Dua macam jamaah dalam sholat

Hadits tentang merapikan dan merapatkan shaf dalam sholat tentu populer bagi kita karena beberapa imam sholat biasanya mengingatkan jamaahnya agar merapikan dan merapatkan shaf. Salah satunya adalah hadits berikut ini:

Meski beberapa hadits tentang kerapian dan kerapatan shaf sangat populer tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah. Ada orang yang terbiasa rapat ada juga orang yang terbiasa mengambil jarak.  Mereka yang tidak tahu atau tidak terbiasa tubuhnya bersentuhan dengan saudaranya saat dalam shaf cenderung mengambil jarak dengan jamaah lainnya. Mereka ini tidak akan bisa diajak merapatkan bahu dan kakinya. Semakin anda merapatkan diri semakin mereka menarik dirinya. Akibatnya shaf justru menjadi tidak rapi dan rapat.

Karena itu jika anda termasuk orang yang istiqomah dalam hal merapatkan dan merapikan barisan ini ada baiknya ketika mulai membentuk shaf anda merapatkan diri dulu. Jika jamaah lain menarik dirinya jangan dikejar dengan semakin melebarkan kaki anda. Biarkan saja mereka menarik diri lalu anda bisa menggeser tubuh anda sedikit sambil mendekatkan bahu/lengan. Hal ini biasanya lebih mudah karena sebagian orang mungkin risih bersentuhan kulit (walaupun kaki). Setelah sholat berjalan maka akan terapatkan dengan sendirinya dan saat itu mereka tidak sadar kalau sudah dipepet/dirapatkan.

Ada kejadian lucu dimana seseorang yang tidak terbiasa merapatkan diri dalam shaf marah-marah karena merasa didesak terus menerus dari jamaah lainya yang berusaha merapatkan diri ketika sholat akan dimulai sementara dia tidak terbiasa demikian. Sampai-sampai dia berkata, “Mau lo apa sih?”  🙂

Yuk, sholat berjamaah!

(cmiiw)

Ilustrasi shaf dalam sholat berjamaah

Iklan

2 responses to “Dua macam jamaah dalam sholat

  1. wahabi/salafy berfaham bahwa merapikan shaf adalah dengan merapatkan kaki-kaki, dan bukan bahu. Untuk itu, mereka mengangkangkan kaki-kaki mereka lebar-lebar agar mata kaki mereka merapat satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak pernah diajarkan nabi kepada kita. Tidak ada dikatakan di dalam hadis bahwa sebelum memulai sholat berjama’ah, nabi memeriksa shaf-shaf seraya mengusap-usap tumit dan mata kaki para shahabat. Tetapi yang ada di dalam hadis-hadis adalah nabi mengusap dan meratakan bahu serta dada para shahabat, bukan tumit dan bukan pula mata kaki!

    • bahu lebih lebar daripada mata kaki ketika kita berdiri. shaf menjadi rapat secara otomatis ketika bahu-bahu saling bersentuhan. mereka yang tidak suka merapatkan shaf tidak melakukan keduanya. baik bahu maupun kaki 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s