Menimbun harta tidak disukai dalam Islam

Dari kajian ba’da Dhuhur di masjid As-Sakinah, Perkantoran Hijau Arkadia, 30 April 2015.

Rasulullah dan para sahabat tidak suka menimbun harta atau kekayaan. Mereka selalu menjadikan harta dan kekayaannya sebagai aset produktif, yaitu selalu diinvestasikan untuk usaha dan perniagaan.

Dalam investasi terkandung unsur tawakkal karena ada resiko rugi. Profit & loss sharing adalah dasar ekonomi Islam. Pengusaha muslim sejati tidak takut akan kerugian. Setelah bersungguh-sungguh meminimalisir semua resiko dan berusaha mencetak laba atau keuntungan jika sampai terjadi kerugian itu adalah takdir Allah.

One response to “Menimbun harta tidak disukai dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s