Ketika pungli dan korupsi merajalela

Malam itu, dalam penerbangan ke kota Anging Mamiri aku mengobrol panjang lebar dengan seorang surveyor dari perusahaan operator BTS. Seperti kita ketahui, perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, Smartelecom, Bakritel dll tidak lagi mebangun BTS sendiri. Mereka menyewa BTS dari perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam pembangunan dan penyediaan BTS.

Semua pulau besar dan propinsi di Indonesia sudah ia kunjungi kecuali Maluku dan NTT. Dia bercerita bahwa di hampir semua tempat terdapat pungli pada saat pembangunan BTS. Besarnya bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jumlah yang tidak masuk akal, 3 juta, hanya untuk membawa kabel ke lokasi BTS.

Di antara semua tempat yang ia kunjungi, Bekasi termasuk yang paling tinggi punglinya. Dia langsung menuding ke salah satu ormas berbasis etnik Betawi sebagai pelaku pungli. Selain kepada ormas, uang pelicin biasanya juga diberikan kepada birokrasi setempat seperti kepala kampung ataupun kepala desa.

Jadi, kalau tarif telekomunikasi kita sedikit mahal, jangan heran karena di dalamnya ada komponen biaya “pungli”. Ini semakin memperkuat cerita salah satu teman kerja yang dulu juga pernah bekerja di perusahaan pembangunan BTS bahwa pungli dalam pembangunan BTS sungguh luar biasa.

Jika anda masih bersikeras bahwa korupsi “hanya” dilakukan anggota legislatif ataupun aparat pemerintah, saatnya anda melepas kacamata kuda anda dan cobalah melihat lebih luas.. Ternyata masyarakat juga berperilaku sama. Korupsi memang penyakit endemik yang sulit diberantas kecuali kita mulai dari diri kita masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s