Nyampah alias littering

Apa yang tersisa dari acara keramaian?

Sampah! Itu pasti. Apakah itu acara car free day, gerak jalan, funbike, konser amal, demonstrasi, pesta pergantian tahun, pengajian, tabligh akbar semua menyisakan jejak sampah. Ironis memang, banyak acara yang melibatkan banyak orang yang sebenarnya bertujuan demi kebaikan menyisakan persoalan di belakang acara.

Saya berpendapat klausul tentang tanggung jawab pengelolaan sampah pada sebuah acara keramaian bisa dimasukkan dalam perijinan. Ini untuk memaksa penyelenggara untuk setidaknya menyediakan tempat sampah yang memadai. Ada tempat sampah saja banyak orang masih membuang sampah sembarangan apalagi tidak ada.

Jika anda mengikuti sebuah acara keramaian lalu penyelenggara acara tersebut tidak menyediakan tempat sampah yang memadai artinya mereka tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Begitu juga jika anda membuang sampah sembarangan berarti anda tidak memiliki kepedualian terhadap lingkungan.

Kalau selama ini anda selalu berkoar-koar tentang anggota legislatif dan birokrat yang tidak memiliki kepedualian terhadap lingkungan (rakyat), sesungguhnya anda sama saja dengan mereka. Hanya beda obyek dan skalanya saja 😛

 

Sampah dari acara Gebyar Hardiknas (sumber: http://www.mediaindonesia.com/foto/3730/Sampah-Bertebaran)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s