Penipu berkedok tidak punya ongkos naik bus

Beberapa minggu yang lalu di halte BNN Transjakarta saya didekati seseorang yang berpakaian cukup rapi dengan tampang memelas dan mengaku sedang kehabisan uang untuk meneruskan tujuan dengan naik angkot. Dia meminta saya membantunya dengan memberikan uang 5000 rupiah.

Tanpa berprasangka buruk saya segera merogoh kantong saya dan mencari uang 5000-an. Beruntung saya mendapatkan 5000-an dari tas. Uang saya berikan san ia mengucap terima kasih. Saya mengamati ia menjauh dari saya untuk menunggu bus Transjakarta. Saya melihatnya sekali lagi dan sepintas saya merasa ia sepertinya berharap saya segera naik bus.

Siang tadi ketika menunggu shuttle bus Lippo Cikarang di halte Plasa Semanggi saya kembali bertemu dengan orang ini. Dengan gaya yang sama, pakaian rapi, tampang memelas ia kembali mengaku kehabisan uang untuk naik angkot. Jumlah yang diminta juga sama, 5000 rupiah.

Tapi siang itu ia kurang beruntung. Beberapa orang yang sedang berteduh ataupun menunggu bus tidak ada yang memberinya uang. Sayapun tak luput dimintai uang olehnya. Merasa tertipu, maka sayapun berusaha memotret aksinya dengan pura-pura bermain ponsel sambil mengarahkan kamera kepadanya. Nahh inilah gambar orang yang biasa meminta-minta uang di sepanjang halte bus Gatot Subroto.

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Mungkin daerah operasi orang ini sepanjang halte-halte busway di Jalan Jendral Gatot Subroto.  Jangan tertipu. Sebaiknya jika ingin berderma, langsung saja kepada lembaga ataupun orang terpercaya. Ini adalah penipuan sekaligus pengemisan🙂

Efek buruknya adalah ketika ada orang yang benar-benar membutuhkan, orang-orang akan semakin enggan memberi karena berprasangka itu adalah penipuan.

 

 

3 responses to “Penipu berkedok tidak punya ongkos naik bus

  1. dulu waktu masih sering naik bus beberapa kali ketemu tipe yg seperti ini. Kalo saya nganggapnya seperti pengemis aja Ir. Kalo sedang ada receh baru dikasih.

  2. Waduhhh, sudah banyak yang memakai modus ini pak.
    Kalau di jonggol kebanyakan ibuk-ibuk nyamperin tiap kontrakan dan kos di sekitar jalan raya mengaku tidak punya ongkos buat naik angkot, sama modus, to the point minta uang 5000 rupiah.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s