Etika naik pesawat terbang

Etika naik pesawat terbang

Ketika anda naik pesawat terbang pada rute-rute domestik di Indonesia kemungkinan besar anda akan menjumpai pemandangan berikut ini.

Beberapa penumpang mengabaikan larangan merokok di tempat umum atau terlalu malas mencari ruang merokok akhirnya merokok di sepanjang koridor menuju ruang tunggu. Pengap, berasap sangat mengganggu.

Banyak juga penumpang yang tidak ingin menunggu klaim bagasi di bandara tujuan atau terlalu pelit tidak ingin kena biaya tambahan bagasi membawa banyak barang ke dalam kabin. Di ruang tunggu mereka menguasai dua kursi. Satu untuk diduduki dan satunya lagi tempat ia menaruh barang-barangnya. Ketika boarding merekalah yang menjadi penyebab kemacetan di kabin karena kerepotan membawa dan menaruh barang-barangnya ke dalam bagasi pesawat. Kalaupun anda membawa lebih dari satu tas atau barang bawaan pastikan itu tidak merepotkan anda saat boarding.

Kabin pesawat Boeing 737 (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Aircraft_cabin)

Penumpang yang berlagak seperti pebisnis supersibuk masih bercuap-cuap dengan ponselnya seolah-olah ia sedang berjuang memenangkan tender miliaran rupiah padahal awak kabin sudah meminta penumpang mematikan semua alat komunikasi. Parahnya beberapa diantara mereka berbicara dengan keras sehingga mengganggu kenyamanan penumpang di sebelahnya. Dan pebisnis super sibuk itu sangat tidak sabar sehingga mengabaikan instruksi agar mengaktifkan ponsel ketika berada di dalam gedung terminal. Baru beberapa detik pesawat mendarat mereka sudah mengaktifkan ponselnya.

Sebagian penumpang masih mengabaikan instruksi awak kabin untuk melipat meja dan menegakkan sandaran kursi ketika pesawat sedang lepas landas maupun mendarat. Mungkin sebagian dari kita tidak tahu bahwa tujuan dari intruksi tersebut adalah agar ketika terjadi proses evakuasi meja dan sandaran kursi tidak menghalangi penumpang.

Penumpang yang tidak sabar mengambil barang-barangnya dari bagasi pada saat pesawat masih berjalan menuju tempat parkir. Mereka berpotensi melukai penumpang lain akibat tertimpa barang-barang yang terjauh dari bagasi.

Beberapa penumpang yang berjalan lambat berjalan beriringan sehingga menghambat penumpang lain di belakangnya. Ketika anda turun dari pesawat menuju gedung terminal dan anda tidak bisa berjalan cepat menepilah. Beri kesempatan kepada mereka yang tergesa-gesa untuk mendahului. Banyak diantara penumpang pesawat adalah mereka yang tergesa-gesa ingin mengejar jadual di tempat tujuan..

Anda mendapati remah-remah atau bungkus sisa makanan di ruang tunggu karena petugas kebersihan belum sempat membersihkannya.Alih-alih memprotes kinerja petugas kebersihan, mulailah dari diri kita masing-masing untuk tidak menyampah. Kebersihan tempat publik adalah cermin budaya kita 🙂

Iklan

Komentar ditutup.