Buku sebagai kebutuhan pokok?

Orang-orang rela berdesak-desakan dan antri di depan kasir untuk mendapatkan buku-buku dengan harga murah layaknya mengantri sembako murah.

Tidak setiap saat ada kesempatan seperti ini maka tiga pekan raya buku tahunan tidak pernah dilewatkan oleh para pecinta buku (murah). Indonesia Book Fair, Indonesia Islamic Book Fair dan Pesta Buku Jakarta selalu diserbu oleh penggemar buku.

Pengunjung IBF 2011 menyerbu stand buku murah Gramedia

Tingginya antusiasme masyarakat menyambut ketiga pekan raya buku tersebut menunjukkan bahwa merek sangat menantikan buku-buku murah. Minimnya angka penjualan buku tidak semata-mata rendahnya minat baca tetapi sebagian disumbang oleh rendahnya daya beli masyarakat kita.

Pemerintah pun kurang memberikan dukungan bagi iklim perbukuan dalam negeri dimana buku-buku impor masih dianggap barang mewah yang dikenai pajak tinggi. Juga harga kertas dalam negeri yang semakin tinggi membuat biaya produksi buku selalu naik tiap tahun.

Subsidi BBM yang salah sasaran itu bolehlah dialihkan untuk subsidi kertas/buku agar harga buku terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita.

Menyerbu diskon buku

Iklan

2 responses to “Buku sebagai kebutuhan pokok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s