penelitian untuk mendapat gelar master (MSi) itu ternyata gaptek. Mereka gagap dan sering kebingungan ketika berpresentasi menggunakan Power Point.

Sekedar gaptek saja mungkin masih bisa kita pahami tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah sebagian besar proposal penelitian itu adalah jiplakan 100% dari karya orang lain. Saudaraku itu bahkan tertawa-tawa ketika mengetahui bahwa obyek penelitian itu ternyata berasal dari propinsi lain. Hal itu diketahuinya setelah ia membaca proposal penelitian tersebut dimana terdapat nama lokasi penelitian yang belum diganti.

Rupanya si plagiator tersebut belum mengenal fungsi Ctrl+F sehingga penggantian lokasi dilakukan secara manual. Akibatnya ada beberapa nama daerah yang belum terubah olehnya. Bisa jadi si pemegang gelas MSi itu tidak pernah sekalipun mengetik tesisnya.

Bukan hanya jual beli skripsi/tesis yang marak. Bahkan gelar S1 pun bisa didapat dengan mudah dengan membayar sejumlah uang. Maka acara kuliah pun sekedar formalitas belaka. Bahkan ada diantara penyandang gelar itu hanya kuliah beberapa kali saja lalu tiba-tiba sudah menyandang gelar S1.

Begitulah potret pendidikan di negeri kita. Jangan heran jika suatu saat anda bertemu sesorang yang memiliki gelar berderet-deret tetapi tindak tanduk, tingkah laku, sikap dan pemikirannya sama sekali tidak mencerminkan gelar tersebut.

Sebagai pembayar pajak tentu kita kecewa karena banyak pelaku plagiarisme dan jual beli gelar itu adalah abdi negara. Mereka melakukan hal itu untuk menaikkan jenjang karirnya (menaikkan gaji). Artinya kita menggaji orang-orang yang tidak becus dengan gaji yang lebih tinggi bukan karena kinerja dan kemampuan sebenarnya tetapi karena gelar abal-abal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s