Pertimbangan dalam membeli alat transportasi (sepeda, motor, mobil)

Salah satu peran yang bisa kita ambil untuk mengerem pemakaian energi, material dan mengurangi emisi gas karbon adalah memilih kendaraan yang paling kecil yang masih mampu mencukupi (mengangkut) kebutuhan transportasi kita. Jika dengan 100cc, 125cc sudah bisa mengangkut dua orang kenapa mesti memilih 150cc atau 200cc?

Seringkali pemilihan kita akan benda-benda penunjang kebutuhan hidup lebih didasari oleh faktor keinginan bukan kebutuhan. Kita membutuhkan kendaraan yang bisa mengantarkan kita ke tempat kerja (100cc). Akan tetapi kendaraan 200cc kelihatan lebih keren, macho dan gahar. Akhirnya kita pun menginginkan dan memboyong yang 200cc tersebut.

Semakin besar kendaraan yang kita miliki pasti konsumsi bahan bakarnya akan semakin tinggi. Untuk diri kita sendiri ini berarti pengeluaran yang lebih banyak (termasuk pajak yg lebih mahal). Untuk tiap kilometer yang sama kendaraan besar mengemisikan gas buang lebih banyak. Artinya, kendaraan besar lebih banyak menimbulkan polusi.

Emisi CO2 dari berbagai moda transportasi

Kendaraan yang besar juga memerlukan lebih banyak material. Artinya semakin banyak tanah yang dikeruk untuk mendapatkan besi/baja. Semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh proses produksinya.

Pertimbangan ini juga berlaku ketika kita akan membeli sepeda. Serat karbon dan titanium yang banyak dipakai oleh sepeda-sepeda premium selain mahal juga membutuhkan lebih banyak energi dalam pemrosesannya dibandingkan aluminium atau baja.

Energi yang diperlukan untuk mengolah 1kg material (sumber: Michael Ashby, Materials-engineering science processing and design, hal. 490)

Memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu menginginkan yang “ter”. Bisa jadi itu tercepat, terkuat, terbaru atau termahal. Padahal semua “ter” itu belum tentu “ter”baik bagi kita. Apakah salah memilih semua yang “ter” tersebut? Tokh yang kita pakai adalah uang kita dan halal.

Tidak cukup hanya mengandalkan benar dan salah kita bisa memilih untuk lebih bijaksana. Kita mesti memikirkan efek dari pilihan kita bagi diri kita sendiri, orang-orang di sekeliling kita ataupun lingkungan.

Sederhana dan secukupnya adalah kunci untuk mewariskan bumi ini bagi anak cucu kita di masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s