Keahlian versus Tantangan dalam lingkungan kerja

Dimanakah posisi anda saat ini jika menilik gambar di bawah ini? Tidak selamanya kita berada dalam kondisi flow dimana besarnya tantangan sebanding dengan keahlian (kemampuan) kita dalam mengatasinya. Dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan kita di suatu bidang (industri) bisa jadi kita terjebak dalam rutinitas (kurang menantang) yang membuat kita jenuh.

Keahlian vs. Tantangan dan implikasinya*

Kejenuhan itu memang tidak serta merta datang. Sebelum datangnya rasa jenuh itu seringkali kita merasa percaya dan puas diri karena tantangan/tugas yang kita tangani bisa kita selesaikan dengan sempurna. Lalu setelah tantangan/tugas serupa datang lagi maka kepuasan kita semakin menurun karena kita semakin mudah menyelesaikannya. Akhirnya kita pun merasa jenuh.

Perasaan jenuh itu membuat beberapa orang berusaha mencari tantangan di luar. Baik itu dengan benar-benar keluar dari tempat kerjanya sekarang atau dengan berdiri di atas dua kaki. Mencari tantangan memang tidak harus meninggalkan posisi kita sekarang. Beberapa orang mencari tantangan itu dengan menyibukkan diri dalam organisasi nirlaba, menekuni hobi baru atau hobi lama yang selama ini terlupakan. Ada juga yang mencoba mengusir rasa jenuhnya dengan mengambil kursus ketrampilan atau bersekolah lagi. Sebagian lainnya mungkin mencoba untuk berwirausaha.

Jika kita perhatikan, solusi untuk menghilangkan rasa jenuh itupun sebenarnya bisa dilakukan di dalam lingkungan kerja. Beberapa perusahaan yang menyadari hal ini menyediakan fasilitas pengusir rasa jenuh itu. Mereka memberikan fasilitas olahraga, kesenian, pelatihan/training, organisasi keagamaan, organisasi ekonomi (koperasi) dengan harapan produktivitas pekerja akan meningkat.

Perusahaan adalah entitas bisnis jadi wajar saja setiap pengeluaran harus memberikan imbal-balik. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan kesempatan/fasilitas tersebut seoptimal mungkin tentunya dengan tidak melanggar etika dan kejujuran .🙂

Gaji/Fasilitas vs. Produktivitas**

* Dikutip dari : “Good Business”, Mihaly Csikszenmihalyi, Mizan 2007

** Dikutip dari : “Materi training Industrial Engineering”, PT LG Electronics Indonesia, 2012

One response to “Keahlian versus Tantangan dalam lingkungan kerja

  1. Tentu pernah mendengar istilah ‘bored to death’, ‘kan? Meskipun terdengar sepele, namun rasa jenuh memang seringkali terasa bisa ‘membunuh’. Selain kerja menjadi tidak produktif, pengaruhnya pada tubuh juga buruk, sama halnya seperti saat Anda mengalami stress di tempat kerja. Belum lagi dampak emosional, seperti keinginan untuk ‘lari’ atau resign dari pekerjaan. Namun, jangan kuatir, Anda tidak sendirian. Siapa pun pernah mengalaminya. Rasa jenuh memang hampir tidak terelakkan dalam setiap pekerjaan. Tidak hanya pekerjaan rutin dan monoton yang bisa menyebabkan kejenuhan, misalnya seperti yang Anda alami saat ini setelah 15 tahun bekerja. Pekerjaan yang kurang menantang, tidak memberikan otonomi dan tanggung jawab yang berarti pun bisa memicu timbulnya jenuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s